Indonesia Masuk Top 3 Negara Paling Bangga dengan Kondisi Ekonominya

Sebanyak 17% responden di Indonesia menyatakan bahwa kondisi ekonomi menjadi faktor yang membuat mereka bangga terhadap tanah air.

Indonesia Masuk Top 3 Negara Paling Bangga dengan Kondisi Ekonominya Ilustrasi Ekonomi | Pinterest
Ukuran Fon:

Rasa bangga terhadap negara dapat muncul dari berbagai aspek, mulai dari budaya, prestasi olahraga, hingga stabilitas politik. Namun, bagi sebagian masyarakat dunia, kondisi ekonomi menjadi salah satu sumber kebanggaan utama.

Menurut survei Pew Research Center, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan proporsi warga yang paling banyak menyebut ekonomi sebagai alasan kebanggaan terhadap negaranya.

Negara paling bangga terhadap kondisi ekonomi | GoodStats
Negara paling bangga terhadap kondisi ekonomi | GoodStats

Baca Juga: Komposisi Penduduk Indonesia Menurut Kelas Ekonomi 2025

Sebanyak 17% responden di Indonesia menyatakan bahwa kondisi ekonomi menjadi faktor yang membuat mereka bangga terhadap tanah air. Angka ini menempatkan Indonesia di bawah Belanda yang berada di posisi pertama dengan 21%, serta Jerman di posisi kedua dengan 18%.

Di bawah Indonesia, terdapat Swedia dengan 16%. Sementara itu, Afrika Selatan dan Kenya sama-sama mencatat angka 14%. Adapun Korea Selatan dan Australia berada di angka 13%.

Di sisi lain, persentase responden yang menyebut ekonomi sebagai sumber kebanggaan di Amerika Serikat tercatat 11%, sementara Hungaria berada di angka 10%, menjadi yang terendah dalam daftar ini.

Adapun survei ini melibatkan lebih dari 30.000 orang dewasa di 25 negara pada 18-24 Agustus 2025 melalui survei daring di web atau wawancara telepon secara langsung. 

Latar Belakang Optimisme Publik Indonesia

Tingginya peringkat Indonesia dalam daftar ini menegaskan adanya optimisme publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Rasa bangga di tengah dinamika global yang penuh tantangan ini mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap arah pembangunan dan stabilitas dalam negeri. Indonesia bahkan mampu melampaui sejumlah negara maju seperti Swedia, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.

Pada Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% secara tahunan. Inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5% ±1%, di mana pada September 2025, inflasi tercatat sebesar 2,65% tahunan, mencerminkan kestabilan harga yang terjaga.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga mencapai 115 pada 2025, menunjukkan bahwa masyarakat secara umum masih optimis terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 5,8% secara tahunan. Tidak hanya itu, neraca perdagangan Indonesia konsisten surplus, dengan ketahanan perbankan dan cadangan devisa yang tinggi.

Menurut riset Bloomberg, probabilitas resesi di Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada berada di atas 30%, sedangkan Indonesia di angka 5%, jauh lebih rendah.

Tidak hanya itu, menurut pengamat ekonomi Surya Vandiantara, Indonesia sejatinya pernah mengalami tiga kali krisis ekonomi yang cukup berat, yakni pada akhir era kepemimpinan Presiden Soeharto, mortage crisis di Amerika Serikat yang cukup berdampak pada kondisi ekonomi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan krisis akibat Covid-19 pada masa Presiden Joko Widodo.

Kendati demikian, Indonesia terbukti mampu melewati krisis ekonomi tersebut dengan baik.

"Hal ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian kita kuat. Kekuatan fundamental ekonomi inilah yang menurut saya menyebabkan Bangsa Indonesia bangga dengan kondisi perekonomiannya," ungkap Surya Vandiantara ketika dihubungi tim GoodStats, Kamis (5/3/2026).

Sementara itu. menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Mohammad Nur Rianto Al Arif, tingginya harapan ini berkaitan dengan optimisme masyarakat akan situasi dalam negeri yang kondusif, proses pembangunan, hingga kekayaan alam.

"Masih tinggi harapan masyarakat terhadap program-program yang dilaksanakan oleh pemerintahan saat ini," jelasnya ketika dihubungi tim GoodStats, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,11%

Sumber:

https://www.pewresearch.org/wp-content/uploads/sites/20/2026/02/pg_2026.02.17_national-pride_report.pdf

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Indonesia Ikut Dukung Board of Peace, Siapa Saja Negara Anggotanya?

Indonesia masuk ke dalam jajaran negara yang mendukung agenda BoP, bagaimana datanya?

Indonesia Ikut Trump di Dewan Perdamaian Gaza, Sentimen Publik 67% Negatif

Dinilai bermasalah, bergabungnya Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza menuai respons negatif di media sosial sebesar 67%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook