Indonesia Dapat Kuota 100 Ribu Jemaah di Haji 2022, Bagaimana Negara Lain?

Indonesia menjadi negara dengan kuota haji 2022 terbanyak di luar warga domestik, yakni 100.051 jemaah.

Indonesia Dapat Kuota 100 Ribu Jemaah di Haji 2022, Bagaimana Negara Lain? Kegiatan tawaf di Masjidil Haram, Makkah pada masa pandemi Covid-19 | Leo Morgan/Shutterstock

Bagi umat muslim, melaksanakan ibadah haji merupakan salah satu bagian dari lima rukun islam. Dalam arti lain, umat muslim yang telah mampu dianggap wajib untuk segera menunaikan ibadah tersebut ke tanah suci.

Sayangnya, akibat pandemi Covid-19 pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi mengalami beberapa penyesuaian. Dalam dua tahun terakhir, ibadah haji hanya boleh dilakukan oleh warga domestik dalam rangka memutus penyebaran virus.

Pada tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa ibadah haji diizinkan untuk kembali diikuti oleh jemaah dari seluruh dunia dengan beberapa ketentuan dan pembatasan.

Salah satunya adalah ketentuan pembatasan kuota haji yang sebelum pandemi bisa mencapai 2,5 juta orang, kini hanya diperbolehkan diikuti oleh 1 juta orang saja. Selain itu, calon jemaah haji juga wajib telah divaksin minimal dua dosis dan maksimal usia jemaah 65 tahun.

Dari kuota 1 juta orang tersebut, warga domestik Arab Saudi mendapatkan kuota 15 persen atau 150 ribu jemaah, sementara 850 ribu lainnya merupakan gabungan dari jemaah di berbagai negara. Jumlah ini merupakan 45 persen dari total kuota jemaah masing-masing negara sebelum pandemi.

Kuota haji 10 tahun terakhir sebelum pandemi | GoodStats

Pembatasan tersebut dinilai sebagai penurunan kuota yang cukup signifikan, sebab dalam 10 tahun terakhir sebelum pandemi, jumlah jemaah haji setidaknya selalu mencapai minimal 1,8 juta jemaah. Angka 1,8 juta tersebut terjadi pada tahun 2016.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah jemaah haji selalu berada di angka 2,3-2,4 juta jemaah, sedangkan kuota haji yang berjumlah 1 jutaan hanya terjadi pada tahun 2013, 2015, dan 2016. Di luar tahun tersebut, jemaah haji selalu berada di angka minimal 2 juta jemaah. Bahkan, jumlah jemaah haji pada tahun 2012 mencapai 3,1 juta orang.

10 persen kuota haji tahun ini milik Indonesia

Daftar negara dengan kuota haji 2022 terbanyak | GoodStats

Indonesia menjadi negara yang mendapatkan kuota haji 2022 terbanyak di luar warga domestik, yakni 100.051 jemaah. Angka ini turun sekitar 54,7 persen dari total jemaah haji Indonesia pada 2019 lalu yang berjumlah 221.000 orang.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin menyebut keputusan ini perlu diterima dan dihormati, terlebih masyarakat Indonesia telah dua tahun tidak bisa melakukan ibadah haji.

“Kita syukurilah, kita terima, karena sudah dua tahun kita tidak banyak yang berhaji,” ujar Ma'ruf Amin dilansir Kumparan (22/4).

"Jadi kita terima saja berapa jumlahnya dan kita termasuk yang memperoleh (jumlah) cukup istimewa. Sebab yang lainnya, kan, di bawah kita dan kita cukup lumayan," tambahnya.

Tiga negara di Asia Selatan, yakni Pakistan, India, dan Bangladesh mendapatkan kuota terbanyak di bawah Indonesia. Jumlah kuota haji 2022 masing-masing negara antara lain 81.132 (tahun 2019: 179.210), 79.237 (tahun 2019: 170.000), dan 57.585 (tahun 2019: 127.198) jemaah.

Posisi kelima dihuni oleh Nigeria dengan kuota 43.008 jemaah, disusul Iran dengan kuota 38.481 jemaah. Posisi tujuh hingga sepuluh diisi oleh Turki (37.770), Mesir (35.375), Ethiopia (19.619), dan Aljazair (18.697).

Sementara itu, jumlah kuota haji negara-negara tetangga Indonesia antara lain Malaysia (14.306), Thailand (5.885), Filipina (4.074), Myanmar (2.173) Brunei (453), Singapura (407), dan Australia (2.090).

Perlunya persiapan matang dari Kemenag

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Quomas dalam situs resmi Kementerian Agama menyebut kloter pertama jemaah haji Indonesia akan berangkat pada 4 Juni. Selain itu, Indonesia juga akan memberangkatkan 1.901 petugas ke tanah suci.

Selain itu, dirinya juga meminta jajarannya untuk bekerja cepat dan tepat dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Hal ini perlu dilakukan, karena ini merupakan kali pertama Indonesia memberangkatkan jemaah haji pada masa pandemi.

"Saya tidak mau ada yang santai-santai, sebanyak apa pun pengalaman yang dimiliki dalam penyelenggaraan ibadah haji," tegas Menag pada Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H.

Dalam rapat tersebut hadir pula Sekjen Kemenag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Staf Khusus Menteri Agama, Staf Ahli Menteri Agama, serta jajaran pejabat lainnya.

"Karena haji kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak beberapa hari lalu kita sudah bersusah-payah untuk mendapatkan kuota haji, kali ini kita harus bersusah-payah agar pelaksanaan haji bisa berjalan denan baik dan lancar," tambahnya.

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Per 28 April, Bagaimana Angkanya 1 Dekade Terakhir?
Artikel Selanjutnya Prediksi Jumlah Kendaraan Keluar Masuk Jabotabek Saat Mudik Lebaran 2022
Konten Terkait