Fenomena langit selalu punya cara tersendiri untuk menarik perhatian. Di awal April 2026 sendiri, publik akan disuguhkan salah satu fenomena langit yang unik, yaitu Pink Moon atau bulan merah muda.
Meski namanya "pink" atau merah muda, bulan ini sebenarnya tidak benar-benar berubah menjadi warna merah muda. Namun, fenomena ini tetap menarik karena menandai fase bulan purnama yang tampak lebih terang dari biasanya.
Baca Juga: 9 Fenomena Langit Spektakuler pada Bulan Oktober
Apa Itu Fenomena Pink Moon?
Fenomena Pink Moon adalah istilah untuk menyebut bulan purnama yang terjadi pada bulan April. Nama ini sebenarnya bukan berasal dari warna bulan itu sendiri, melainkan dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama April dengan mekarnya bunga liar phlox yang berwarna merah muda.
Dalam dunia astronomi, Pink Moon hanyalah fase bulan purnama biasa. Pada fenomena ini, bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi merah muda. Namun, dalam kondisi tertentu, bulan bisa tampak kemerahan atau oranye akibat efek atmosfer. Hal ini bisa terjadi ketika bulan purnama berada dekat di horizon.
Selain Pink Moon, fenomena ini juga memiliki nama lain seperti Sprouting Grass Moon, Egg Moon, dan Fish Moon.
Kapan dan Jam Berapa Pink Moon Muncul di Indonesia?
Berdasarkan data dari BMKG, berikut jadwal kemuncul Pink Moon di Indonesia.
Bulan purnama Pink Moon dapat mulai disaksikan ketika pada tanggal 1-2 April 2026. Bulan akan mulai terbit pada sekitar pukul 18.01 WIB sampai 19.00 WIB. Namun, momen paling optimal terjadi pada dini hari, tepatnya pada 2 April 2026 sekitar pukul 02.15 WIB. Pada saat ini, bulan mencapai fase puncaknya dan terlihat paling terang.
Menariknya, pada fase ini, bulan sering tampak lebih besar dari biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai moon illusion. Hal ini membuat Pink Moon semakin memukau, terutama jika diamati dari lokasi terbuka.
Baca Juga: Simak Daftar Fenomena Langit Bulan Desember 2025 yang Terlihat di Indonesia
Tips Menikmati Indahnya Fenomena Pink Moon
Agar pengalaman melihat Pink Moon semakin maksimal, ada beberapa tips yang bisa kamu coba. Ini dia beberapa tips menikmati indahnya bulan purnama merah muda.
1. Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya.
Hindari area perkotaan yang penuh lampu. Pilih tempat seperti pantai, pegunungan, atau area terbuka agar bulan dapat terlihat jelas di langit.
2. Perhatikan Cuaca
Bulan hanya dapat dilihat jika cuaca sedang cerah dan tidak tertutupi awan. Maka dari itu, ketika ingin melihat Pink Moon, pastikan langit sedang dalam kondisi cerah.
3. Gunakan Alat Bantu (Opsional)
Untuk memaksimalkan pengalaman melihat Pink Moon, kamu bisa menggunakan teropong atau fitur zoom kamera. Namun, hal ini tidak wajib karena bulan purnama Pink Moon cenderung dapat dilihat jelas dengan mata telanjang.
4. Abadikan Momen
Abadikan momen melihat Pink Moon-mu. Gunakan tripod dan flash agar hasil foto lebih stabil dan jelas ketika memotret di malam hari.
Fenomena Langit Selamat April 2026
Selain Pink Moon, April 2026 juga dipenuhi berbagai fenomena langit menarik lainnya.
Fenomena langit sepanjang April 2026 menghadirkan rangkaian peristiwa astronomi yang menarik dan bisa dinikmati langsung dari Indonesia.
Pada 2 April, langit malam akan dihiasi oleh bulan purnama Pink Moon. Selanjutnya, pada 3 April, posisi planet Merkurius berada cukup jauh dari silau Matahari. Hal ini menjadikannya waktu terbaik untuk mengamati planet Merkurius. Planet ini akan lebih mudah terlihat sesaat setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit.
Kemudian, pada 4 April, terjadi titik terdekat Komet MAPS dengan Bumi. Saat berada di jarak terdekatnya, komet ini berpotensi terlihat lebih terang dari biasanya. Meskipun begitu, komet ini tidak akan terlihat jelas tanpa alat bantu.
Memasuki pertengahan bulan, tepatnya 16 hingga 23 April, akan terjadi konjungsi tiga planet. Merkurius, Mars, dan Venus akan tampak berada dalam satu garis atau di posisi sejajar di langit.
Selanjutnya, 17 April menjadi malam terbaik untuk pengamatan bintang. Kondisi langit pada malam ini diperkirakan akan cukup gelap dan minim cahaya bulan. Hal ini menyebabkan gugusan bintang dan bahkan inti galaksi bisa terlihat lebih jelas, terutama di lokasi dengan polusi cahaya yang rendah.
Selanjutnya, pada 18 hingga 19 April, terjadi pertemuan Bulan, Venus, dan gugus bintang Pleiades. Gugus bintang Pleiades adalah gugus bintang terbuka yang berjarak sekitar 440 tahun cahaya dari Bumi. Gugus bintang ini sering juga disebut Lintang Wuluh dalam bahasa Jawa.
Terakhir, pada 22 April, langit akan diramaikan oleh hujan meteor Lyrid. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi sisa debu komet. Sisa-sisa debut komet ini kemudian akan terbakar di atmosfer dan terlihat sebagai garis cahaya atau meteor. Dalam kondisi ideal, beberapa meteor bisa terlihat di setiap jam.
Secara keseluruhan, April 2026 menjadi bulan yang kaya akan fenomena astronomi. Pink Moon menjadi salah satu highlight utama bulan ini. Bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari rutinitas, memandangi Pink Moon dapat menjadi pilihan yang sederhana namun ikonik.
Baca Juga: Fenomena Langit Bulan Desember 2025
Sumber:
https://science.nasa.gov/solar-system/whats-up-april-2026-skywatching-tips-from-nasa/
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira