Terpukul Akibat Pandemi, Bagaimana Perkembangan Sektor Pariwisata Indonesia?

Sektor pariwisata mengalami pukulan keras akibat pandemi Covid-19, seperti apakah statistik objek wisata, pengunjung, hingga tenaga kerja sektor ini pada 2020?.

Terpukul Akibat Pandemi, Bagaimana Perkembangan Sektor Pariwisata Indonesia? Potret bandara saat pandemi Covid-19 berlangsung | Julius Bramanto/Shutterstock

Tak dapat dipungkiri pada tahun 2020, sektor pariwisata mendapatkan tekanan yang amat besar dalam perekonomian Indonesia akibat hadirnya pandemi Covid-19. Hal tersebut menimbulkan penurunan penerimaan devisa, terbatasnya kesempatan kerja, serta kesempatan untuk berusaha di sektor pariwisata.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 13 Juni 2022, terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 74,84 persen pada tahun 2020 hingga ke angka 4 juta wisatawan saja. Sementara itu jumlah wisatawan nusantara ada sekitar 518 juta jiwa sepanjang tahun 2020.

Lantas bagaimana statisti terkait sektor pariwisata Indonesia di tengah-tengah pandemi? Objek wisata apa saja yang bertahan dan berapa jumlah pekerja di sektor pariwisata Indonesia selama krisis pandemi Covid-19?

Terdapat lebih dari 2.500 objek wisata komersial di Indonesia pada 2020

Berdasarkan data dari BPS, terdapat sebanyak 2.552 perusahaan objek daya tarik wisata komersial di Indonesia sepanjang tahun 2020. Adapun objek wisata tersebut terbagi dalam 6 kategori.

Jumlah objek wisata komersial di Indonesia berdasarkan jenis kelompok tahun 2020 | GoodStats

Objek daya tarik wisata buatan mendominasi di peringkat pertama dengan total sebanyak 1.003 perusahaan pada tahun 2020. Diikuti oleh objek wisata alam di posisi ke-2 dengan jumlah sebanyak 651 perusahaan.

Posisi ke-3 diraih oleh wisata tirta dengan raihan sebanyak 530 perusahaan sepanjang tahun 2020. Sementara itu, posisi ke-4 diraih oleh daya tarik wisata budaya dengan total 236 perusahaan objek wisata dan kawasan pariwisata di posisi ke-5 dengan 92 perusahaan. Terakhir, posisi ke-6 ditempati oleh taman hiburan dan rekreasi dengan total sebanyak 40 perusahaan.

Jawa Barat menjadi provinsi yang terbanyak memiliki keenam jenis kelompok objek daya tarik wisata. Diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah di posisi berikutnya. Adapun kelompok jenis daya tarik wisata buatan paling banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Kelompok jenis wisata alam terbanyak berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berikutnya, kelompok wisata tirta paling banyak ditemukan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.

Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan kelompok daya tarik wisata budaya terbanyak. Pada kelompok jenis wisata kawasan pariwisata, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menjadi jawaranya serta kelompok daya tarik wisata taman hiburan dan rekreasi paling banyak terdapat di Jawa Tengah.

Di sisi lain, sebanyak 1.865 objek wisata atau sebesar 73,08 persen dikelola oleh pihak swasta, sedangkan sebanyak 556 objek wisata (21,79 persen) dikelola oleh pemerintah daerah. Berikutnya, 72 objek wisata (2,82 persen) dikelola oleh otorita dan sisanya 59 objek wisata (2,31 persen) dikelola oleh pemerintah pusat.

Pariwisata didominasi wisatawan dalam negeri

Sementara itu berkaca dari jumlah pengunjung sektor pariwisata di Indonesia sepanjang tahun 2020, mayoritas merupakan pengujung dalam negeri dibandingkan dengan pengunjung asing. Jumlah pengunjung Indonesia mencapai angka 193,63 juta orang, mencakup 98,22 persen dari total pengunjung sepanjang tahun 2020.

Sementara itu jumlah pengunjung asing angkanya hanya mencapai 3,51 juta orang atau 1,78 persen dari total pengunjung sektor pariwisata Indonesia tahun 2020.

Meskipun didominasi oleh pengunjung Indonesia, namun terdapat provinsi yang memiliki jumlah pengunjung asing lebih banyak dibandingkan pengunjung Indonesia yakni Bali. Jumlah pengunjung asing di Bali mencapai 9,11 juta orang dengan persentase sebesar 52,84 persen dari total pengunjung di Bali sepanjang tahun 2020.

Jawa Timur miliki tenaga kerja di objek wisata komersial terbanyak

Sepanjang tahun 2020, terdapat sebanyak 41.713 tenaga kerja pada perusahaan objek wisata komersial di Indonesia. Jawa Timur berhasil menduduki peringkat pertama provinsi dengan jumlah tenaga kerja di objek wisata komersial terbanyak yakni 7.267 jiwa.

10 provinsi dengan tenaga kerja di objek wisata komersial terbanyak tahun 2020 | GoodStats

Jawa Barat menyusul di posisi ke-2 dengan raihan 6.661 tenaga kerja di objek wisata komersial dan posisi ke-3 diraih oleh Jawa Tengah dengan 6.363 tenaga kerja. Sementara itu, provinsi yang terkenal akan pariwisatanya, Bali menempati posisi ke-4 dengan total 4.049 tenaga kerja di objek wisata komersial pada tahun 2020.

Ibu kota Indonesia, DKI Jakarta kemudian menempati posisi ke-5 dengan total 3.731 pekerja di objek wisata komersial. Adapun secara berurutan di posisi ke-6 hingga ke-10 diraih oleh DI Yogyakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan Banten.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Tembus 930 Kasus pada 14 Juni, Kasus Covid di Indonesia Terus Meningkat dalam Dua Pekan Terakhir
Artikel Selanjutnya Sering Liburan? Intip 6 Startup Hotel dan Perjalanan Terpopuler di Indonesia 2022
Konten Terkait