Respons Indonesia terhadap konflik Iran–AS–Israel menunjukkan upaya menjaga posisi netral dengan mendorong diplomasi dan membuka peluang mediasi, sambil tetap fokus pada perlindungan WNI serta menjaga stabilitas energi dan ekonomi dalam negeri.
Di ruang digital, percakapan publik didominasi sentimen netral namun emosi seperti marah dan sedih tetap muncul, terutama dipicu kekhawatiran eskalasi perang serta dampak global seperti potensi krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.