Daftar 10 orang terkaya di Indonesia Mei 2026 kembali menunjukkan bagaimana peta kekuatan ekonomi nasional terus bergerak dinamis. Melansir dari Forbes, nama-nama besar masih mendominasi, tetapi ada perubahan menarik dari sisi sektor bisnis yang menjadi sumber kekayaan mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, arah pertumbuhan tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam seperti batu bara atau kelapa sawit. Kini, sektor teknologi, energi terbarukan, dan infrastruktur digital mulai mengambil peran lebih besar. Hal ini membuat daftar orang terkaya bukan sekadar soal angka, tetapi juga cerminan masa depan ekonomi Indonesia.
Berikut adalah 10 nama daftar orang terkaya di Indonesia periode Mei 2026:
Baca Juga: Jurang Kesenjangan Ekonomi Melebar Menurut Publik RI, Bagaimana Datanya?
Prajogo Pangestu (USD 21 miliar / ±Rp364,7 Triliun)
Nama Prajogo Pangestu kini berada di posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia. Pengusaha yang memulai karier dari bisnis kayu ini berhasil membangun kerajaan bisnis melalui Barito Group.
Kenaikan kekayaannya didorong oleh ekspansi agresif di sektor energi terbarukan dan petrokimia. Transformasi bisnis dari industri tradisional menuju green energy menjadi langkah strategis yang terbukti efektif dalam meningkatkan valuasi perusahaannya.
Low Tuck Kwong (USD 16,5 miliar / ±Rp286,5 Triliun)
Dikenal sebagai raja batu bara, Low Tuck Kwong tetap kokoh di posisi kedua. Bisnis utamanya melalui Bayan Resources masih sangat bergantung pada harga batu bara global.
Namun, menariknya ia juga mulai memperluas investasi ke sektor energi terbarukan dan infrastruktur digital, termasuk proyek kabel bawah laut untuk konektivitas internet di Asia Tenggara.
R. Budi Hartono (USD 15,9 miliar / ±Rp276,1 Triliun)
Budi Hartono mempertahankan posisinya sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Sumber kekayaan utamanya berasal dari kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA).
Selain itu, diversifikasi bisnis ke sektor digital seperti e-commerce dan kendaraan listrik menunjukkan bahwa grup usahanya tidak berhenti beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Anthoni Salim (USD 11,8 miliar / ±Rp204,9 Triliun)
Anthoni Salim mengendalikan salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia melalui Salim Group. Bisnisnya mencakup makanan, perbankan, hingga energi.
Peran Indofood sebagai produsen mi instan global menjadi salah satu pilar utama kekayaannya, ditambah investasi strategis di berbagai sektor yang membuat portofolionya tetap stabil.
Tahir dan keluarga (USD 9,7 miliar / ±Rp168,4 Triliun)
Tahir dikenal tidak hanya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga filantropis aktif. Melalui Mayapada Group, ia mengembangkan bisnis di sektor perbankan, kesehatan, dan properti.
Kombinasi antara ekspansi bisnis dan kontribusi sosial menjadikannya salah satu figur yang berpengaruh, baik di dunia usaha maupun kegiatan kemanusiaan.
Sri Prakash Lohia (USD 8,8 miliar / ±Rp152,8 Triliun)
Pendiri Indorama Corporation ini sukses membangun bisnis global di bidang petrokimia dan tekstil. Produknya mencakup pupuk, bahan baku tekstil, hingga sarung tangan medis.
Ekspansi internasional menjadi kunci utama kesuksesannya, menjadikan Indorama sebagai salah satu pemain besar di industri material dunia.
Otto Toto Sugiri (USD 8,4 miliar / ±Rp145,8 Triliun)
Nama Otto Toto Sugiri mencerminkan kebangkitan sektor teknologi di Indonesia. Melalui DCI Indonesia, ia mengembangkan bisnis pusat data yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital.
Perannya dalam membangun infrastruktur internet sejak era awal juga menunjukkan kontribusinya yang panjang dalam perkembangan teknologi nasional.
Marina Budiman (USD 6 miliar / ±Rp104,2 Triliun)
Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar ini. Sebagai cofounder DCI Indonesia, ia memainkan peran penting dalam pengembangan industri data center di Tanah Air.
Keberhasilannya menunjukkan bahwa sektor teknologi membuka peluang besar bagi kepemimpinan perempuan di level tertinggi bisnis.
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (USD 5,3 miliar / ±Rp92 Triliun)
Di usia yang hampir satu abad, Lim Hariyanto masih bertahan dalam daftar elit ini. Bisnisnya berfokus pada kelapa sawit dan pertambangan nikel melalui Harita Group.
Konsistensi dalam mengelola sumber daya alam menjadi faktor utama yang menjaga kekayaannya tetap stabil hingga saat ini.
Haryanto Tjiptodihardjo (USD 5 miliar / ±Rp86,8 Triliun)
Menutup daftar, Haryanto Tjiptodihardjo dikenal sebagai pemimpin Impack Pratama Industri, perusahaan manufaktur bahan bangunan berbasis plastik.
Ekspansi ke pasar internasional menjadi salah satu strategi penting yang membuat bisnisnya terus berkembang, bahkan di tengah persaingan industri global.
Daftar ini menunjukkan bahwa kekayaan terbesar di Indonesia masih didominasi oleh sektor sumber daya alam, manufaktur, dan perbankan. Namun, yang menarik adalah semakin kuatnya peran sektor teknologi dan energi terbarukan dalam mendorong pertumbuhan kekayaan baru.
Jika melihat tren ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan komposisi daftar orang terkaya Indonesia akan semakin didominasi oleh pelaku industri digital.
Baca Juga: Total Kekayaan 50 Orang Terkaya di Indonesia Tembus Rp4.651 Triliun pada 2026
Sumber:
https://www.forbes.com/real-time-billionaires/
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh