Daftar Merek Beras Oplosan, Beberapa Merupakan Merek Besar di Sektor Pangan Nasional

Berikut ini 13 dari 212 merek beras oplosan yang diduga melakukan pelanggaran aturan mutu dan takaran yang sudah ditemukan oleh Bareskrim Polri.

Daftar Merek Beras Oplosan, Beberapa Merupakan Merek Besar di Sektor Pangan Nasional Ilustrasi Penyortiran Beras | Helena Pfisterer
Ukuran Fon:

Terkait dengan berita tentang merek beras oplosan, baru-baru ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menemukan beberapa merek beras yang melanggar aturan mutu dan takaran setelah dilakukan pemeriksaan pada sejumlah perusahaan produsen dan distributor beras.

Dilansir dari berbagai sumber resmi, disebutkan bahwa para produsen dan distributor nakal melakukan berbagai modus untuk melancarkan aksinya. Mulai dari pemalsuan label kualitas, ada sekitar 86% produk yang diklaim berkualitas premium sehingga berdaya jual tinggi, padahal sebenarnya hanya produk dengan kualitas biasa.

Daftar Merek Beras Oplosan

Pada tabel berikut ini setidaknya ada 13 daftar merek beras oplosan yang diduga melakukan pelanggaran terhadap aturan mutu serta takaran. 

Daftar merek beras oplosan | GoodStats
Daftar merek beras diduga oplosan | GoodStats

Bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Arman mengungkapkan ada 212 perusahaan yang diperiksa terkait dengan isu ini. 13 merek beras oploasan di antaranya telah beredar ramai masuk ke dalam daftar yang diduga melakukan pelanggaran.

Terdapat nama-nama besar yang diketahui merupakan produk dan merek dari Wilmar Group, salah satu pemain besar di sektor pangan nasional, yaitu:

  • Sania
  • Sovia
  • Fortune
  • Siip

Tak hanya itu, sejumlah merek beras premium juga ikut tercantum dalam proses penyelidikan, seperti:

  • Setra Ramos
  • Beras Pulen Wangi
  • Food Station
  • Ramos Premium
  • Setra Pulen yang diproduksi oleh Food Station Tjipinang Jaya
  • PT Belitang Panen Raya dengan produk Raja Platinum dan Raja Ultima
  • PT Sentosa Utama Lestari (anak perusahaan Japfa Group) dengan merek Ayana. 

Setidaknya itulah daftar merek beras oplosan yang diduga melakukan pelanggaran undang-undang. 

Modus Beras Oplosan dan Potensi Kerugian Konsumen

Modus lain yang biasa dilakukan juga termasuk pengurangan berat kemasan, manipulasi harga pasar hingga pengemasan ulang dan campuran yang tentunya sangat merugikan banyak pihak, terlebih konsumen.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman Sulaiman bahkan menyebutkan praktik oplosan beras berpotensi merugikan konsumen hingga Rp 99 triliun per tahun, atau hampir Rp 100 triliun.

"Ini kan merugikan masyarakat Indonesia, itu kurang lebih Rp 99 triliun, hampir Rp 100 triliun kira-kira, karena ini terjadi setiap tahun. Katakanlah 10 tahun atau 5 tahun, kalau 10 tahun kan Rp 1.000 triliun, kalau 5 tahun kan Rp 500 triliun, ini kerugian," dikutip dari video pada Minggu, 13 Juli 2025.

Selain konsumen dirugikan, negara juga kebanjiran kerugian. Modus oplosan dari beras SPHP (Stabilisasi Pasokan & Harga Pangan) menyebabkan kerugian sekitar Rp 2 triliun per tahun, atau hingga Rp 10 triliun dalam lima tahun terakhir.

Dengan adanya data temuan ini, konsumen diharapkan lebih waspada, utamakan  periksa label, pastikan berat dan jenis beras sesuai. Gunakan hak atas informasi yang jelas dan akurat sebagai konsumen. Mari dukung pemerintah dan aparat untuk menindak para mafia beras agar tak lagi memberikan kerugian.

Baca Juga: RI Peringkat 4, Inilah Daftar Produsen Beras Terbesar di Dunia versi FAO

Sumber:

https://www.instagram.com/reel/DL_04nnzWmb/?igsh=cDd4NXh0b2RocHN6

Penulis: Dilla Agustin Nurul Ashfiya
Editor: Muhammad Sholeh

Konten Terkait

Karier Jadi Prioritas Utama Generasi Muda RI 2025

Jika dilihat lebih rinci, Milenial cenderung fokus pada hubungan, sedangkan Gen Z memprioritaskan karier.

Jejak Gempa Bumi di Indonesia 2024

Sepanjang 2024, Indonesia mengalami 5.788 gempa dangkal, 1.547 gempa mengengah, dan 107 gempa dalam.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook