Museum dan Cagar Budaya di Indonesia Diproyeksikan Mengalami Kenaikan Pendapatan pada 2025

Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi yang efektif, kekayaan budaya dan sejarah Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Museum dan Cagar Budaya di Indonesia Diproyeksikan Mengalami Kenaikan Pendapatan pada 2025 Ilustrasi Candi Borobudur, Foto: Borobudur Park

Indonesia, dengan kekayaan sejarah dan budayanya, memiliki banyak museum dan cagar budaya yang berpotensi besar untuk menarik pengunjung dari dalam dan luar negeri. Namun, untuk memaksimalkan potensi tersebut, diperlukan perhatian khusus dan inovasi dalam pengelolaannya. 

Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek Ahmad Mahendra, menyebut, berbagai museum dan cagar budaya di Indonesia telah menerapkan pendekatan 3R, yaitu reprogramming, redesigning, dan reinvigorating, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan pendapatan dan daya tarik mereka.

“Pendekatan 3R merupakan formula strategis yang mampu meningkatkan akselerasi museum dan cagar budaya, dari sekadar tujuan wisata menjadi ruang komunal yang interaktif dan dinamis,” ungkap Ahmad, Rabu (20/3/2024). 

Pendekatan 3R ini mencakup tiga konsep utama yang saling melengkapi. Reprogramming melibatkan penataan ulang program-program yang ditawarkan, dengan fokus pada relevansi dan daya tarik bagi berbagai kalangan pengunjung. Melalui kegiatan yang lebih interaktif dan edukatif, museum dan cagar budaya dapat menyajikan pengalaman yang lebih menarik dan menyenangkan. 

Redesigning berfokus pada perancangan ulang ruang dan fasilitas, memastikan bahwa lingkungan yang disediakan lebih nyaman, modern, dan mudah diakses oleh semua pengunjung. 

Sementara itu, reinvigorating mencakup pemberian semangat baru melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi internasional, untuk menciptakan program yang lebih beragam dan menarik.

Dengan penerapan pendekatan 3R ini, proyeksi pendapatan museum dan cagar budaya di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan. 

Proyeksi Kenaikan Pendapatan Museum dan Cagar Budaya di Indonesia | GoodStats

Proyeksi pendapatan untuk berbagai museum dan cagar budaya di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun 2024 ke 2025.

Salah satu situs yang diproyeksikan mengalami lonjakan pendapatan terbesar adalah Candi Borobudur. Pada tahun 2024, pendapatan Candi Borobudur diperkirakan mencapai Rp16,79 miliar, dan angka ini diproyeksikan melonjak menjadi Rp27,93 miliar pada tahun 2025. Proyeksi kenaikan ini didasarkan pada daya tarik luar biasa dari situs warisan dunia ini.

Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta juga diproyeksikan mengalami peningkatan pendapatan yang stabil. Dari Rp2,47 miliar pada tahun 2024, pendapatan museum ini diperkirakan akan naik menjadi Rp2,94 miliar pada tahun 2025. Peningkatan ini diharapkan berkat pengayaan program edukatif dan interaktif yang mampu menarik lebih banyak pengunjung lokal maupun mancanegara.

Percandian Gedong Songo di Jawa Tengah menunjukkan tren positif yang serupa. Pada tahun 2024, pendapatan situs ini diproyeksikan mencapai Rp1,38 miliar dan meningkat menjadi Rp1,83 miliar pada tahun 2025. Upaya revitalisasi dan promosi yang lebih intensif diyakini akan berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan ke situs ini.

Museum Nasional Indonesia di Jakarta menonjol dengan proyeksi peningkatan pendapatan yang sangat signifikan. Dari Rp0,912 miliar pada tahun 2024, pendapatan museum ini diperkirakan melonjak sepuluh kali lipat menjadi Rp9,12 miliar pada tahun 2025. 

Percandian Dieng di Jawa Tengah juga diproyeksikan mengalami peningkatan pendapatan, dari Rp0,787 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1,04 miliar pada tahun 2025.

Kawasan Sangiran, yang terkenal dengan situs arkeologinya, menunjukkan proyeksi peningkatan pendapatan dari Rp0,705 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1,13 miliar pada tahun 2025. Melalui pendekatan 3R, kawasan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan peneliti, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan.

Terakhir, Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta juga diproyeksikan mengalami peningkatan pendapatan, dari Rp0,244 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp0,322 miliar pada tahun 2025. Kenaikan ini, meskipun tidak sebesar yang lainnya, tetap penting sebagai indikator keberhasilan penerapan strategi 3R di museum-museum kecil yang bersejarah.

Secara keseluruhan, proyeksi kenaikan pendapatan ini mencerminkan dampak positif dari penerapan pendekatan 3R di berbagai museum dan cagar budaya di Indonesia. Dengan terus meningkatkan program, desain, dan semangat baru, sektor ini diprediksi akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian dan pelestarian budaya Indonesia.

Penulis: Brilliant Ayang Iswenda
Editor: Editor

Konten Terkait

Penonton Prambanan Jazz Festival 2024 Tembus 49,5 Ribu, Naik 3 Kali Lipat dari 2023

Padahal, gelaran 2023 dilaksanakan lebih lama yaitu 6 hari berturut-turut. Puncak penonton tertinggi PJF 2024 ada di hari ketiga sebesar 25 ribu penonton.

Semarak Hari Kedua PJF 2024, Komitmen Dukung Kuliner Lokal Yogyakarta

Cuaca yang mendukung membuat pelaksanaan PJF 2024 hari kedua terasa meriah. Dukung usaha lokal, 60% tenant PJF 2024 diisi tenant masakan Jogja.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook