Sering Liburan? Intip 6 Startup Hotel dan Perjalanan Terpopuler di Indonesia 2022

Memadatnya kembali arus perjalanan pariwisata pasca pandemi berpotensi mendorong pertumbuhan startup di bidang hotel dan perjalanan secara lebih pesat.

Sering Liburan? Intip 6 Startup Hotel dan Perjalanan Terpopuler di Indonesia 2022 Ilustrasi aplikasi layanan perjalanan online | Africa Studio/Shutterstock

Kondisi perekonomian yang membaik dan mulai dibukanya penerbangan internasional pasca 2 tahun pandemi menjadi kesempatan emas bagi sektor pariwisata untuk bertumbuh kembali. Terlebih, kini peran platform digital memainkan peran apik dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Dalam laporan e-Conomy SEA 2021 disebutkan bahwa Indonesia menerima 21 juta pengguna baru layanan aplikasi online selama masa pandemi. Ekonomi digital Indonesia berdasarkan gross merchandise value (GMV) pada tahun 2021 tumbuh sangat pesat dibandingkan secara year-on-year (YoY) dengan tahun 2020. Terjadi peningkatan sebesar 49 persen dari 47 miliar dolar AS menjadi 70 miliar dolar AS pada tahun 2021.

Tentunya, digitalisasi layanan online juga meliputi sektor pariwisata Indonesia. Seiring arus pariwisata kembali memadat oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, aplikasi layanan hotel dan perjalanan online pun kian populer.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh DailySocial.id pada tahun 2022, sebesar 45 persen responden menyadari keberadaan startup yang bergerak di bidang hotel dan perjalanan. Pada kuartal I (Q1) tahun 2022 ini, startup hotel dan perjalanan mana sajakah yang memperoleh popularitas tertinggi?

6 startup hotel dan perjalanan paling populer di Indonesia pada Q1 tahun 2022 | GoodStats

1. Traveloka

Traveloka berhasil meraih peringkat pertama startup kategori hotel dan perjalanan terpopuler di Indonesia pada Q1 tahun 2022. Adapun persentase popularitasnya mencapai 99 persen, yang artinya hampir seluruh responden mengetahui adanya platform Traveloka.

Didirikan sejak tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang, Traveloka berhasil menjadi top of mind aplikasi layanan online yang menawarkan jasa di bidang hotel dan perjalanan seperti pemesanan tiket pesawat, kereta api, hotel, hingga atraksi hiburan.

Berkembang menuju SuperApp, Traveloka juga menyediakan berbagai layanan lifestyle seperti pemesanan makanan secara online hingga kebutuhan rumah tangga seperti pembelian pulsa maupun voucher listrik, dan sebagainya.

Sejak tahun 2015, Traveloka telah berekspansi ke negara-negara di seputar Kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam Thailand, Filipina, dan juga hingga Australia. Kini Traveloka berstatus sebagai startup unicorn dengan nilai valuasi sekitar 3 miliar dolar AS.

2. Tiket.com

Tiket.com meraih posisi ke-2 startup hotel dan perjalanan terpopuler di Indonesia pada Q1 tahun 2022 dengan persentase popularitas sebesar 97 persen. Bersaing dengan Traveloka, hampir seluruh responden mengetahui keberadaan aplikasi online travel agency (OTA) Tiket.com merupakan OTA pertama di Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2011 dan kini telah mengembangkan berbagai layanan hotel dan perjalanan secara online seperti pemesanan tiket pesawat, hotel, kereta, dan sebagainya. Wenas Agusetiawan, Gaery Undarsa, Dimas Surya, dan Natali Ardianto merupakan pendiri startup Tiket.com yang kini memiliki nilai valuasi sekitar 1 miliar dolar AS.

3. Pegipegi

Posisi ke-3 diraih oleh startup Pegipegi dengan persentase sebesar 93 persen. Pegipegi berdiri sejak 7 Mei 2012 dengan dukungan dari 3 perusahaan yakni PT Alternative Media (AMG), Recruit Holdings, dan Altavindo.

Pegipegi pertama kali hadir sebagai OTA yang bergerak dibidang pemesanan hotel. Sejak Agustus 2013, Pegipegi melebarkan sayap dengan membuka layanan pemesanan tiket pesawat secara online dan hingga kini terus mengembangkan berbagai layanan perjalanan lainnya seperti bus dan travel hingga travel guide.

4. RedDoorz

RedDoorz berhasil menempati posisi ke-4 dengan popularitas sebesar 81 persen. RedDoorz merupakan startup hotel serta merek penginapan yang didirikan di Jakarta dan berkantor pusat di Singapura. Berdiri sejak tahun 2015, dalam kurun waktu 4 tahun RedDoorz berekspansi ke negara-negara lain seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina dengan kisaran 1.500 cabang di lebih dari 1.000 kota.

Adapun RedDoorz didirikan oleh Amit Saberwal yang juga merupakan chief executive officer (CEO) RedDoorz bersama dengan Asheesh Saxena.

5. OYO

Posisi ke-5 diraih oleh startup jaringan layanan perhotelan OYO dengan persentase popularitas sebesar 78 persen.

OYO didirikan pada tahun 2013 di India oleh Ritesh Agarwal dan kini telah memiliki sekitar 8.500 hotel yang tersebar tidak hanya di India namun juga di negara Asia lainnya seperti Indonesia, Malaysia, Nepal, dan China. OYO sendiri mulai hadir di Indonesia sejak Oktober 2018.

6. Bobobox

Terakhir di posisi ke-6 terdapat startup Bobobox yang memiliki persentase popularitas sebesar 41 persen pada Q1 tahun 2022. Dikenal sebagai penyedia layanan hotel kapsul, Bobobox didirikan pada tahun 2017 dan resmi meluncurkan hotel kapsul pertamanya pada Juli 2018, tepatnya di Bandung.

Bobobox mengusung desain kapsul minimalis dengan pemanfaatan teknologi konektivitas antara ruangan-ruangannya melalui aplikasi seluler berbasis internet of things (IoT). Bobobox didirikan oleh Indra Gunawan dan Antonius Bong dengan dibantu oleh founding team yang terdiri dari Frans Risky, Hafidz Syahrial, Ahmad Qois, Agung Mahesa, dan Brian Andrianto.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Terpukul Akibat Pandemi, Bagaimana Perkembangan Sektor Pariwisata Indonesia?
Artikel Selanjutnya 10 Dompet Digital Paling Populer, Siapa Pemenangnya?
Konten Terkait