Masih Dicintai Warga Jabar, Ridwan Kamil Unggul di Survei Pilkada

Setelah menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, kinerja Ridwan Kamil masih dinantikan sebagian warga Jawa Barat di periode mendatang.

Masih Dicintai Warga Jabar, Ridwan Kamil Unggul di Survei Pilkada Ilustrasi Pemungutan Suara | Muhammad Alimaki/iStock

Dalam survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia dan Saiful Mujani Research and Consulting di Jawa Barat, nama Ridwan Kamil (RK) berada di posisi teratas Top of Mind untuk Pilkada 2024 mendatang. 

Selain diberi dukungan untuk maju di Pilkada Jabar, Partai Golkar selaku partai yang menaungi Ridwan Kamil juga memberinya lampu hijau untuk berkontestasi di Pilkada Jakarta. Akan tetapi, penempatan pasti RK belum ditentukan.

Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia dan Ketua Pemenangan Pemilu Jawa 1 Golkar MQ Iswara, setuju bahwa memenangkan RK di wilayah baru akan lebih sulit. Keduanya melihat potensi lebih besar di Jawa Barat, mengingat rekam jejak RK sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat sebelumnya.

Sejalan dengan itu, survei politik juga menunjukkan citra positif RK masih membekas di antara masyarakat Jawa Barat. Simulasi Top of mind dipimpin oleh RK dengan 16%, disusul Dedi Mulyadi dengan 11,2%, dan Alfiansyah atau Komeng dengan 0,8%.

Sementara itu, pada simulasi suara Pilkada Jawa Barat 2024, nama RK juga mendominasi calon-calon lain.

Ridwan Kamil tetap unggul dalam simulasi 26 nama calon untuk Pilkada Jawa Barat.
Ridwan Kamil tetap unggul dalam simulasi 26 nama calon untuk Pilkada Jawa Barat | GoodStats

Hampir menyusul RK, Dedi Mulyadi pun mendapat suara simulasi lebih dari 30%. Sebelumnya, Dedi pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode lamanya.

Mengapa Ridwan Kamil?

Alasan yang paling banyak ditemukan ketika memilih RK adalah adanya bukti nyata dari hasil kerja. Alasan ini disepakati oleh 39,7% respon pemilih RK. Sementara itu, perhatian kepada rakyat menjadi alasan yang paling banyak ditemukan ketika memilih Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, dalam survei Indikator Politik Indonesia, simulasi suara juga dilakukan dengan menyandingkan RK dengan dua nama, yaitu Uu Ruzhanul Ulum atau Bima Arya Sugiarto. Hasilnya, kedua pasangan tersebut menjadi yang tertinggi dalam perolehan suara.

Sementara itu, ketika dilakukan simulasi dengan menghilangkan nama RK, pergeseran suara condong pada Dedi Mulyadi, tak peduli siapa pasangannya. Dua nama itu seakan menguasai survei Pilkada Jabar saat ini.

RK relatif unggul di responden dalam latar belakang pendidikan SD hingga kuliah, ragam jenis pekerjaan, dan ragam rentang pendapatan. RK juga mendominasi suara di antaranya di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kota Depok, dan Kota Bekasi. 

Dedi Mulyadi cenderung unggul di Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, dan Pangandaran.

Tak bisa dipungkiri, popularitas RK di media sosial sangat tinggi. RK unggul di pemilih yang mengakses informasi melalui televisi, Tiktok, Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Twitter.

Sementara itu, Dedi Mulyadi unggul di Youtube dan portal berita online. Perolehan dua nama tersebut di masing-masing platform hampir mencapai 50%, cukup “menutupi” calon lainnya.

Baca Juga: Skor Indeks Rawan Pilkada Jakarta Paling Tinggi: Bawaslu dan KPU Siap Siaga

Penulis: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Editor

Konten Terkait

Ada Berapa Kasus “Pegi Perong” di Indonesia?

Salah tangkap maupun salah prosedur, hal ini jadi bukti kelalaian Kepolisian Republik Indonesia.

Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

Deforestasi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, apakah ini sinyal akan terjadinya konflik manusia dan satwa yang lebih masif?

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook