Penyelenggaraan turnamen olahraga terbesar di jagat raya seperti Piala Dunia 2026 di tiga negara yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan juga Kanada menuntut kesiapan finansial dan perencanaan anggaran yang luar biasa dari organisasi induknya. Pengeluaran dana dalam skala masif ini menjadi fondasi utama untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan, mulai dari fase persiapan, penyediaan fasilitas, hingga laga final.
Manajemen pengeluaran sebuah mega-event tidak hanya berputar pada penyewaan lapangan, melainkan sebuah orkestrasi logistik yang sangat kompleks. Hal ini mencakup pengelolaan infrastruktur sementara di berbagai kota, pemeliharaan standar kompetisi internasional yang ketat, jaminan kenyamanan bagi puluhan tim negara peserta, hingga distribusi hadiah kompensasi.
Detail Pengeluaran FIFA Selama Piala Dunia 2026
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Semifinal Piala Dunia 2026, Benua Eropa Diwakili Tiga Negara
Berdasarkan rincian estimasi terbaru mengenai rencana anggaran operasionalnya yang dikeluarkan oleh FIFA Digital Hub dengan tajuk Fifa World Cup 2026 Socio Impact Analysis, total pengeluaran FIFA untuk perhelatan Piala Dunia 2026 diperkirakan menyentuh angka US$3,76 miliar.
Sektor operasional menjadi pos pengeluaran paling besar yang menyedot porsi hingga 30% dari total anggaran, dengan nilai mencapai US$1,12 miliar. Alokasi dana yang masif pada sektor ini ditujukan langsung untuk membiayai manajemen acara, upah staf operasional, pembangunan infrastruktur temporer di stadion, serta pemenuhan logistik esensial di lapangan.
Berada tepat di bawahnya, pos hadiah dan komponen lainnya menempati urutan kedua dengan anggaran sebesar US$1,02 miliar atau setara dengan 27% dari keseluruhan dana, yang dialokasikan untuk uang hadiah kompetisi bagi tim pemenang, program tunjangan klub, serta biaya jaminan lainnya.
Fokus pendanaan kemudian mengalir secara signifikan pada aspek pelayanan bagi para aktor utama di lapangan, yakni sektor layanan tim. Sektor ini mengamankan porsi sebesar 22% dari total anggaran dengan nilai pengeluaran mencapai US$0,81 miliar, yang digunakan khusus untuk menanggung biaya akomodasi hotel, transportasi lokal, dukungan teknis, serta kebutuhan logistik dari seluruh tim nasional peserta selama turnamen berlangsung.
Sementara itu, untuk memastikan seluruh arena pertandingan berada dalam kondisi prima sesuai standar global, sektor stadion dan kompetisi menempati peringkat keempat dengan alokasi dana sebesar US$0,42 miliar, yang mengambil porsi sebesar 11% untuk kebutuhan sewa tempat, perawatan rumput lapangan, serta pengadaan peralatan olahraga.
Dua posisi terbawah dalam struktur pengeluaran ini ditempati oleh sektor penunjang non-teknis yang krusial bagi citra publik dan tata kelola organisasi. Sektor komunikasi dan pemasaran berada di peringkat kelima dengan menyerap 8% dari total anggaran, atau setara dengan US$0,30 miliar, guna memaksimalkan strategi promosi global serta optimalisasi platform digital interaktif seperti FIFA+.
Akhirnya, alokasi anggaran ini digenapi oleh sektor administrasi dan keuangan di peringkat keenam yang mencatatkan pengeluaran sebesar US$0,09 miIiar atau mengambil porsi terkecil sebesar 2% untuk membiayai tata kelola acara, gaji staf administratif, serta biaya manajemen organisasi.
Metodologi
Analisis ini menerapkan kombinasi metodologi analisis dampak dan Social Return on Investment (SROI) yang diselaraskan dengan pedoman OECD untuk mengevaluasi nilai yang dihasilkan dibandingkan dengan investasi yang telah dikeluarkan.
Metodologi ini mencakup keterlibatan pemangku kepentingan, pemetaan hasil (outcome mapping), monetisasi, serta penyesuaian nilai manfaat di masa depan melalui metode diskonto (discounting).
Untuk menyajikan gambaran yang menyeluruh, analisis dampak sosio-ekonomi ini menggunakan matriks Social Accounting Matrix (SAM) antarnegara yang merinci 45 sektor produktif dan 76 negara berbeda.
Baca Juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Sumber:
https://digitalhub.fifa.com/m/152f754a8e1b3727/original/FIFA-World-Cup-2026-Socioeconomic-impact-analysis.pdf