Daftar Klub dengan Koleksi Kartu Kuning Terbanyak di Liga 1 Musim 2021/2022

Sang runner-up, Persib Bandung menjadi klub yang mengoleksi kartu kuning terbanyak sepanjang musim ini dengan total 87 kartu.

Daftar Klub dengan Koleksi Kartu Kuning Terbanyak di Liga 1 Musim 2021/2022 Persib Bandung menjadi klub dengan koleksi kartu kuning terbanyak di Liga 1 musim 21/22 | Dok: Liga Indonesia Baru

Gelaran BRI Liga 1 Indonesia musim 2021/2022 telah usai pada akhir Maret lalu (31/3) dan menghasilkan nama Bali United sebagai juara, diikuti oleh Persib Bandung di posisi kedua. Selain itu, Liga 1 musim ini juga membawa tiga klub yang terpaksa harus turun kasta ke Liga 2 di musim depan, yakni Persiraja Banda Aceh, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura.

Di samping itu, Liga 1 musim ini juga berjalan cukup keras. Sepanjang 34 pekan, terdapat 1.261 kartu kuning dan 57 kartu merah berhasil dikeluarkan wasit dari kantongnya. Jika dirata-rata, setidaknya wasit mengeluarkan lebih dari 37 kartu kuning dan 1 kartu merah di setiap pekannya. Lalu, siapakah klub dengan jumlah kartu kuning terbanyak sepanjang Liga 1 musim ini?

Persib Bandung menjadi klub dengan koleksi kartu kuning terbanyak sepanjang musim 21/22 | GoodStats

Persib Bandung (87)

Sang runner-up, Persib Bandung menjadi klub yang mengoleksi kartu kuning terbanyak sepanjang musim ini dengan total 87 kartu. Jika dirata-rata, jumlah kartu kuning Maung Bandung ada di angka 2,56 per laga.

Rekrutan anyarnya, Marc Klok menjadi pemain yang paling banyak menyumbang kartu kuning untuk Persib. Dari total 27 penampilannya, pemain yang dijuluki Maung Klok ini telah diganjar 11 kartu kuning, disusul Ardi Idrus di peringkat kedua dengan sembilan kartu kuning dari total 25 penampilan.

PSIS Semarang (85)

Klub yang berhasil finis di peringkat tujuh, PSIS Semarang menjadi klub kedua terbanyak yang berhasil mengoleksi kartu kuning di musim ini dengan jumlah 85 kartu. Jonathan Cantillana menjadi pemain yang menyumbang kartu kuning paling banyak di kubu Laskar Mahesa Jenar, yakni 10 kartu dari total 26 penampilannya.

Eka Febri menjadi pemain kedua yang mengoleksi kartu kuning terbanyak di PSIS dengan sembilan kartu dari total 20 penampilan, diikuti oleh Finky Pasamba di posisi tiga dengan delapan kartu dari total 23 penampilan.

Arema FC & Bhayangkara FC (77)

Arema FC dan Bhayangkara FC mengoleksi kartu kuning dengan jumlah yang sama, yakni 77 kartu. Rata-rata koleksi kartu kuning kedua tim ini ada di angka 2,26 kartu per laganya. Kartu kuning terbanyak Singo Edan dikoleksi oleh Diego Michiels, Hanif Sjahbandi, dan Renshi Yamaguchi. Ketiga pemain tersebut masing-masing mengoleksi tujuh kartu kuning sepanjang 34 pekan.

Sementara itu, kartu kuning terbanyak di kubu Bhayangkara FC dikoleksi oleh Jajang Mulyana dengan sembilan kartu kuning dari 17 penampilannya, diikuti oleh top skor bagi Bhayangkara FC, Ezechiel Ndouasel dengan delapan kartu kuning dari total 22 penampilan. Ezechiel juga menjadi pemain yang melakukan pelanggaran terbanyak di Bhayangkara FC, yakni 85 kali sepanjang musim berlangsung.

PSM Makasssar (75)

Salah satu klub yang berhasil selamat dari jurang degradasi, PSM Makassar menjadi klub kelima dengan koleksi kartu kuning terbanyak di musim ini, yakni 75 kartu. Abdul Rachman menjadi penyumbang terbanyak dengan sembilan kartu kuning dari total 24 penampilan, diikuti oleh senior lainnya, Zulkifli Syukur dengan delapan kartu kuning dari total 23 penampilan.

Musim ini, PSM hanya berhasil memenangkan delapan laga, imbang di 14 laga, dan kalah di 12 laga. Angka ini tentu perlu menjadi evaluasi bagi manajemen, mengingat pada musim ini klub yang dijuluki Juku Eja ini menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang AFC Cup bersama Bali United.

Persik Kediri & Persiraja Banda Aceh (72)

Sang Macan Putih, Persik Kediri menjadi klub keenam dengan koleksi kartu kuning terbanyak di musim ini dengan total 72 kartu bersama dengan salah satu klub degradasi, Persiraja Banda Aceh. Bek berusia 24 tahun, Risna Prahalabenta menjadi kolektor kartu kuning terbanyak Persik dengan total 11 kartu dari 28 penampilannya. Pada musim ini, Persik berhasil finis di posisi 11 dengan total sembilan kemenangan.

Sementara itu, Mohammad Rifaldi menjadi penyumbang kartu kuning terbanyak bagi Persiraja dengan total delapan kartu dari 28 penampilannya. Menjadi juru kunci, pada musim ini Persiraja hanya berhasil memenangkan dua pertandingan dari total 34 pekan. Kemenangan itu mereka dapatkan ketika menjamu PS Sleman di putaran pertama dan Persija Jakarta di putaran kedua.

Borneo FC & Persita Tangerang (70)

Borneo FC dan Persita Tangerang sama-sama mengoleksi 70 kartu kuning pada musim ini. Kartu kuning terbanyak Borneo FC disumbang oleh Rifad Marasabessy dengan total delapan kartu dari 22 penampilannya, diikuti oleh Nuriddin Davronov dengan total tujuh kartu dari 15 penampilannya.

Sementara itu, kartu kuning terbanyak Persita Tangerang dikoleksi oleh Agung Prasetyo dengan total delapan kartu dari 23 penampilan, dibuntuti oleh Mohammad Edo dengan total tujuh kartu dari dari 22 penampilannya bersama Laskar Cisadane. Pada musim ini, Borneo FC berhasil finis di peringkat enam, sedangkan Persita hanya berhasil finis di peringkat 12.

Persela Lamongan & Persikabo 1973 (67)

Persela Lamongan dan Persikabo 1973 menjadi klub kesepuluh dengan jumlah koleksi kartu kuning terbanyak di musim ini, yakni 67 kartu. Bek berusia 26 tahun, Mochamad Zaenuri menjadi penyumbang kartu kuning terbanyak bagi Persela dengan total tujuh kartu kuning dari total 25 penampilannya. Persela sendiri telah melakukan pelanggaran sebanyak 476 kali di musim ini.

Sementara itu, jumlah kartu kuning terbanyak Persikabo disumbang oleh Manahati Lestusen dengan total 13 kartu kuning dari 28 penampilannya. Tak hanya di klubnya, angka ini juga menjadikan Lestusen sebagai pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak di Liga 1 musim ini. Persikabo berhasil finis di posisi ke-10 pada musim ini dengan rincian masing-masing 10 kali menang dan imbang, serta 14 kekalahan.

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Dampak Perang Rusia-Ukraina bagi Perekonomian Indonesia
Artikel Selanjutnya 10 Negara Paling Bahagia di Dunia 2022, Indonesia Termasuk?
Konten Terkait