Nasional

Nilai Transaksi Kopdes Merah Putih Tembus Rp62,1 Miliar, Produk Apa yang Paling Banyak Dibeli Masyarakat?

Nilai transaksi Kopdes Merah Putih mencapai Rp62,1 miliar dengan 57.132 transaksi. Simak daftar produk terlaris berdasarkan data transaksi penjualan.

Nilai Transaksi Kopdes Merah Putih Tembus Rp62,1 Miliar, Produk Apa yang Paling Banyak Dibeli Masyarakat?

Koperasi Desa Merah Putih | Laman Kementerian UMKM

Nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya aktivitas ekonomi di tingkat desa. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang diakses pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 09.00 WIB, total volume transaksi KDKMP telah mencapai 57.132 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp62.126.875.122 atau sekitar Rp62,1 miliar.

Melalui jaringan koperasi tersebut, masyarakat dapat membeli beragam kebutuhan, mulai dari pupuk, beras, minyak goreng, LPG 3 kg, susu, buah-buahan, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Di antara seluruh produk yang dipasarkan, Pupuk NPK Phonska menjadi produk paling laris berdasarkan volume transaksi. Komoditas ini mencatat 8.178.733 transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp15,09 miliar, menandakan tingginya kebutuhan petani terhadap sarana produksi pertanian yang tersedia melalui Kopdes Merah Putih.

Baca Juga: Total 83.381 Koperasi Desa Merah Putih Telah Terbentuk, Ini Daftar Provinsi dengan NIB dan NPWP Terbanyak

Daftar Produk Terlaris di Kopdes Merah Putih Berdasarkan Volume dan Nilai Transaksi

Berikut daftar 10 produk dengan volume transaksi terbesar di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih per (22/7/2026).

Daftar Produk Terlaris di Koperasi Desa Merah Putih per 22 Juli 2026
Daftar 10 Produk Terlaris di Koperasi Desa Merah Putih | GoodStats

Data transaksi Simkopdes memperlihatkan bahwa produk pertanian, khususnya pupuk, masih menjadi komoditas yang paling banyak dibeli masyarakat melalui Kopdes Merah Putih. Dua jenis pupuk, yakni Pupuk NPK Phonska dengan volume transaksi mencapai 8.178.733 dan nilai transaksi sebesar Rp15,09 miliar. Posisi kedua ditempati Pupuk Urea N 46% yang mencatat 6.206.994 transaksi dengan nilai transaksi Rp11,27 miliar

Sementara itu, kategori Barang Lainnya berada di peringkat ketiga dengan 533.814 transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp8,03 miliar

Selain pupuk, komoditas kebutuhan pokok rumah tangga juga menjadi penyumbang transaksi yang signifikan. Produk seperti Beras Medium SPHP 5 kg menempati urutan keempat dengan 57.093 transaksi senilai Rp2,56 miliar. Selanjutnya, beras reguler mencatat 27.803 transaksi dengan nilai Rp1,15 miliar, disusul Gas LPG 3 kg yang membukukan 26.366 transaksi dengan nilai transaksi Rp494,54 juta

Adapun Beras SPHP berada di posisi ketujuh dengan 15.991 transaksi dan nilai transaksi Rp936,98 juta. Produk Sunco Minyak Goreng 2 Liter mencatat 11.501 transaksi dengan nilai Rp517,01 juta, sementara buah anggur membukukan 8.984 transaksi dengan nilai transaksi Rp628,88 juta. Melengkapi daftar 10 besar, Susu Ultramilk 125 ml mencatat 4.054 transaksi dengan nilai transaksi sekitar Rp517,01 juta. 

Ribuan Gerai Kopdes Merah Putih Sudah Beroperasi, Pemerintah Perkuat Transparansi Lewat Simkopdes 

Meningkatnya nilai transaksi Kopdes Merah Putih sejalan dengan bertambahnya jumlah gerai yang mulai beroperasi di berbagai daerah. Berdasarkan paparan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (15/7/2026), pemerintah terus mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) sebagai dashboard untuk memantau aktivitas koperasi secara lebih transparan.

Melalui dashboard tersebut, pemerintah dan masyarakat dapat memantau berbagai indikator, mulai dari stok barang, transaksi penjualan, hingga distribusi barang subsidi di setiap koperasi. Sistem ini juga diharapkan menjawab kebutuhan akan keterbukaan informasi mengenai perkembangan program Kopdes Merah Putih yang kini telah tersebar di puluhan ribu desa dan kelurahan. 

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, turut menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan program Kopdes Merah Putih. Menurutnya, seluruh aspek operasional, termasuk pengadaan barang, perlu didukung oleh sistem informasi yang dapat diakses dan dipantau secara terbuka. 

Salah satu isu yang dibahas dalam rapat itu adalah kabar mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk Kopdes Merah Putih dengan nilai anggaran yang disebut mencapai Rp1,8 triliun. Mufti mempertanyakan kejelasan informasi terkait rencana pengadaan tersebut.

"Kami mencari informasi, tapi tidak mendapatkan satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini," ujar Mufti Anam dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, seperti dikutip dari IDN Financials Rabu (15/7/2026). 

Baca Juga: Warga RI Cium Potensi Korupsi di Koperasi Merah Putih

Sumber:

https://simkopdes.go.id/pers/dashboard

Penulis: Helni Sadiyah Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?