Facebook jadi Media Sosial dengan Pengguna Paling Banyak, Ladang Hoaks?

Platform Facebook masih mendominasi menjadi media sosial yang memiliki paling banyak pengguna

Facebook jadi Media Sosial dengan Pengguna Paling Banyak, Ladang Hoaks? Ilustrasi penggunaan media sosial/Freepik

Pengguna sosial media di penghujung 2023 tercatat mencapai 4,95 miliar pengguna atau setara dengan 61,4% dari total populasi global. Jumlah pengguna media sosial terus bertambah selama 12 bulan terakhir, dengan 215 juta pengguna yang baru bergabung dengan media sosial sejak tahun lalu. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,5%, dengan rata-rata 6,8 pengguna baru setiap detiknya.

Data dari GWI mengungkapkan bahwa rata-rata pengguna media sosial aktif mengunjungi 6,7 ​​platform sosial berbeda setiap bulannya, dan menghabiskan rata-rata 2 jam 24 menit per hari untuk berselancar di media sosial. 

Dari banyaknya media sosial yang ditawarkan, tercatat, platform Facebook masih mendominasi menjadi media sosial yang memiliki paling banyak pengguna. Per Januari 2023, pengguna Facebook masih berada di angka 2,9 miliar dan tembus hingga lebih dari 3 miliar pengguna di seluruh dunia per Oktober 2023. Hal ini menjadikan Facebook sebagai platform yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan platform lain.

Merujuk pada data yang dipublikasikan Data Reportal, selain Facebook, YouTube masih bertengger menjadi sosial media kedua yang punya lebih banyak pengguna. Pengguna platform yang memungkinkan penggunanya berbagi video itu telah memiliki 2,4 miliar pengguna hingga saat ini. Pertumbuhan pengguna yang cukup pesat itu juga didukung dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, salah satunya dengan menambahkan fitur YouTube Short sehingga pengguna dapat menikmati tayangan video dalam waktu yang singkat.

Kemudian, WhatsApp dan Instagram tercatat masing-masing memiliki jumlah pengguna mencapai 2 miliar.

Facebook di Indonesia jadi Ladang Haoks

Menurut analisis Facebakers, Indonesia saat ini menjadi negara kedua dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak setelah AS. Data Reportal menunjukkan, pengguna Facebook di Indonesia mencapai 119,9 juta atau setara dengan 43,4 persen total populasi, pada awal tahun 2023. 

Banyaknya jumlah pengguna Facebook di Indonesia menyebabkan platform tersebut dijadikan sebagai ladang empuk untuk menyebarkan propaganda dan berita bohong. Apalagi, tahun pilpres sudah di depan mata. Berbagai isu untuk saling menjatuhkan sudah mudah ditemukan.

Bahkan, berdasarkan laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sudah ada 101 isu hoaks terkait pemilu yang beredar melalui media sosial sejak Januari 2022. Secara akumulatif, jumlah temuan isu hoaks telah mencapai 526 konten sejak tanggal 19 Januari 2022 - 27 Oktober 2023.

“Sepanjang 2022 hanya terdapat 10 isu hoaks, namun sepanjang Januari 2023 hingga 26 Oktober 2023 terdapat 91 isu hoaks. Artinya, ada peningkatan hampir 10 kali lipat isu hoaks dibandingkan tahun lalu,” ungkap Menteri Kominfo (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dalam Konferensi pers pada Jumat, (27/10/2023).

Kominfo menambahkan, penyebaran hoaks terkait pemilu sebagian besar ditemukan di Meta atau Facebook. Pihaknya juga mengaku telah mengajukan take down sebanyak 454 konten kepada pihak Meta.

“Catatan kami menunjukkan penyebaran hoaks dan disinformasi terkait pemilu paling banyak ditemukan di Facebook yang dimiliki oleh Meta,” imbuh Budi.

Penulis: Aslamatur Rizqiyah
Editor: Editor

Konten Terkait

Negara Pilihan Orang Indonesia Bekerja ke Luar Negeri di 2024

Taiwan terpilih menjadi negara pilihan utama untuk bekerja bagi orang Indonesia, mengalahkan Jepang, Australia, dan Korea Selatan

Awet Hingga Ratusan Tahun, Apa yang Membuat Kolonialisme Hidup?

Tak hanya di Indonesia, kolonialisme juga menjamur selama ratusan tahun di beberapa negara.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook