Jadi Sumber Kalori Terbesar ke-2 di Indonesia, Terigu Terancam Langka

Terigu menjadi sumber kalori terbesar ke-2 bagi masyarakat Indonesia setelah beras, membuat krisis terigu menjadi sangat mengkhawatirkan.

Jadi Sumber Kalori Terbesar ke-2 di Indonesia, Terigu Terancam Langka Ilustrasi Makanan dari Terigu | freepik/Freepik

Produksi terigu di Indonesia terancam akan terhenti pada akhir paruh pertama tahun 2024 ini. Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) telah memberi peringatan terhadap para produsen tepung terigu, mulai dari Indofood hingga Wilmar, untuk bersiap menghadapi ancaman habisnya bahan baku tepung terigu ini.

Lebih lanjut, Aptindo mengungkapkan bahwa lima dari tujuh produsen tepung terigu dalam negeri akan kehabisan Premiks Fortifikan pada Mei 2024 mendatang. Adapun kelima produsen tersebut adalah PT Sriboga Flour Mills, Cerestar Group, Wilmar Group, PT Eastern Peart Flour Mills, hingga PT Golden Gran Mills.

Tidak hanya itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk bahkan diproyeksi akan kehabisan Premiks Fortifikan di bulan ini, dan PT Bungasari Flour Mills diprediksi akan kehabisan Premiks Fortifikan pada Juni 2024 mendatang.

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang kemudian diubah ke Permendag Nomor 3 Tahun 2024 inilah yang memberatkan para pengusaha tepung terigu nasional. Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengungkapkan bahwa Permendag tersebut membuat impor Premiks Fortifikan yang semula cukup menggunakan Laporan Surveyor (LS), malah bertambah dengan adanya Persetujuan Impor (PI) dan LS.

"Impor Premiks Fortifikan yang tadinya bisa dengan LS sekarang harus pakai izin impor (PI). Karena masuk ke Permendag Nomor 36 Tahun 2023. Akibatnya, stok Premiks Fortifikannya menipis. Kalau Premiks Fortifikan ini habis, kami gak berani memproduksi tepung terigu lagi, karena akan menyalahi aturan, bisa ditangkap," ungkap Ratna, Rabu (17/4/2024), mengutip CNBC.

Adapun Standar Nasional Indonesia (SNI) telah memberlakukan aturan wajib terkait fortifikasi tepung terigu sejak tahun 2000 silam. Tepung terigu diwajibkan memiliki penambahan zat gizi mikro seperti zat besi, zink, asam folat, vitamin B1, hingga vitamin B2. Semua zat tersebut dapat diperoleh melalui Premiks Fortifikasi yang selama ini diimpor oleh produsen tepung terigu nasional.

Adanya Permendag tersebut mempersulit pemain inti dalam tepung terigu untuk mengimpor Premiks yang dibutuhkan. Aptindo mencatat bahwa saat ini Premiks Fortifikan yang tersedia hanya cukup untuk periode April hingga Juni 2024.

"Jika belum ada solusi pengadaan Premiks Fortifikan sampai dengan bulan April ini, hampir bisa dipastikan pasokan tepung terigu nasional akan berkurang lebih dari 50%. Dan pasti berpotensi berdampak kepada kelangkaan tepung terigu, bahkan kenaikan harga tepung terigu di pasar," ujar Ketua Umum Aptindo Franciscus (Franky) Welirang, Rabu (17/4/2024).

Menghimpun data Badan Pangan Nasional (Bapanas), terigu merupakan salah satu sumber kalori utama bagi masyarakat Indonesia selain nasi. Terigu biasa disajikan dalam bentuk roti, kue, mie, biskuit, dan lain-lain.

Terigu menjadi sumber kalori terbesar ke-2 bagi masyarakat Indonesia setelah beras
Terigu menjadi sumber kalori terbesar ke-2 bagi masyarakat Indonesia setelah beras

Sepanjang tahun 2023, penduduk Indonesia rata-rata mengonsumsi makanan dengan total kandungan energi sebesar 2.088 kilokalori (kkal) per kapita per hari. Sebanyak 12,4% dari jumlah tersebut, atau sekitar 258 kkal per kapita per hari berasal dari terigu.

Nasi masih menjadi sumber kalori paling utama bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi beras di Indonesia rata-rata sebesar 926 kkal per kapita per harinya, setara dengan 44,3% dari total kalori yang dikonsumsi per hari oleh penduduk Indonesia.

Mengingat pentingnya peran terigu bagi masyarakat, krisis terigu harus bisa segera diatasi. Produsen terigu kini harus mencari cara untuk bisa terus memproduksi terigu di bawah kebijakan yang baru ditetapkan.

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

5 Negara Produsen Kakao Terbesar di Dunia

Berdasarkan Food and Agriculture Organization (FAO), berikut negara yang memproduksi kakao terbanyak.

Beras dan Sejumlah Bahan Pangan Ini Alami Kenaikan Harga

Beberapa bahan pokok alami kenaikan harga di Februari lalu. Beras jadi salah satunya yang mendapat sorotan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X