Dipimpin “Anora”, Berikut Feature Film Pemenang Cannes Film Festival

Berikut film-film yang moncer di Cannes Film Festival, mana jagoanmu?

Dipimpin “Anora”, Berikut Feature Film Pemenang Cannes Film Festival Aktor dan Film Maker dalam Cannes Film Festival 2024. Sumber: Getty Images oleh Anadolu

Setelah 11 hari penyelenggaraan, Cannes Film Festival 2024 berakhir pada 25 Mei. Festival yang diadakan di Palais des Festivals et des Congres, Cannes, Prancis, sejak 14 Mei lalu ini menobatkan beberapa film dan film maker-nya dalam kategori feature film terbaik

Pada penyelenggaraan ke-77 kali ini, “Anora”, film komedi romantis yang disutradarai Sean Baker berhasil memenangkan Palme d’Or untuk kategori feature film. Dilansir dari Deadline, Baker mengaku tidak percaya atas penghargaan yang diterimanya. Baker sekaligus menunjukkan komitmennya menjaga sinema agar tetap hidup.

Parasite menjadi film Korea Selatan pertama yang memenangkan Cannes Film Festival
Parasite menjadi film Korea Selatan pertama yang memenangkan Cannes Film Festival.

“Menonton film bersama orang lain di bioskop adalah salah satu pengalaman komunal yang luar biasa, kita berbagi tawa, kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan semoga bisa merasakan katarsis dengan teman-teman dan orang asing, dan itu sakral,” tutur Baker.

“Anora” berkisah tentang pekerja seks dari Brooklyn bernama Anora yang mengalami kisah seperti Cinderella. Ia bertemu dan berencana menikah dengan anak seorang oligarki Rusia. Kabar tersebut sampai ke Rusia dan kisah dongengnya terancam ketika orang tuanya berusaha membatalkan pernikahannya.

Grand Prix Cannes Film Festival 2024: All We Imagine As Light

Sementara itu, Grand Prix Cannes 2024 dimenangkan oleh “All We Imagine As Light” garapan Payal Kapadia. Ini merupakan karya pertama Kapadia dalam kategori feature film. Sebelumnya, Kapadia pernah memenangkan Palme d’Or untuk kategori dokumenter dengan film “A Night of Knowing Nothing”. 

“All We Imagine As Light” merefleksikan feminisme dengan keretakan sosial yang ada di negaranya.

Film tersebut menceritakan dua perawat Mumbai, Anu dan Prabha yang terjebak dalam aturan pekerjaan mereka. Keduanya perlahan membangun kebebasan dan mengekspresikan impian dan harapan mereka pada suatu perjalanan.

Peraih dua kategori terbaik, “Emilia Perez”

Film yang disutradarai oleh Jacques Audiard bertajuk “Emilia Perez” berhasil memenangkan Jury Prize dalam ajang ini. Tak hanya itu, film ini juga membuat Adriana Paz, Zoe Saldana, Karla Sofia Gascon, dan Selena Gomez mendapat penghargaan Best Performance by an Actress.

Setelah memenangkan Palme d’Or Cannes 2015 dengan “Dheepan”, Jacques Audiard kembali dengan Emilia Perez, film bergenre thriller dengan latar musik dan bahasa Spanyol. 

Film ini berkisah perjalanan mengubah nasib si Raja Narkoba, Emilia Perez, yang diperankan oleh Karla Sofia Gascon. Selena Gomez dan Zoe Saldana berperan sebagai pengacara yang terlibat dalam perjalanan Emilia ini. Dengan latar cerita kriminalitas, film ini dibalut dengan musikal yang didukung dengan suara para pemerannya yang berkarakter. 

Best Director: Miguel Gomes melalui “Grand Tour”

“Grand Tour” berlatar belakang di Burma, pada 1917. Seorang pegawai negeri sipil Kerajaan Inggris bernama Edward, tiba-tiba kabur dari tunangannya, Molly. Aksi ini Edward lakukan di hari seharusnya mereka menikah. Namun, selama perjalanannya menyusuri Asia, Edward justru bertanya-tanya bagaimana keadaan Molly. Dengan tekadnya untuk menikah, Molly mengikuti jejak Edward.

Film ini telah Gomes rencanakan dengan perjalanan lima minggu menyusuri Asia Tenggara dengan kamera 16 mm. Rencana ini seharusnya dimulai pada 2020, namun terhenti karena pandemi. Akhirnya, film ini digarap dengan metode jarak jauh. Dipantau dari Portugal, para kru teknis menyelesaikan pembuatan film tersebut.

Jesse Plemons dengan penghargaan Best Performance by an Actor!

Baru beberapa bulan selesai dari “Poor Things”, Yorgos Lanthimos kembali dengan “Kinds of Kindness”. Film ini menceritakan perjalanan pencarian dari tiga orang; seorang pria yang mencari kendali hidupnya, seorang polisi yang berusaha mencari istrinya dan mengembalikan ingatan istrinya, dan seorang wanita yang mencari seseorang dengan kekuatan luar biasa.

Special Award: Mohammad Rasoulof

Setelah dipidanakan karena dianggap melanggar keamanan nasional Iran, Mohammad Rasoulof melalui film "The Seed of the Sacred Fig" mendapatkan Special Award Cannes 2024. 

Film tersebut menggambarkan lanskap politik di negaranya, menceritakan seorang hakim yang kehilangan senjata saat ada demonstrasi besar-besaran di Teheran. Meskipun telah dipidanakan hingga dua kali, Rasoulof tidak gentar memberikan kritik kediktatoran negaranya. Kini ia diam-diam meninggalkan Iran.

The Substance, Peraih Best Screenplay

Film garapan Coralie Fargeat ini menampilkan banyak adegan darah dan horor tubuh. Film ini seakan menunjukkan identitas Fargeat dalam film-film yang biasa dibuatnya. The Substance diambil dari nama sebuah teknologi futuristik, sebuah chip yang ditanamkan ke otak.

Sementara itu, sejumlah penghargaan juga ditujukan pada kategori film lain. Penghargaan lain tersebut diantaranya untuk short film, Un Certain Regard, Camera d’Or, dan La Cinef.

Penulis: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Editor

Konten Terkait

Busan International Film Festival, Ajang Unjuk Gigi para Sineas Pendatang Baru

Busan International Film Festival (BIFF) 2023 telah rampung digelar pada 4-13 Oktober. Sejumlah film karya sineas lokal tayang perdana di BIFF tahun ini.

KTT AIS Forum Dilaksanakan di Indonesia, Bagaimana Program Ekonomi Biru dan Komoditas Laut Indonesia?

Negara kepulauan, program ekonomi biru, dan produksi hasil perikanan yang melimpah menjadi beberapa faktor Indonesia jadi tuan rumah KTT AIS Forum pertama.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X