Dijual dengan Harga Miring, Akankah Indonesia Beralih Gunakan Motor Listrik?

Harga jual yang murah dan manfaatnya bagi lingkungan tentu menjadi para konsumen tertarik menggunakan motor listrik. Lalu apakah penggunaannya sudah tepat guna?.

Dijual dengan Harga Miring, Akankah Indonesia Beralih Gunakan Motor Listrik? Motor Listrik I haryanta.p/Shutterstock

Produksi kendaraan dengan tenaga listrik sedang digencarkan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghemat cadangan minyak bumi atau energi fosil di dunia yang semakin berkurang. Inovasi dan perkembangan terus digaungkan demi menciptakan kendaraan listrik bebas emisi energi terbarukan untuk keadaan bumi yang lebih baik.

Pengenalan kendaraan motor listrik di Indonesia juga dinilai baik oleh pengamat otomotif Indonesia. Dikutip melalui Kompas, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan hal serupa. Menurutnya, era elektrifikasi untuk kendaraan bermotor pribadi baiknya dimulai dari roda dua.

"Kalau mau memulai era kendaraan listrik, memang dari situ (sepeda motor). Ini kalau kita bicara untuk pasar Indonesia, ya. Jangan langsung yang terlalu mahal karena siapa yang mau beli," sebut Kukuh kepada Kompas di Pameran Gaikindo Indonesia Internasional Show (GIIAS), Tangerang pada Selasa (2/8).

Selaras dengan pendapat tersebut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan motor listrik di Indonesia akan meningkat beberapa tahun mendatang.

Produksi motor listrik diproyeksi meningkat hingga Tahun 2030

Menteri ESDM melalui rilisnya mengatakan, motor listrik kian digemari di Indonesia. Jumlah produksi motor listrik di dalam negeri diperkirakan sebanyak 1,34 juta unit pada tahun 2021. Jumlahnya diproyeksikan akan meningkat pada tahun 2030.

Proyeksi peningkatan produksi motor listrik di Indonesia 2022 I GoodStats

Jumlahnya semakin meningkat menjadi 11,8 juta unit pada 2025. Kemudian diperkirakan melonjak naik hingga 13 juta unit pada tahun 2030.

Berbeda dengan motor listrik, target produksi tahunan mobil listrik di Indonesia memiliki target yang lebih sedikit. Potensi mobil listrik di Indonesia hanya sanggup mencapai angka 125.000 unit pada tahun 2021. Jumlahnya ditargetkan sebanyak 374.000 unit pada 2025. Sedangkan, jumlah mobil listrik diproyeksi sebanyak 2,19 juta unit pada 2030.

Dalam rangka percepatan penerapakan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbaris Baterai (KBLBB), pemerintah tengah mempersiapkan 31.859 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan 67.000 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) pada 2030.

Penggunaan motor listrik berpotensi penghematan konsumsi Bahan Bakan Minyak (BBM) hingga mencapai 6,03 juta kilo liter per tahun dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,23 juta ton setara CO2.

Alih-alih menawarkan berbagai manfaat, beberapa merek motor listrik justru dijual dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar fosil pada umumnya.

Harga jual motor listrik di Indonesia tidak sampai rp15 juta

Mengutip Autofun, ada beberapa merek motor listrik di Indonesia yang lebih murah dibandingkan motor konvensional bahkan kurang dari Rp15 juta.

Top 5 merek motor listrik termurah 2021 I GoodStats

Peringkat pertama, merek Uwinfly menawarkan harga motor listrik yang paling murah di Indonesia. Berdasarkan tipe yang paling murah adalah LS 1 dibanderol dengan harga Rp8,99 juta. Spesifikasi motor listrik Uwinfly LS 1 menggunakan motor bertenaga 800 Watt dan bisa dipacu hingga kecepatan 55 km/jam.

Sementara itu terdapat tipe GT 2 dibanderol dengan harga Rp9,99 juta yang memiliki desain serupa dengan Yamaha Fino. Motor listrik tipe ini menggunakan motor listrik bertenaga 1.000 Watt dengan top speed 55 km/jam. Kemudian, tipe terakhir terdapat N9 yang memiliki performa lebih baik karena menggunakan motor listrik 2.000 Watt dan kecepatan puncak 65 km/jam.

Peringkat kedua terdapat Selis Egle Prix merek listrik termurah dengan kisaran harga Rp11,5 juta, dan cukup merogok kocek Rp2,5 juta melegalkan perjalananya, sehingga total harga jualnya mencapai Rp14 juta.

Peringkat tiga harga motor listrik termurah diberikan oleh Ecgo. Mulanya, Ecgo hanya dijual dengan harga Rp8 juta saja, tetapi jika melihat di e-cpmmerce harga terbarunya mencapai Rp11,9 juta.

Elvindo, motor listrik asli buatan Tangerang ini masuk peringkat empat besar harga motor listrik termurah. Ada dua tipe yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rama dengan harga Rp13,5 juta, dan Shinta dengan harga Rp13 juta.

Terakhir, terdapat motor listrik Smoot Tempur yang mengisi peringkat lima besar. Merek motor yang masih baru ini dirakit langsung di Cikupa, Tangerang. Harga per unit dijual berkisar Rp13 juta dan dapat dipesan langsung melalui laman resmi Smoot Motor Indonesia.

Harga jual yang menggiurkan dan kebermanfaatannya bagi lingkungan tentu akan menjadi pertimbangan para konsumen beralih menggunakan motor listrik. Lalu akankah beralih menggunakan motor listrik sudah jadi solusi tepat?

Pro-Kontra penggunaan motor listrik

Dikutip melalui Fortune Indonesia, Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengatakan, kendaraan listrik kian diminati oleh penggemar otomotif di Tanah Air. Sejalan dengan program pemerintah yang telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) tetang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vechile) untuk tranportasi jalan sejak 8 Agustus 2019 lalu.

Kepercayaan diri Indonesia untuk beralih menggunakan bahan bakar kendaraan listrik semakin meningkat seiring dengan keberhasilan penyelenggaraan kompetisi balap mobil tenaga listrik Formula E, pada awal bulan Juni 2022 lalu.

Melihat juga di DKI Jakarta yang beberapa kali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan kondisi udara terburuk di dunia, akibat dari kepadatan kendaraan. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil pada umumnya, kendaraan bertenaga listrik tidak mengeluarkan asap sehingga tidak berkontribudi terhadap emisi karbon.

Meski demikian, Forbes mengatakan hal tersebut belum sepenuhnya bisa dikatakan ramah lingkungan. Polusi ang berkaitan dengan kendaraan motor listrik justru muncul dari pabrik yang mengolah baterai. Proses ekstrasi baterai listrik yang digunakan dapat berkontribusi pada emisi karbon.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Ini Deretan Keluarga Terkaya Di Dunia, Hartanya Capai Miliaran Dolar!
Artikel Selanjutnya Melihat Preferensi Mayoritas Gen X, Milenial, dan Gen Z dalam Memilih Instrumen Investasi
Konten Terkait