Meski Ramai Fenomena Klitih, Jogja Masih Jadi Destinasi Favorit Masyarakat 2023

Berdasarkan survei Jakpat, mayoritas responden (54,4%) masih tetap ingin pergi berlibur ke Jogja di tengah maraknya fenomena klitih di kota itu.

Meski Ramai Fenomena Klitih, Jogja Masih Jadi Destinasi Favorit Masyarakat 2023 Foto Tugu Yogyakarta | Avin Wicaksono/Shutterstock

Akhir-akhir ini, Yogyakarta ramai dibicarakan karena maraknya fenomena klitih yang terjadi di kota tersebut. Publik merasa resah akan fenomena ini, karena klitih sangat identik dengan tindak kekerasan serta pembunuhan menggunakan benda tajam.

Klitih sering dikaitkan dengan begal karena keduanya sama-sama merupakan tindak kriminal untuk menyakiti korbannya. Bedanya, begal dilakukan dengan tujuan untuk merampas benda atau harta yang dimiliki oleh korban.

Sedangkan, klitih dilakukan untuk melukai atau melumpuhkan korbannya dengan kekerasan menggunakan benda tajam, seperti pedang, golok, dan lainnya. Tidak ada alasan yang jelas di balik penyerangan ini. Kebanyakan pelaku melakukan hal ini lantaran hanya ingin mendapatkan pengakuan dari teman-temannya.

Menanggapi ramainya tindak kejahatan ini, Jajak Pendapat (Jakpat) melakukan sebuah survei untuk melihat respons masyarakat. Yogyakarta dikenal akan destinasi tempat wisata dan kulinernya yang unik dan beragam.

Berdasarkan hasil survei Jakpat, Yogyakarta berada di peringkat kedua dalam daftar kota yang ingin dikunjungi saat liburan dengan persentase sebesar 44,2% responden. Sementara, Bali berada di posisi puncak dengan persentase mencapai 55,2% responden.

Persentase responden yang ingin pergi ke Yogyakarta di tengah banyaknya berita buruk mengenai klitih | Goodstats

Sehubungan dengan banyaknya masyarakat yang memilih Yogyakarta sebagai destinasi yang paling diminati, ternyata sebagian besar responden (54,4%) memilih untuk tetap pergi ke Yogyakarta meskipun kasus klitih masih banyak terjadi di kota tersebut.

Adapun, 30,3% responden lainnya mengaku merasa agak takut dan khawatir mengenai maraknya tindak kekerasan tersebut. Sedangkan, 14,6% responden lainnya memilih untuk mencari kota atau daerah lain sebagai tempat berlibur jika pemberitaan mengenai klitih masih banyak ditemukan di Yogyakarta.

Sebagai informasi, survei tersebut dilaksanakan pada periode 7 Juni 2022 secara online melalui aplikasi Jakpat terhadap sebanyak 1.411 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Survei ini memungkinkan responden untuk memilih lebih dari satu jawaban (multiple answers).

Di samping itu, Jakpat juga meriset tentang wisata yang ingin dikunjungi responden ketika pergi berlibur. Hasilnya, mayoritas (86%) memilih destinasi wisata alam sebagai wisata yang paling diminati. Diikuti oleh wisata kuliner di posisi kedua dengan persentase sebesar 68% responden.

Selanjutnya, responden juga memilih pilihan wisata lainnya, yaitu wisata taman hiburan/amusement park (39,6%), wisata kerajinan atau museum (36,2%), wisata perbelanjaan (33,2%), serta wisata religi (22,2%). Sementara, sebagian kecil responden memilih opsi lainnya dengan persentase 0,8%.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Editor

Konten Terkait

Ketimpangan Gender Indonesia Makin Tipis, Kesetaraan di Depan Mata

Apakah kesetaraan gender di Indonesia dapat dicapai dalam waktu dekat?

Pengangguran Indonesia Turun 0,79 Juta Penduduk

Jumlah pengangguran di Indonesia menurun perlahan, bersamaan dengan meningkatnya pekerja dengan tamatan pendidikan diploma dan sarjana.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X