Liburan atau traveling menjadi salah satu aktivitas yang banyak dinantikan setiap tahun. Tak jarang, orang yang berencana bepergian sudah menyusun rencana perjalanan jauh sebelum waktu keberangkatan tiba.
Bagi sebagian orang, traveling didorong oleh berbagai motivasi. Ada yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari yang terasa melelahkan, sementara yang lain ingin menjelajahi destinasi baru yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.
Tujuan berlibur pun bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang memanfaatkan momen tersebut untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terdekat, sementara yang lain memilih menjadikannya sebagai waktu untuk diri sendiri atau me time.
Melalui laporan Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi oleh Jenius yang melibatkan 300 responden dari berbagai profesi pada November 2025 sampai Januari 2026, ditemukan gambaran preferensi tipe perjalanan tiap generasi berbeda-beda, berikut rinciannya.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Paling Berkembang di Asia, Bandung Masuk 3 Besar!
Dari segi profil responden, Gen X yang terlibat dalam studi sebanyak 35%, Gen Y sebesar 37%, dan Gen Z hanya sebanyak 28%.
Untuk tipe perjalanan liburan keluarga didominasi oleh Gen X dengan 44%. Hal ini menunjukkan bahwa generasi ini lebih memilih tipe perjalanan yang mengutamakan momen kebersamaan. Sementara Gen Y hanya memperoleh 26% dan Gen Z di angka 13%.
Lebih lanjut, tipe perjalanan eksplorasi alam justru didominasi oleh Gen Z dengan 18%, disusul oleh Gen X sebanyak 15% dan Gen Y dengan capaian 10%.
Untuk tipe perjalanan kulineran memiliki banyak peminat di kalangan Gen Z dengan capaian 28%. Sementara Gen Y menjadi kalangan terbanyak kedua dengan 23%. Sisanya, Gen X hanya memperoleh 13%.
Di sisi lain, tipe perjalanan yang mengandung unsur sejarah dan budaya tetap dipilih oleh Gen Y dan Gen Z dengan masing-masing capaian di angka 18%.
Preferensi tipe perjalanan traveling sejatinya tidak sebatas pada yang disebutkan di atas saja. Sebagian kecil responden dari kelompok Gen X memilih perjalanan workcation, yakni bekerja dari lokasi liburan tanpa mengambill cuti.
Selain workcation, ada juga istilah fan trip yang merupakan tipe perjalanan yang dipilih oleh Gen Y (7%) dan Gen Z (9%). Fan trip merupakan perjalanan wisata sebagai penggemar untuk mengunjungi destinasi yang berhubungan dengan idola, baik itu penyanyi, aktor/aktris/ dan lainnya.
Manfaat Traveling untuk Kesehatan
Tak hanya menghilangkan penat, menurut Klik Dokter, aktivitas traveling juga mendatangkan sejumlah manfaat, yakni menurunkan risiko stres, mencegah terserang penyakit, meningkatkan produktivitas dan konsentrasi.
Lebih lanjut, traveling juga bermanfaat untuk mempererat hubungan dengan orang membersamai perjalanan, meningkatan kualitas tidur, hingga menekan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: 10 Negara yang Turisnya Paling Betah di Indonesia 2025
Sumber:
https://www.jenius.com/article/detail/jenius-study-2026-traveling#:~:text=Melalui%20Jenius%20Study%202026%3A%20Perilaku%20Traveling%20Lintas%20Generasi,Y%2C%20dan%20Gen%20Z%20merancang%20perjalanan%20traveling%20mereka.
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor