Masih Dinamis, Ini Update Terbaru Harga Komoditas Pangan di Pasar Modern per 29 April 2026

Harga komoditas pangan di pasar modern kembali bergerak dinamis. Simak update terbaru harga beras, cabai, hingga telur per 29 April 2026.

Masih Dinamis, Ini Update Terbaru Harga Komoditas Pangan di Pasar Modern per 29 April 2026 Ilustrasi Pasar | Ihsan Adityawarman/pexels.com
Ukuran Fon:

Pergerakan harga komoditas pangan masih menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Fluktuasi harga pangan tidak hanya berdmapak pada daya beli, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi rumah tangga sehari-hari.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategi (PIHPS) yang dikelola oleh Bank Indonesia, harga berbagai komoditas pangan di pasar modern per 29 April 2026 menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Beberapa komoditas terpantau stabil, sementara yang lain masih mengalami tekanan harga.

Baca Juga: Harga LPG Naik 18,75%, Simak Harga LPG Terbaru dan Dampaknya

Data Harga Komoditas Pangan di Pasar Modern 29 April 2026

Harga Kebutuhan Pokok Pangan di Pasar Modern 29 April 2026 | GoodStats
Harga komoditas beras masih di bawah Rp20.000, sementara cabai rawit capai Rp100.000 lebih.

Berdasarkan data PIHPS, harga beras masih berada dalam rentang yang relatif stabik. Beras kualitas medium dibanderol Rp16.600/kg, sementara kualitas super mencapai Rp17.800/kg. Meski masih di bawah Rp20.000, kedua jenis beras ini mengalami kenaikan 2,15% dan 1,71% dari hari sebelumnya.

Pada komoditas minyak goreng, terlihat adanya perbedaan yang cukup mencolok antara minyak curah dan minyak kemasan bermerek. Minyak goreng curah berada di angka Rp20.300/kg, harga ini masih tetap sama seperti hari sebelumnya. Sementara itu, minyak kemasan bermerek naik tipis Rp50 menjadi Rp23.200.

Sementara itu, harga protein hewani menunjukkan fluktuasi yang menarik. Komoditas daging ayam dibanderol Rp50.700/kg, naik 1,91% dari hari sebelumnya. Sementara komoditas daging sapi berada di angka Rp173.300. Komoditas ini menjadi komoditas pangan dengan harga termahal. Meskipun begitu, data PIHPS menunjukkan penurunan harga daging sapi sebesar 1,67%.

Komoditas gula pasir mengalami tekanan. Gula pasir kualitas premium dijual dengan harga Rp21.800/kg, naik 4,56%. Sementara gula pasir lokal berada di angka Rp18.500/kg, naik tipis 0,54% dari harga sebelumnya.

Sebaliknya, komoditas cabai mengalami penurunan harga. Cabai merah besar dijual Rp83.500/kg yang menunjukkan penurunan 3,3% dari harga sebelumnya. Cabai merah keriting turun 2,65% menjadi Rp71.500/kg. Cabai rawit hijau juga turun tipis 0,66% menjadi harga Rp83.250. Sementara itu, cabai rawit merah menjadi kelompok cabai termahal dengan harga Rp104.450. Namun, harga ini masih menunjukkan penurunan 2,06% dari harga sebelumnya.

Terakhir, komoditas bawang juga mengalami penurunan harga. Bawang merah ukuran sedang dijual di harga Rp61.250/kg atau turun 2,62% dari harga sebelumnya. Untuk bawang putih ukuran sedang, harga turun 1,47% menjadi Rp50.100.

Melihat tren harga komoditas pangan berdasarkan data PIHPS, pola harga saat ini masih menunjukkan fluktuasi. Meskipun begitu, dapat dilihat bahwa beberapa komoditas seperti cabai, beras, bahkan daging sapi sudah mengalami penurunan harga. Sementara komoditas lain seperti beras dan minyak goreng mengalami kenaikan.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Loyo Lagi, Masih Tertinggal dari Mata Uang Asia Lain

Mengapa Harga Kebutuhan Pokok Bisa Naik?

Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Salah satu penyebab utama adalah gangguan pada sisi produksi, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu. Curah hujan tinggi dapat menghambat panen dan menurunkan kualitas hasil pertanian, terutama untuk komoditas seperti cabai dan bawang.

Selain itu, distribusi juga memainkan peran penting dalam pembentukan harga. Kenaikan biaya logistik, baik akibat harga bahan bakar maupun hambatan transportasi dapat mendorong harga jual di tingkat konsumen menjadi lebiht inggi. Hal ini terasa pada komoditas yang harus didistribusikan antar daerah atau antar pulau.

Permintaan pasar yang tinggi juga memengaruhi harga. Ketika permintaan meningkat, seperti menjelang libur hari raya, harga cenderung ikut naik. Dalam konteks ini, komoditas yang sering terpengaruh adalah kelompok protein hewani seperti daging dan telur.

Terakhir, faktor kebijakan dna stabilitasi pasar juga memengaruhi harga komoditas pangan. Intervensi pemerintah melalui operasi pasar atau pengaturan distribusi dapat menhaan laju kenaikan harga. Namun, efeknya sering kali bersifat sementara jika tidak diimbangi dengan perbaikan di sisi produksi dan distribusi.

Secara keseluruhan, harga komoditas pangan di pasar modern per 29 April 2026 masih cukup dianmis. Beberapa komoditas seperti beras dan minyak mengalami tekanan harga. Sementara, komoditas lain seperti cabai turun harganya.

Ke depannya, stabilitas harga pangan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara produksi, distirbusi, dan permintaan. Selama faktor-faktor tersebut masih tidak stabil, harga komoditas pangan kemungkinan akan terus mengalami fluktuasi.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 27 April 2026: Antam Turun Rp16.000

Sumber:

https://www.bi.go.id/hargapangan

Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Waspada Hujan di Jabodetabek! Ini Prediksi Cuaca 29–30 April 2026

Cuaca Jabodetabek 29-30 April 2026 diprediksi dominan hujan ringan hingga sedang, simak detailnya di sini!

Daftar Kereta Api New Generation di Indonesia, Lengkap dengan Rute dan Harga Tiket Terbarunya

Kereta Api New Generation di Indonesia hadir dengan fasilitas modern dan nyaman. Simak daftar lengkap kereta, rute, serta harga tiket terbaru di sini.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook