Tren Pengeluaran Belanja Daring Konsumen Indonesia 2024

Konsumen Indonesia menghabiskan rata-rata Rp463.439 di e-commerce dan Rp295.149 di quick commerce dalam sebulan.

Tren Pengeluaran Belanja Daring Konsumen Indonesia 2024 Ilustrasi Belanja Daring | Freepik
Ukuran Fon:

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat, mendorong perubahan ke sejumlah aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal berbelanja.

Dengan kehadiran digitalisasi, belanja dapat mudah dilakukan hanya dengan menggunakan ponsel. Konsumen dapat memenuhi kebutuhan mulai dari, kosmetik, pakaian, makanan, elektronik, dan sebagainya secara praktis. Belanja daring juga memungkinkan konsumen adalah untuk menghemat waktu. Tak heran, pilihan belanja daring menjadi dambaan bagi banyak orang.

Tren belanja online ini mendorong munculnya sejumlah platform belanja daring, seperti layanan e-commerce dan quick commerce (q-commerce). Keduanya menawarkan kemudahan dalam berbelanja.

Quick commerce merupakan layanan belanja daring yang ditandai dengan kecepatan pengiriman. Konsumen bisa menerima belanjaan dalam waktu singkat. Produk yang ditawarkan biasanya lebih terbatas, seperti makanan, minuman, obat, dan perlengkapan kebersihan rumah tangga. Beberapa platform quick commerce yang cukup populer digunakan, seperti Alfa Gift, Grab Mart, dan Go Mart.

Sementara itu, e-commerce merupakan platform belanja yang menyediakan produk yang lebih beragam, seperti pakaian, elektronik, kosmetik, sepatu, aksesoris, dan lainnya. Namun, waktu pengiriman e-commerce relatif lebih lama, biasanya mulai dari satu hingga beberapa hari, tergantung lokasi penjual dan jasa ekspedisi. Sejumlah e-commerce yang cukup populer di Indonesia antara lain Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Baca Juga: Metode Pembayaran Tunai Dominasi Transaksi E-Commerce 2024

Pengeluaran Belanja di E-Commerce

Pengeluaran Belanja di E-commerce | GoodStats
Pengeluaran Rerata Bulanan Konsumen yang Berbelanja di E-Commerce | GoodStats

Berdasarkan survei Jakpat, sekitar 24% responden mengeluarkan biaya kurang dari Rp200 ribu untuk berbelanja. Selanjutnya, 33% responden paling banyak mengeluarkan biaya sebesar Rp200-Rp400 ribu per bulan.

Biaya belanja per bulan dengan rentang Rp400-Rp600 ribu dikeluarkan oleh 16% responden. Lalu, responden yang mengeluarkan biaya per bulan untuk berbelanja dengan rentang Rp600-Rp800 ribu dan Rp800-Rp1 juta memiliki proporsi masing-masing 8%.

Terakhir, sebanyak 11% responden memiliki pengeluaran lebih dari Rp1 juta.

Survei ini menyimpulkan bahwa nominal rata-rata yang dikeluarkan oleh pembeli yang berbelanja di e-commerce selama sebulan sebanyak Rp463.439.

Pengeluaran Belanja di Q-Commerce

Pengeluaran Belanja di Quick Commerce | GoodStats
Rerata Pengeluaran Belanja di Q-Commerce per Bulan | GoodStats

Pengeluaran rata-rata dalam sebulan di platform quick commerce tercatat lebih rendah, yakni senilai Rp295.149. Sebanyak 20% responden mengeluarkan rata-rata lebih dari Rp500 ribu per bulan. Selanjutnya, 18% responden mengeluarkan Rp100 ribu-Rp200 ribu.

Kemudian, konsumen yang mengeluarkan rata-rata rentang biaya Rp200 ribu-Rp300 ribu dan Rp300 - Rp400 ribu per bulan memiliki proporsi persentase yang setara, yakni 17%.

Lalu, 13% responden memiliki pengeluaran per bulan dengan kisaran Rp400 ribu-Rp500 ribu. Kisaran biaya mulai dari Rp50 ribu-100 ribu dikeluarkan oleh 11% responden. Sisanya, sebanyak 4% responden mengeluarkan biaya kurang dari Rp200 ribu per bulan.

Adapun, pengumpumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di aplikasi Jakpat Mobile App dari tanggal 29 November 2024 sampai 9 Desember 2024. Analisis data melibatkan 2.004 responden yang merupakan pengguna e-commerce dan quick commerce dengan margin of error yang diterapkan sebesar 5%.

Baca Juga: Selain E-Commerce, 48% Publik Suka Belanja Online Lewat Medsos Brand

Sumber:

https://insight.jakpat.net/indonesia-e-commerce-trends-2nd-semester-of-2024/

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

10 Negara dengan Militer Terkuat 2026, Indonesia Peringkat Berapa?

Amerika Serikat kembali memimpin di urutan pertama dalam daftar negara dengan militer terkuat di dunia dengan PwrIndx sebesar 0,0741.

Jakarta Masuk Jajaran Kota Terpadat di Dunia 2025

Jakarta kini resmi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota dengan konsentrasi penduduk paling ekstrem di bumi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook