10 Perusahaan Teknologi Indonesia dengan Jumlah Karyawan Baru Terbanyak 2021

Pesatnya pertumbuhan industri teknologi di Indonesia berhasil menyerap tenaga kerja baru dalam jumlah yang besar sepanjang tahun 2021.

10 Perusahaan Teknologi Indonesia dengan Jumlah Karyawan Baru Terbanyak 2021 Ilustrasi karyawan perusahaan teknologi Tokopedia | Triawanda Tirta Aditya/Shutterstock

Perusahaan teknologi di Indonesia terus mengalami pertumbuhan pesat, sejalan dengan upaya Indonesia untuk mempercepat transformasi digital dalam berbagai sektor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikutip dari RevoU pada Oktober 2021 lalu mengatakan bahwa saat ini terdapat 2 decacorn, 7 unicorn, dan lebih dari 2.000 startup di Indonesia.

Industri di bidang teknologi menjadi ladang subur, tidak sedikit jumlah sumber daya manusia (SDM) yang terserap ke perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia. Prospek masa depan yang menjanjikan menjadi kunci pesatnya pertumbuhan perusahaan berbasis teknologi.

Digitalisasi merupakan hal yang tidak dapat dielakkan lagi apabila masyarakatnya ingin maju. Pemberdayaan teknologi memudahkan manusia dalam memenuhi beragam kebutuhan hidup dalam berbagai aspek seperti kesehatan, pendidikan, keperluan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Studi yang dilakukan RevoU mendata perusahaan-perusahaan teknologi asal Indonesia dengan pertumbuhan terpesat berdasarkan banyaknya jumlah karyawan terbaru. Adapun hasil kajian diperoleh dari data LinkedIn Premium Insights masing-masing perusahaan yang masuk ke dalam kualifikasi yakni minimal pertumbuhan karyawan 30 persen atau penambahan sebanyak 100 orang.

Perusahaan teknologi asal Indonesia dengan jumlah karyawan baru terbanyak 2021 | Angelia/GoodStats
Lagi, Tokopedia Kuasai Takhta eCommerce di Tanah Air

1. Tokopedia

Tokopedia menempati posisi ke-1 perusahaan teknologi asal Indonesia dengan jumlah karyawan baru terbanyak sepanjang tahun 2021. Adapun jumlah karyawan baru yang direkrut oleh perusahaan eCommerce ini sebanyak 1.761 orang.

Pada Desember 2021, total jumlah karyawan yang dimiliki Tokopedia ialah sebanyak 6.639 orang. Pertumbuhan jumlah karyawan di perusahaan ini terhitung naik sebesar 36,10 persen. Hanny selaku Employer Brand Lead Tokopedia mengungkapkan bahwa Tokopedia mengizinkan para karyawannya untuk mengeksplorasi berbagai hal dan terus berinovasi.

2. Ruangguru

Posisi ke-2 ditempati oleh salah satu perusahaan edutech terbesar di Indonesia yakni Ruangguru. Berselisih tipis dengan Tokopedia, sepanjang tahun 2021 Ruangguru tercatat menambahkan sebanyak 1.661 karyawan baru ke dalam perusahaannya.

Adapun persentase pertumbuhan karyawan Ruangguru pada tahun 2021 ialah sebesar 55,40 persen dengan total jumlah karyawan sebanyak 4.659 orang.

Ruangguru aktif meluncurkan berbagai program baru pada tahun 2021 seperti Roboguru, Liga Ruangguru, serta Ruang Literasi Digital yang merupakan mitra strategis bersama pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

3. Gojek

Bagian dari perusahaan merger GoTo yakni Gojek menempati posisi ke-3 dengan jumlah karyawan baru sebanyak 1.316 orang sepanjang 2021. Adapun total jumlah karyawan Gojek pada tahun 2021 sebanyak 23.648 orang dengan kenaikan sebesar 5,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

GoTo berhasil memperoleh penggalangan dana pra-initial public offering (IPO) sebesar 13 miliar dolar AS dari investor pada November 2021. Sebelumnya di bulan Mei 2021, Gojek memperoleh pendanaan seri F sebesar 300 juta dolar AS dari PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

4. SiCepat

Posisi ke-4 ditempati oleh perusahaan sektor logistik SiCepat dengan jumlah karyawan baru pada tahun 2021 sebanyak 1.218 orang. Saat ini SiCepat tercatat memiliki total jumlah karyawan sebanyak 2.585 orang.

Pertumbuhan karyawan SiCepat mengalami kenaikan yang signifikan mencapai 89,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadikan SiCepat masuk ke dalam daftar 10 besar perusahaan dengan pertumbuhan karyawan paling pesat tepat di posisi ke-10.

5. J&T

Posisi ke-5 kembali diisi oleh perusahaan teknologi di sektor logistic J&T. Sepanjang tahun 2021, tercatat sebanyak 953 karyawan baru direkrut masuk ke dalam perusahaan ini.

Adapun total jumlah karyawan J&T pada tahun 2021 ialah sebanyak 5.188 orang dengan pertumbuhan sebesar 22,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah Perusahaan IPO Indonesia Jadi yang Terbanyak di Asia Tenggara 2021

6. Zenius

Perusahaan yang bergerak di bidang edutech ini menempati posisi ke-6 dengan jumlah karyawan baru sebanyak 521 orang pada tahun 2021. Zenius juga menempati posisi ke-5 perusahaan teknologi asal Indonesia dengan pertumbuhan karyawan paling pesat tahun 2021 yakni sebesar 136 persen.

Kini, jumlah karyawan Zenius ialah sebanyak 904 orang, meningkat dengan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 383 orang. Sepanjang tahun 2021, Zenius meluncurkan 3 fitur baru.

Fitur-fitur tersebut di antaranya ZenCore yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) dengan konsep gamifikasi, Zeniusland yang merupakan permainan edukatif dengan target siswa sekolah dasar (SD), dan ZenPro yang ditargetkan untuk para profesional.

7. Shipper

Di antara perusahaan sektor fintech, edutech, maupun eCommerce yang merajarela, perusahaan agregator logistik Shipper mendobrak rekor dengan jumlah karyawan baru sebanyak 447 orang pada tahun 2021, menjadikannya berada di posisi ke-7.

Di samping itu, perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 2017 ini juga menempati posisi ke-7 perusahaan teknologi dengan pertumbuhan karyawan paling pesat yakni sebesar 104,68 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya, kini jumlah karyawan Shipper berjumlah sebanyak 874 orang.

Pada awal tahun 2021, Shipper mengelola sebanyak 161 gudang dan pada akhir tahun mereka berhasil mengelola sebanyak 300 gudang di 35 kota. Dua di antaranya merupakan gudang berbasis teknologi dengan menggandeng LOGOS. Selain itu, Shipper juga menerima pendanaan sebesar 62 juta dolar AS pada April 2021.

8. Halodoc

Sebanyak 337 karyawan baru direkrut oleh Halodoc sepanjang tahun 2021, menjadikannya berada di posisi ke-8. Total jumlah karyawan perusahaan yang berfokus pada layanan telemedicine ini mencapai 1.163 orang.

Halodoc mencatatkan pertumbuhan karyawan sebesar 40,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Industri kesehatan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi digital terpesat mengingat adanya pandemi Covid-19 yang memaksa akselerasi peningkatan kualitas layanan kesehatan utamanya secara digital.

Pada tahun 2021, Halodoc sempat bekerja sama dengan Gojek dalam rangka mendukung program vaksinasi Covid-19.

9. Xendit

Xendit menempati posisi ke-9 perusahaan dengan jumlah karyawan baru terbanyak. Tercatat sepanjang tahun 2021, Xendit menerima karyawan baru sebanyak 307 orang dengan persentase pertumbuhan sebear 104,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan yang bergerak di sektor fintech ini juga berhasil menempati posisi ke-6 perusahaan teknologi asal Indonesia dengan pertubuhan karyawan paling pesat. Dibandingkan tahun sebelumnya, kini total karyawan Xendit berjumlah sebanyak 600 orang. Pada September 2021, Xendit memperoleh pendanaan seri C sebesar 150 juta dolar AS.

10. Blibli

Posisi ke-10 ditempati oleh perusahaan eCommerce Blibli. Sepanjang tahun 2021, Blibli menambahkan karyawan baru sebanyak 289 orang dengan persentase pertumbuhan karyawan sebesar 12,85 persen.

Tercatat pada tahun 2021, total karyawan yang dimiliki anak perusahaan Djarum di bidang digital ini berjumlah sebanyak 2.538 orang.

Kolaborasi Multi-Stakeholder Penuhi Kebutuhan Talenta Digital

Kesejahteraan psikologis karyawan jadi fokus perusahaan saat ini

Tak dapat dipungkiri, semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya work life balance. Kesejahteraan psikologis karyawan menjadi salah satu fokus utama baik pada karyawan maupun pihak perusahaan.

Berdasarkan studi yang dilakukan RevoU ditemukan sejumlah pola yang menjadi tren perusahaan teknologi di Indonesia, di mana tren tersebut berkaitan dengan kesejahteraan psikologis karyawan.

Pertama, ditemukan fakta bahwa work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) menjadi gaya kerja yang disukai. Hal ini tentunya tidak lepas dari pengaruh pandemi. WFH atau WFA menjadi salah satu faktor yang menentukan kepuasan karyawan di tempat kerja.

Beberapa perusahaan yang telah menjalankan sistem WFH atau WFA selama pandemi Covid-19 di antaranya Sayurbox, GudangAda, HappyFresh, dan masih banyak lagi. Kebebasan yang diperoleh dari bekerja secara WFH atau WFA memberikan dampak kesejahteraan psikologis bagi karyawan.

Berikutnya, perusahaan berlomba-lomba meningkatkan employee branding. Pihak perusahaan kini mulai secara aktif mencari talent yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan menggencarkan promosi perusahaan lewat strategi employee branding misal dengan membuat akun sosial media khusus memuat konten tentang berkarir di perusahaan tersebut.

Faktor terpenting berikutnya yang menentukan kepuasan kerja pada karyawan saat ini ialah rekan kerja. Rekan kerja yang menyenangkan, suportif, dan kooperatif menjadi salah satu alasan karyawan nyaman serta mau bertahan di perusahaan tempatnya bekerja.

Terakhir, dukungan yang diberikan perusahaan bagi karyawan saat pandemi Covid-19 turut mendukung tingkat kepuasan kerja pada karyawan. Bantuan yang diberikan oleh pihak perusahaan menjadi salah satu hal yang diapresiasi oleh para karyawan.

Dampaknya, karyawan merasa dihargai oleh pihak perusahaan dan diberikan kesempatan untuk bereksplorasi serta mengembangkan diri. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis sehingga para karyawan lebih betah dan berkomitmen terhadap perusahaan.

Transformasi Digital dan Menyatukan Indonesia di Metaverse

Penulis: Diva Angelia
Editor: Superadmin

Artikel Sebelumnya Pandemi Mereda, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Tahun 2021 Terus Menurun
Artikel Selanjutnya 10 Klub Sepak Bola dengan Valuasi Pemain Tertinggi di Liga 1 Musim 2021/2022
Konten Terkait