Pemerintah berencana menerapkan penggunaan BBM campuran etanol sebesar 5% (E5) mulai Juli 2026 sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Kebijakan ini membuat banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai kelebihan dan kekurangan etanol pada BBM, termasuk dampaknya terhadap performa kendaraan dan keamanan penggunaan jangka panjang.
Etanol sebenarnya bukan bahan baru dalam dunia energi. Sejumlah negara telah lama menggunakan etanol sebagai campuran BBM untuk meningkatkan kualitas pembakaran sekaligus mengurangi emisi gas buang. Namun, seperti teknologi bahan bakar lainnya, penggunaan etanol juga memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami oleh masyarakat.
Apa Itu Etanol?
Etanol adalah senyawa alkohol yang umumnya dihasilkan dari proses fermentasi bahan nabati yang mengandung gula atau pati, seperti tebu, jagung, singkong, dan sorgum. Dalam sektor energi, etanol yang digunakan sebagai bahan bakar dikenal sebagai bioetanol.
Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar bertujuan untuk mengurangi konsumsi bensin berbasis minyak bumi sekaligus menekan emisi karbon. Ketika dicampurkan ke dalam bensin, etanol dapat membantu proses pembakaran menjadi lebih sempurna karena memiliki kandungan oksigen yang lebih tinggi dibandingkan bensin murni.
Selain itu, pemerintah di berbagai negara memanfaatkan campuran etanol dalam bensin untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi impor BBM, serta mendorong pemanfaatan hasil pertanian sebagai sumber energi terbarukan.
Secara umum, campuran etanol dalam bensin diberi kode berdasarkan persentase kandungannya. Sebagai contoh, E5 berarti mengandung 5% etanol dan 95% bensin, sedangkan E10 berarti mengandung 10% etanol dan 90% bensin.
Daftar Negara yang Mencampur Etanol pada BBM
Indonesia bukan negara pertama yang menerapkan BBM campuran etanol. Sejumlah negara bahkan telah menggunakan kadar etanol yang lebih tinggi selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan masalah besar pada kendaraan modern.
Berikut merupakan negara-negara yang telah lama menggunakan campuran etanol sebagai bahan bakar mesin kendaraan.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Bagaimana Perbandingan Harga BBM Indonesia dan Negara Lain?
Brasil dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bioetanol berbasis tebu. Negara ini menerapkan campuran etanol sekitar 27% pada bensin (E27) secara nasional. Berkat kebijakan yang telah berlangsung selama beberapa dekade, masyarakat Brasil sudah sangat akrab dengan penggunaan bahan bakar berbasis etanol, bahkan banyak kendaraan di negara tersebut dirancang untuk dapat menggunakan campuran etanol dalam kadar tinggi.
Sementara itu, Amerika Serikat, pemerintah menjalankan program Renewable Fuel Standard (RFS) yang mewajibkan penggunaan bahan bakar terbarukan dalam sektor transportasi. Melalui kebijakan tersebut, bensin dengan campuran etanol 10% (E10) menjadi standar yang umum digunakan. Selain itu, tersedia pula bahan bakar E85 yang mengandung hingga 85% etanol dan dirancang khusus untuk kendaraan berteknologi flex-fuel.
Di kawasan Uni Eropa, pemanfaatan etanol didorong melalui kebijakan Renewable Energy Directive (RED II) yang menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan di sektor transportasi. Saat ini, bensin E10 telah menjadi standar di sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor dan meningkatkan kualitas udara.
Adapun di kawasan Asia, India terus mempercepat program pencampuran etanol dalam bensin. Pemerintah India menargetkan penggunaan bensin E20 secara luas sebagai bagian dari strategi transisi menuju transportasi rendah karbon. Selain mengurangi konsumsi minyak bumi, program ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan hasil produksi tebu sebagai bahan baku bioetanol.
Kelebihan dan Kekurangan Etanol sebagai Campuran BBM
Berikut perbandingan utama kelebihan dan kekurangan etanol sebagai campuran bensin.
Kelebihan Etanol pada BBM
Penggunaan etanol dalam BBM memberikan beberapa keuntungan, baik dari sisi lingkungan maupun ketahanan energi. Berikut beberapa kelebihan etanol pada BBM.
1. Lebih Ramah Lingkungan
Salah satu manfaat utama etanol adalah membantu mengurangi emisi karbon dan polutan hasil pembakaran. Karena berasal dari bahan nabati, etanol dianggap sebagai sumber energi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
2. Membantu Mengurangi Impor BBM
Pengembangan bioetanol dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal seperti tebu dan singkong juga berpotensi meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
3. Pembakaran Lebih Sempurna
Etanol mengandung oksigen yang membantu proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin. Akibatnya, pembakaran menjadi lebih efisien dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.
4. Memiliki Angka Oktan Tinggi
Etanol memiliki angka oktan yang cukup tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas bahan bakar. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi risiko knocking atau detonasi pada mesin tertentu.
Kekurangan Etanol pada BBM
Meski memiliki berbagai keunggulan, etanol juga menyimpan sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan oleh pengguna kendaraan. Berikut beberapa kekurangan etanol sebagai campuran bensin.
1. Mudah Menyerap Uap Air
Salah satu karakteristik utama etanol adalah sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap kelembapan atau uap air dari udara.
Kondisi ini dapat meningkatkan kadar air dalam bensin apabila penyimpanan bahan bakar tidak dilakukan dengan baik. Ketika bensin tercampur air dalam jumlah tertentu, kandungan etanol dapat mengalami pemisahan atau penurunan kualitas sehingga performa bahan bakar ikut menurun.
2. Berpotensi Menurunkan Nilai RON
Masih berkaitan dengan sifatnya yang mudah menyerap air, peningkatan kadar air dalam bensin dapat memengaruhi stabilitas campuran etanol. Jika kualitas campuran menurun, maka nilai oktan atau RON bahan bakar juga dapat mengalami penurunan.
Karena itu, distribusi dan penyimpanan BBM campuran etanol memerlukan pengawasan yang lebih ketat dibandingkan bensin biasa.
3. Nilai Energi Lebih Rendah
Etanol memiliki kandungan energi yang lebih rendah dibandingkan bensin murni. Akibatnya, pada campuran etanol yang tinggi, konsumsi bahan bakar dapat sedikit meningkat untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Namun pada kadar rendah seperti E5, pengaruhnya umumnya tidak terlalu signifikan bagi pengguna kendaraan sehari-hari.
4. Dapat Memengaruhi Kendaraan Lawas
Etanol bersifat lebih korosif dibandingkan bensin biasa terhadap beberapa jenis karet dan komponen tertentu yang banyak ditemukan pada kendaraan lama.
Karena itu, kendaraan yang diproduksi puluhan tahun lalu mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan seluruh komponen sistem bahan bakarnya kompatibel dengan campuran etanol.
Apakah Aman Menggunakan BBM Campuran Etanol?
Secara umum, etanol pada bensin aman digunakan, terutama pada kendaraan modern yang sudah dirancang untuk menerima campuran bioetanol dalam kadar tertentu. Hal ini terbukti dari banyak negara yang telah menggunakan E5, E10, bahkan E20 selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan masalah signifikan pada mayoritas kendaraan.
Selain membantu mengurangi emisi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, penggunaan etanol sebagai campuran BBM juga menjadi langkah menuju pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.
Meski demikian, pengguna kendaraan lawas perlu memberikan perhatian lebih. Sebelum menggunakan BBM campuran etanol secara rutin, pemilik kendaraan sebaiknya memastikan bahwa selang bahan bakar, seal, dan komponen lain pada sistem bahan bakar kompatibel dengan kandungan etanol.
Baca Juga: Persentase Kandungan Etanol pada Produk-produk BBM Pertamina
Sumber:
https://pertaminapatraniaga.com/news/pertamina-patra-niaga-tegaskan-penggunaan-etanol-pada-bbm-praktik-internasional-untuk-energi-rendah
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira