Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Pada 2026 saja, jumlah penduduknya mencapai 38,56 juta, meningkat dari tahun 2025 yang sebesar 38,23 juta. Laju pertumbuhan penduduk per tahunnya mencapai 0,95%, dengan kepadatan penduduk mencapai 1.123 per km persegi (km²).
Meski begitu, persebaran penduduk di provinsi ini ternyata tidak merata. Di balik kota-kota besar seperti Semarang, Surakarta, atau Magelang yang memiliki tingkat kepadatan tinggi, masih terdapat sejumlah kabupaten dengan jumlah penduduk yang relatif jarang dibandingkan luas wilayahnya.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Blora menjadi daerah dengan kepadatan penduduk paling rendah di provinsi tersebut. Wilayah yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini hanya dihuni sekitar 470 jiwa per km², menjadikannya kabupaten paling "lengang" di Jawa Tengah.
Baca Juga: 7 Wilayah dengan Candi Terbanyak di Jawa Tengah
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Wonogiri dengan kepadatan 556 jiwa per km², disusul Kabupaten Rembang yang memiliki 650 jiwa per km².
Ketiga daerah tersebut memiliki karakteristik yang hampir serupa, yakni wilayah administratif yang luas dengan kawasan pertanian, hutan, maupun perbukitan yang masih mendominasi penggunaan lahannya.
Di urutan keempat terdapat Kabupaten Purworejo dengan kepadatan sebesar 747 jiwa per km², disusul Grobogan dengan 757 jiwa per km².
Kabupaten Pati menduduki peringkat keenam dengan kepadatan penduduk sebesar 885 jiwa per km² pada 2026, diikuti oleh Kabupaten Cilacap (889 jiwa per km²), Kabupaten Wonosobo (931 jiwa per km²), dan Kabupaten Banjarnegara (941 jiwa per km²).
Daftar sepuluh besar ditutup oleh Kabupaten Temanggung yang kepadatan penduduknya sebesar 956 jiwa per km². Dengan demikian, tidak ada satupun kota administratif yang masuk daftar tersebut.
Kepadatan penduduk di sepuluh kabupaten tersebut sangat jomplang jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah padat di Jawa Tengah, seperti Kota Surakarta dengan kepadatan penduduk mencapai 11.343 jiwa per km², Kota Tegal dengan 7.464 jiwa per km², hingga Kota Pekalongan dengan 7.098 jiwa per km².
Mengapa Bisa Berbeda-beda?
Kepadatan penduduk merupakan indikator yang menunjukkan rata-rata jumlah penduduk yang tinggal di setiap satu km² wilayah. Angka ini diperoleh dengan membagi total jumlah penduduk dengan luas wilayah administratif.
Artinya, daerah dengan jumlah penduduk besar belum tentu memiliki kepadatan tinggi apabila wilayahnya juga sangat luas. Sebaliknya, kota dengan luas wilayah yang kecil dapat memiliki kepadatan sangat tinggi meskipun jumlah penduduknya tidak sebesar kabupaten-kabupaten tertentu.
Perbedaan kepadatan penduduk antarwilayah di Jawa Tengah dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi geografisnya, tingkat urbanisasi, sampai peluang ekonomi. Wilayah yang didominasi kawasan pertanian, hutan, pegunungan, atau lahan konservasi umumnya memiliki kepadatan lebih rendah dibandingkan daerah perkotaan yang menjadi tujuan migrasi penduduk.
Baca Juga: 7 Wilayah dengan Jumlah Kambing Terbanyak di Jawa Tengah, Wonogiri di Puncak
Sumber:
https://jateng.bps.go.id/id/statistics-table/3/V1ZSbFRUY3lTbFpEYTNsVWNGcDZjek53YkhsNFFUMDkjMw==/jumlah-penduduk--laju-pertumbuhan-penduduk--distribusi-persentase-penduduk--kepadatan-penduduk--rasio-jenis-kelamin-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-tengah--2024.html?year=2024