Siap-Siap, 43% Publik RI Rencana Mudik 2-6 Hari Sebelum Idulfitri 2026

Mayoritas publik Indonesia akan mudik mendekati Idulfitri. Pemerintah terapkan WFA untuk antisipasi arus mudik.

Siap-Siap, 43% Publik RI Rencana Mudik 2-6 Hari Sebelum Idulfitri 2026 Ilustrasi Mudik 2024 | Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah
Ukuran Fon:

Tradisi mudik Lebaran tetap menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia. Selain sebagai ajang silaturahmi, pemilihan waktu untuk pulang kampung juga mencerminkan pola perencanaan dan strategi warga dalam menghindari kepadatan arus mudik.

Menurut survei Yougov, mayoritas responden merencanakan mudik pada rentang 2–6 hari sebelum Idulfitri, dengan persentase mencapai 43%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memilih waktu yang relatif mendekati hari raya, namun tidak terlalu mepet, guna menyeimbangkan kebutuhan persiapan di kampung halaman dan upaya menghindari puncak kemacetan.

Rencana mudik publik RI 2026 | GoodStats
Rencana mudik publik RI 2026 | GoodStats

Baca Juga: Catatan Mudik Lebaran 2025: Tak Seramai Sebelumnya & Lebih Lancar

Sementara itu, 16% responden memilih mudik 2–6 hari setelah Idulfitri. Kelompok ini lebih mempertimbangkan strategi arus balik terbalik guna menghindari lonjakan volume kendaraan sebelum hari H. Fenomena ini juga mengindikasikan adanya fleksibilitas waktu kerja atau cuti di sebagian kalangan pekerja.

Adapun 13% responden menyatakan akan mudik tepat saat Idulfitri. Pilihan ini umumnya diambil oleh mereka yang memiliki keterbatasan waktu cuti atau jarak tempuh relatif dekat, sehingga tetap memungkinkan tiba di kampung halaman pada hari raya.

Jika ditarik lebih jauh, terdapat pula responden yang merencanakan mudik jauh-jauh hari. Sebanyak 11% memilih berangkat 7–13 hari sebelum Idulfitri, 6% bahkan berencana pulang 14 hari atau lebih sebelum Lebaran. Kelompok ini cenderung memiliki fleksibilitas waktu lebih besar atau ingin benar-benar menghindari kepadatan arus mudik.

Di sisi lain, mudik dalam rentang lebih lama setelah Idulfitri relatif lebih kecil. Hanya 4% responden yang memilih pulang 14 hari atau lebih setelah Lebaran, dan 3% dalam rentang 7–13 hari setelah Idulfitri. Sebanyak 3% lainnya memiliki rencana berbeda yang tidak termasuk dalam kategori waktu yang tersedia.

Secara keseluruhan, pola ini memperlihatkan bahwa konsentrasi pergerakan masyarakat masih akan terjadi pada periode menjelang Idulfitri, khususnya dalam kurun kurang dari satu minggu sebelum hari raya. Artinya, potensi kepadatan arus mudik kemungkinan tetap terpusat pada fase pra-Lebaran, meskipun terdapat sebagian masyarakat yang mulai mendistribusikan waktu keberangkatan ke periode setelah Idulfitri.

Guna mewaspadai kemacetan selama arus mudik, pemerintah resmi menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) pada 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026.

"Pemerintah menerapkan skema kerja work from anywhere, bukan libur ya, ini clear work from anywhere atau flexible working arrangement. Itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret. Itu 5 hari. Nanti detailnya akan disampaikan oleh Ibu Menpan-RB dan Menteri Tenaga Kerja. Bagi pegawai ASN akan ada Surat Edaran dan juga pekerja swasta juga akan ada Surat Edaran dari Menaker," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan bahwa pelaksanaan WFA ini tidak akan memotong cuti tahunan hingga gaji karyawan.

"Pekerja atau buruh yang melaksanakan WFA tetap menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas dan kewajiban. Oleh karena itu pelaksanaan WFA tidak diperhitungkan sebagai cuti tahunan. Upah selama WFA diberikan sesuai dengan upah yang diterima saat melaksanakan pekerjaan di tempat biasa bekerja atau sesuai dengan upah yang diperjanjikan," tuturnya.

Adapun survei Yougov ini dilakukan pada November 2025 melalui kuesioner daring terhadap 2.012 responden orang dewasa di Indonesia. Responden terpilih berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kelas sosial ekonomi untuk merepresentasikan populasi secara menyeluruh.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2025, Jawa Tengah Jadi Provinsi Tujuan Teramai Pemudik

Sumber:

https://yougov.com/articles/53908-indonesias-2026-ramadan-mudik-outlook-top-travel-periods-transport-modes-and-booking-methods

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Tren Pertumbuhan Jumlah ASN 10 Tahun Terakhir

Jumlah PPPK terus meningkat hingga Juli 2025 menjadi 1,55 juta. Sementara jumlah PNS menurun menjadi 3,67 juta.

Jumlah ASN Menurut Jenis Kelamin dan Generasi per Semester I 2025

Perempuan mendominasi komposisi ASN dengan total mencapai 2,97 juta orang. Sementara generasi paling dominan adalah Gen Y dengan 2,95 juta.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook