Dinamika Perkembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Terbaik di Indonesia

Per 2020, peringkat UIN Jakarta harus tergeser oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tahun tersebut menjadi awal keruntuhan dominasi UIN Jakarta di posisi puncak.

Dinamika Perkembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Terbaik di Indonesia Ilustrasi UIN Bandung | Reymond

Menjelang tahun ajaran baru 2022, para calon mahasiwa biasanya cukup selektif dalam memilih perguruan tinggi. Mengetahui kualitas kampus melalui peringkat menjadi salah satu cara yang cukup populer sebelum memantapkan pilihannya.

Terdapat beragam perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), hingga perguran tinggi keagamaan islam negeri (PTKIN) di mana Universitas Islam Negeri menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalamnya.

Bagi sebagain orang, "top of mind" kampus berbasis islam di Tanah Air akan langsung mengerucut kepada nama Universitas Islam Negeri atau populer dikenal UIN.

Dalam perkembangannya, kini kampus UIN tidak hanya berfokus kepada program studi berbasis Agama Islam. Namun mulai merambah ke rumpun ilmu yang lebih luas seperti ekonomi dan bisnis, sains dan teknologi, hingga kedokteran.

Berbeda dengan kampus negeri pada umumnya yang berada di bawah payung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), UIN sendiri berdiri di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Karena di bawah payung Kemenag, maka terdapat berbagai perbedaan mulai dari seleksi jalur masuk, kurikulum, hingga syarat kelulusan mahasiswanya.

Kampus UIN terbaik

Tidak banyak lembaga pemeringkatan yang concern merilis data peringkat kampus UIN, 2 yang cukup konsisten ialah Webometrics dan Kemenag. Namun, Webometrics dinilai lebih update karena melakukan pemeringkatan hingga 2 kali dalam setahun.

Pemeringkatan Webometrics diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli, setidaknya ada 3 indikator penilaian utama, yaitu:

  • Impact (bobot 50 persen),
  • Excellence (40 persen), dan
  • Openness (10 persen).

Berbicara mengenai kampus UIN terbaik, kebanyakan orang pasti langsung tertuju pada nama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bagaimana tidak, kampus yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan ini dikenal memiliki publikasi riset yang kompeten, fasilitas kelas wahid, fakultas yang lengkap termasuk tersedianya fakultas bonafit (kedokteran).

Awal dekade ke-21, kala tren transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN menyeruak, UIN Jakarta muncul sebagai kampus UIN unggulan. Setiap tahun, puluhan ribu pendaftar berebut kursi untuk memasuki UIN Jakarta. Peringkatnya pun selalu kokoh di peringkat 1, rasanya sulit tergoyahkan.

Namun per 2020, peringkat UIN Jakarta harus tergeser oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tahun tersebut menjadi awal keruntuhan dominasi UIN Jakarta di posisi puncak.

Menariknya, posisi UIN Bandung mampu melejit dengan cepat, dari peringkat 7 di tahun 2018 ke peringkat 1 di tahun 2022. Hingga data terbaru yang dirilis Webometrics per Januari 2022, UIN Bandung masih kokoh di peringkat 1, mempertahankan statusnya sebagai kampus UIN terbaik di Tanah Air.

Sama dengan UIN Jakarta, beberapa kampus lain justru mengalami tren penurunan peringkat (lebih signifikan). Seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dari peringkat 2 pada 2018 turun ke peringkat 4 di 2022. Lebih teruk lagi UIN Walisongo Semarang dari 3 (2018) ke peringkat 10 (2022).

Di balik melesatnya peringkat UIN Bandung

Disaat kebanyakan kampus mengalami penurunan peringkat, UIN Bandung justru naik paling signfikan. Hal tersebut lalu memicu pertanyaan, apa penyebabnya?

Selama kurun waktu 2018 hingga 2022, rasanya tiap kampus UIN berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitasnya. Hampir tiap kampus membukukan catatan pencapaiannya masing-masing. Namun, salah satu yang paling terasa ialah UIN Bandung.

Kampus yang berlokasi di sebuah kecamatan bernama Cibiru (Kota Bandung) ini tercatat mengukuhkan beberapa pencapaian, terutama di bidang akademik yang menjadi salah satu penilaian yang masuk ke indikator excellence.

UIN Bandung pernah mendapatkan skor paling tinggi untuk bidang Kinerja dan Publikasi Ilmiah dari Science dan Technology Index (SINTA) selama tiga tahun berturut-turut (2019-2021).

Kemudian pada 2020, UIN Bandung berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ke 53 di Asia dalam kategori riset. Setara dengan Kyoto University dan Tianjin Uinversity. Peringkat ini lebih tinggi dibanding Singapore-MIT Alliance, University of Malaya, dan University of Electronic Science and Technology of China.

Lima dosen UIN Bandung juga masuk ke dalam 500 peneliti terbaik Indonesia versi SINTA yang diumumkan secara resmi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis, (28/5/2020).

Beberapa mahasiwa UIN Bandung juga berhasil merengkuh prestasi di tingkat nasional mapun internasional. Salah satunya Muhammad Reno Fadillah, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang kerap meraih prestasi dalam cabang mata lomba robotika dan lomba karya ilmiah.

Pada tahun 2021, Reno meraih berhasil meraih medali emas pada ajang International Invention Competition for Young Moslem Scienctist (IICYMS) 2021 dan meraih penghargaan BUCA Turkey Special Awards pada ajang yang sama.

Prestasi lain yang ia dan tim dapat ialah menyabet juara 1 bidang Karya Inovasi Robotika dan Programming pada Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tahun 2021.

Tidak hanya soal perbaikan kualitas akademik, perbaikan fasilitas kampus juga perlahan mulai digencarkan. Seperti pembangunan rumah Al Quran, pembangunan sarana dan prasarana kampus 2, rehabilitasi gedung rektorat, dan pembangunan beberapa gedung laboratorium dan fakultas baru yang tersebar di kampus 1 dan 2.

Sederet catatan impresif di atas menjadi alasan di balik melesat naiknya peringkat UIN Bandung.

Penulis: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Tiap 6 Menit, 11 Orang Indonesia Meninggal Akibat Tuberkolosis
Artikel Selanjutnya Peringkat BWF Pasca All England: Minions Kokoh di Puncak, Bakri Melesat Naik