Menelaah Sektor Perdagangan Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Meskipun pandemi Covid-19 mengakibatkan pertumbuhan sektor perdagangan anjlok, sektor ini masih menjadi tulang punggung utama ekonomi di Indonesia.

Menelaah Sektor Perdagangan Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia Ilustrasi pengusaha | TimeImage Production/Shutterstock

Meskipun mengalami penurunan yang signifikan mencapai 8,32 poin pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, sektor perdagangan tetap bertahan menjadi sektor dominan penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar ke-3 setelah sektor pertanian dan industri manufaktur.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor perdagangan menyumbang 12,93 persen terhadap PDB Indonesia pada tahun 2020. Namun bila meninjau lebih jauh, dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2019 laju pertumbuhan sektor perdagangan selalu berada di atas sektor dominan lainnya.

Kemudian dari sisi penyerapan tenaga kerja, proporsi tenaga kerja sektor perdagangan dibandingkan keseluruhan tenaga kerja di Indonesia ialah sebesar 19,23 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor perdagangan masih diandalkan sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat Indonesia.

10 Perusahaan Teknologi Indonesia dengan Jumlah Karyawan Baru Terbanyak 2021

Karakteristik sektor perdagangan Indonesia di tengah pandemi

Secara nasional, total jumlah usaha di sektor perdagangan ialah sebanyak 129.137 usaha pada tahun 2020. Kelompok perdagangan eceran bukan mobil dan motor menguasai dengan jumlah 71.186 usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebaran jumlah usaha di sektor perdagangan Indonesia tahun 2020 | Agaphier/GoodStats

Berdasarkan wilayah, pulau Jawa unggul dalam jumlah usaha di sektor perdagangan. Sebanyak 44.734 usaha tersebar di seluruh wilayah Jawa. Disusul Sumatra di posisi ke-2 dengan total 40.363 usaha, dan Kalimantan di posisi ke-3 dengan 14.895 usaha.

Sementara berbicara soal omzet, total omzet di sektor perdagangan mencapai Rp2.353.893 miliar pada tahun 2020. Rata-rata omzet per usaha atau perusahaan sektor perdagangan ialah sebesar Rp18,22 miliar per tahun.

Adapun total omzet usaha wilayah-wilayah di Indonesia mulai dari yang terbesar hingga terkecil di antaranya Jawa-Bali-Nusa Tenggara mencapai Rp1.000,03 triliun, Sumatra sebesar Rp728,54 triliun, Sulawesi Rp280,71 triliun, Kalimantan Rp256,14 triliun, dan Maluku-Papua Rp88,47 triliun.

Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan rata-rata omzet usaha tertinggi di Indonesia pada tahun 2020. Adapun rata-rata omzet yang diraih mencapai Rp35,72 miliar per tahun.

Rata-rata jumlah tenaga kerja per usaha di Indonesia ialah sebanyak 12 orang pada tahun 2020. Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan rata-rata jumlah tenaga kerja per usaha terbanyak di Indonesia yakni sebanyak 18 orang. Adapun rata-rata balas jasa per pekerja yakni sebesar Rp38,20 juta per tahun.

Menilik Ambisi Indonesia dalam Industri Kendaraan Listrik

Kalimantan Selatan dominasi jumlah pengusaha muda Indonesia

Secara demografi, rata-rata umur pengusaha laki-laki di Indonesia ialah 45 tahun sementara perempuan rata-rata berusia 43 tahun. Sebanyak 1 dari 5 pengusaha di sektor perdagangan, atau sekitar 20 persen merupakan pengusaha berjenis kelamin perempuan

Sebesar 39 persen pendidikan terakhir pengusaha ialah pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-derajat dan 28 persen merupakan lulusan Diploma IV (DIV) dan Strata 1 (S1). Sementara itu, 11 persen di antaranya merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Meskipun rata-rata pengusaha di Indonesia berusia 45 tahun, bibit-bibit pengusaha muda terus bermunculan setiap tahunnya. Seseorang dikatakan sebagai pengusaha muda apabila memiliki usia kurang dari 30 tahun saat merintis usaha.

Provinsi dengan persentase pengusaha muda tertinggi di Indonesia tahun 2020 | Agaphier/GoodStats

Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan persentase pengusaha muda tertinggi di Indonesia pada tahun 2020. Adapun persentase jumlah pengusaha muda di Kalimantan Selatan ialah sebesar 16,53 persen.

Posisi ke-2 diraih oleh Sulawesi Utara dengan persentase jumlah pengusaha muda sebesar 14,4 persen. Bersaing tipis, Kalimantan Timur menempati posisi ke-3 dengan persentase pengusaha muda sebesar 14,37 persen.

Selanjutnya ke provinsi paling timur Indonesia, Papua menempati posisi ke-4 dengan persentase pengusaha muda sebesar 13,88 persen. Gorontalo kemudian menyusul di posisi ke-5 dengan persentase pengusaha muda sebesasr 13,6 persen.

Pengusaha muda menjadi cikal bakal penerus laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di sektor perdagangan. Oleh karena itu, jumlah pengusaha muda di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus agar regenerasi sektor perdagangan Indonesia dapat berjalan lancar dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

GoTo Jadi Startup Indonesia dengan Pendanaan Terbesar Sepanjang 2021

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya 10 Bank dengan Suku Bunga Dasar Kredit Kepemilikan Rumah Terendah 2021
Artikel Selanjutnya Daftar Negara Paling Percaya Terhadap Media 2022, Indonesia Urutan Berapa?
Konten Terkait