Membandingkan Jumlah dan Kapastitas Produksi Kilang Pertamina dengan Jumlah Konsumsi BBM di Indonesia

Indonesia memiliki 6 kilang aktif dengan kapasitas produksi jutaan barrel per hari, belum penuhi konsumsi nasional.

Membandingkan Jumlah dan Kapastitas Produksi Kilang Pertamina dengan Jumlah Konsumsi BBM di Indonesia Ilustrasi Kilang Minyak | Pertamina
Ukuran Fon:

Konsumsi BBM nasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor transportasi. Namun, di tengah lonjakan kebutuhan tersebut, kapasitas produksi kilang dalam negeri masih terbatas dan belum mampu memenuhi permintaan nasional sepenuhnya. 

Kondisi ini kembali menjadi sorotan publik setelah maraknya isu “Pertamini” atau penjual BBM eceran yang dianggap mencerminkan ketimpangan pasokan di tingkat akar rumput. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketergantungan Indonesia pada impor BBM masih tinggi, sekaligus menyoroti urgensi pembangunan kilang baru untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Jumlah Kilang Minyak di Indonesia

daftar kilang minyak di indonesia dan kapasitas produksinya
6 Kilang Minyak Internasional Menghasilkan 1,6 Juta Barrel Per Hari | GoodStats

Indonesia saat ini memiliki enam kilang utama yang dioperasikan oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI). Enam kilang tersebut antara lain kilang Refinery Unit (RU) V Balikpapan, kilang RU IV Cilacap, kilang RU VII Kasim, kilang RU II Dumai, kilang RU III Plaju dan kilang RU VI Balongan. 

Kilang dengan kapasitas terbesar berada di Balikpapan (RU V) dengan 360 MBPOD, disusul Cilacap (RU IV) dengan 348 MBPOD. 

Sementara itu, kilang terkecil adalah Kasim (RU VII) dengan hanya 10 MBPOD. Total kapasitas gabungan seluruh kilang mencapai 1.164 MBPOD, atau setara sekitar 1,16 juta barrel per hari. 

Jumlah ini masih di bawah konsumsi nasional yang mencapai 1,6 juta barrel per hari, sehingga Indonesia masih bergantung pada impor BBM untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Jumlah Konsumsi BBM Nasional

grafik perkembangan konsumsi bbm di indonesia
Konsumsi BBM Menjadi Tantangan Pengembangan Infrastruktur di Indonesia | GoodStats

Data menunjukkan tren konsumsi BBM Indonesia yang cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, konsumsi tercatat sebesar 1,58 juta barrel per hari, sempat turun menjadi 1,4 juta barrel per hari pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. 

Namun, sejak 2021 konsumsi mulai pulih menjadi 1,46 juta barrel per hari dan angka konsumsi bbm di Indonesia terus meningkat hingga 1,6 juta barrel per hari pada 2023. Kenaikan ini menggambarkan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. 

Dengan angka konsumsi tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan permintaan BBM tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor transportasi dan industri. Berdasarkan data Kementerian ESDM, total konsumsi BBM nasional pada tahun 2023 mencapai 505 juta barrel, dengan hampir setengahnya digunakan untuk kebutuhan transportasi sebesar 248 juta barrel atau 49 persen. 

Sementara itu, sektor industri menyumbang 171 juta barrel (34 persen), menunjukkan bahwa kedua sektor ini masih menjadi tulang punggung konsumsi energi fosil di Tanah Air.

Selisih Produksi dan Konsumsi BBM Nasional, Apakah Indonesia Butuh Tambahan Kilang Baru?

Data menunjukkan bahwa kapasitas total enam kilang minyak aktif milik Pertamina saat ini mencapai 1,16 juta barrel per hari, atau sekitar 424 juta barrel per tahun. Sementara itu, konsumsi nasional BBM pada tahun 2023 mencapai 505 juta barrel, sehingga terdapat selisih defisit sekitar 81 juta barrel per tahun yang harus dipenuhi melalui impor. 

Jika satu kilang rata-rata mampu memproduksi sekitar 190 ribu barrel per hari, maka Indonesia idealnya membutuhkan setidaknya satu kilang besar tambahan untuk menutup gap konsumsi tersebut. 

Namun, untuk menjaga ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor, pemerintah disarankan menambah dua kilang baru agar ada cadangan produksi domestik yang stabil. 

Pembangunan kilang baru dinilai lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibanding impor karena memperkuat rantai pasok energi nasional. Dengan begitu, Indonesia bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan BBM tanpa bergantung besar pada fluktuasi harga minyak dunia.

Lebih Untung Membangun Kilang atau Impor BBM?

Membangun kilang membutuhkan investasi awal yang sangat besar baik dari sisi konstruksi, teknologi pengolahan, hingga perawatan infrastruktur. Namun dalam jangka panjang, kilang domestik dapat memotong beban impor, memperkuat neraca perdagangan energi, dan meningkatkan ketahanan energi nasional. 

Apabila Indonesia terus bergantung pada impor BBM, negara akan terekspos pada fluktuasi harga minyak dunia yang bisa merusak anggaran subsidi dan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, meskipun mahal di awal, pembangunan kilang domestik sering kali lebih menguntungkan dibanding terus-menerus mengimpor bahan bakar.

"Kebijakan BBM dan Gas Bumi pada sektor hilir dalam upaya memenuhi pasokan dan meningkatkan ketahanan energi melalui transisi energi menggunakan BBM yang bersih dan ramah lingkungan untuk mendukung net zero emission," ujar Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, Kamis (12/12/2024).

Karena kebutuhan energi yang terus meningkat, Indonesia perlu segera memperkuat kapasitas produksi BBM dalam negeri melalui pembangunan kilang baru.

Langkah ini bukan hanya solusi jangka panjang untuk mengurangi impor, tetapi juga investasi strategis menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Ada Apa dengan SPBU Swasta dan Pertamina? Begini Datanya

Sumber:

https://kpi.pertamina.com/id/profil-perusahaan/tentang-kami

Penulis: Angel Gavrila
Editor: Muhammad Sholeh

Konten Terkait

Indeks Pembangunan TIK di Indonesia Terus Meningkat

Indeks pembangunan TIK tercatat mencapai 6,02 pada 2024, naik 0,95 poin dalam tujuh tahun terakhir.

Simak Daftar Fenomena Langit Bulan Desember 2025 yang Terlihat di Indonesia

Desember 2025 menjadi salah satu bulan paling menarik bagi para pengamat langit karena dipenuhi berbagai fenomena astronomi yang menakjubkan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook