10 Aplikasi dengan Pendapatan Terbesar di Dunia 2021

Dalam kurun 1 tahun, platform Apple's App Store dan Google Play Store memperoleh pendapatan terbesar dari sektor gim dengan persentase mencapai 71 persen.

10 Aplikasi dengan Pendapatan Terbesar di Dunia 2021 Ilustrasi pembayaran online dalam aplikasi | kentoh/Shutterstock

Berdasarkan laporan App Revenues Market, baik Apple’s App Store dan Google Play Store sama-sama memperoleh pendapatan terbesar dari sektor gim. Adapun persentasenya mencapai 71 persen pada kedua platform.

Tidak heran lagi bila mayoritas aplikasi berbayar terpopuler berasal dari sektor gim, terutama beberapa aplikasi tertentu di luar sektor gim telah menemukan cara lain bagi pengguna untuk membayar biaya berlangganan di luar aplikasi.

Contohnya ialah Netflix dan Spotify yang telah menghilangkan fitur berlangganan di dalam aplikasi. Business of Apps memperkirakan bahwa Apple dan Google telah kehilangan sekitar 1,8 miliar dolar AS pada tahun 2020 akibat Netflix menghilangkan fitur berlangganan di dalam aplikasi.

Di sisi lain, China, Jepang, dan Amerika Serikat merupakan 3 negara dengan penduduk yang paling banyak menggelontorkan dana untuk berlangganan fitur aplikasi. Jepang memiliki catatan pengeluaran tertinggi per kapita, sementara itu China memiliki jumlah pengguna gadget yang besar sehingga mendorong tingginya angka pembelian fitur berlangganan di aplikasi.

Mengutip lebih lanjut data yang dipaparkan oleh Business of Apps, berikut merupakan 10 aplikasi dengan raihan pendapatan tertinggi secara global sepanjang tahun 2021.

10 aplikasi dengan pendapatan terbesar di dunia tahun 2021 | GoodStats

1. PUBG Mobile

Aplikasi gim Player Unknown’s Battleground (PUBG) Mobile berhasil menduduki peringkat pertama aplikasi dengan pendapatan terbesar secara global sepanjang tahun 2021. Adapun total pendapatan yang berhasil diperoleh oleh PUBGM mencapai 2,01 miliar dolar AS.

PUBG awalnya hadir sebagai game PC, kemudian PUBGM resmi dirilis pada tahun 2018, tepatnya tanggal 9 Februari di China dan 19 Maret secara global. PUBGM diterbitkan di bawah naungan raksasa teknologi Tencent Games.

2. TikTok

Salah satu aplikasi berbagi konten video terpopuler saat ini yakni TikTok berhasil meraih posisi ke-2 dengan total pendapatan mencapai 1,71 miliar dolar AS pada tahun 2021.

TikTok sendiri merupakan aplikasi asal China dengan induk perusahaan bernama ByteDance. TikTok dirilis sejak tahun 2016 dengan nama awal Douyin, namun perjalanan TikTok menuju popularitas saat ini penuh dengan lika liku. TikTok sempat memperoleh tanggapan negatif bahkan hingga mengalami pemblokiran di beberapa negara.

Popularitas TikTok meroket utamanya sejak masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di mana mobilitas serta akses hiburan masyarakat menjadi terbatas. TikTok sukses menjadi salah satu platform hiburan andalan untuk membunuh rasa bosan saat bekerja maupun belajar di rumah.

3. Honor of Kings

Posisi ke-3 diraih oleh aplikasi Honor of Kings dengan total raihan pendapatan sebesar 1,64 miliar dolar AS sepanjang tahun 2021 lalu.

Honor of Kings merupakan salah satu aplikasi gim multiplayer berbasis online yang dikembangkan oleh TiMi Studio Group dan dipublikasikan di bawah naungan Tencent Games pada tahun 2015 untuk platform iOS dan Android di China.

4. Genshin Impact

Genshin Impact berhasil meraih posisi ke-4 dengan total pendapatan sebesar 1,33 miliar dolar AS pada tahun 2021.

Gim aksi role-playing ini dikembangkan dan dipublikasikan di bawah perusahaan video game bernama miHoYo. Aplikasi gim ini dirilis untuk PC dan juga mobile baik untuk platform iOS maupun Android pada tahun 2020.

5. Roblox

Berikutnya posisi ke-5 diraih oleh Roblox dengan total pendapatan sebesar 1 miliar dolar AS pada tahun 2021. Roblox sendiri merupakan platform online game dan game creation yang dikembangkan oleh Roblox Corporation pada tahun 2006.

Tidak hanya dapat memainkan gim, platform ini juga memperbolehkan pengguna untuk menciptakan sendiri program game yang nantinya dapat dimainkan orang lain melalui aplikasi Roblox.

6. Coin Master

Posisi ke-6 ditempati oleh Coin Master dengan total pendapatan mencapai 936 juta dolar AS sepanjang tahun 2021. Aplikasi gim ini populer di Inggris dan Jerman dengan total unduhan mencapai lebih dari 100 juta kali.

Dirilis pada tahun 2010 di bawah naungan Moon Active, Coin Master merupakan salah satu gim bertipe kasual yang dimainkan secara tunggal melalui perangkat mobile.

7. Pokemon Go

Pokemon Go berhasil meraih posisi ke-7 aplikasi dengan pendapatan terbesar di dunia pada tahun 2021. Adapun total pendapatan yang diraih oleh Pokemon Go ialah sebesar 904 juta dolar AS.

Pokemon Go merupakan gim berbasis augmented reality (AR) yang dikembangkan dan dirilis pada tahun 2016 oleh Niantic berkolaborasi dengan Nintendo dan The Pokemon Company untuk perangkat iOS dan Android.

8. YouTube

Posisi ke-8 diduduki oleh platform berbagi video terbesar saat ini yakni YouTube dengan total pendapatan sebesar 891 juta dolar AS pada tahun 2021.

Dirilis pada tahun 2005 oleh Steven Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim di Amerika Serikat, kini YouTube dimiliki oleh Google dan menjadi website dengan jumlah kunjungan terbanyak ke-2 di dunia setelah Google itu sendiri.

9. Candy Crush

Lagi-lagi dari aplikasi gim, Candy Crush berhasil meraih posisi ke-9 dengan total pendapatan sebesar 856 juta dolar AS.

Gim tipe puzzle ini dirilis di bawah naungan King pada tahun 2012 dan awalnya hanya diperuntukkan di Facebook. Namun seiring berjalannya waktu kini gim ini tersedia di platform iOS dan Android yang dirilis pada akhir tahun 2012.

10. Garena Free Fire

Terakhir, Garena Free Fire memperoleh posisi ke-10 aplikasi dengan pendapatan terbesar sepanjang tahun 2021. Adapun total pendapatan yang diperoleh oleh Garena Free Fire mencapai 836 juta dolar AS.

Gim battle royale ini dikembangkan oleh 111dots Studio dan dipublikasikan oleh Garena untuk platform iOS dan Android pada tahun 2017. Pada tahun 2019, Free Fire berhasil mencetak rekor sebagai gim mobile dengan jumlah unduhan terbanyak dan pada tahun 2021, Free Fire memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Fenomena Bubble Burst dan Gelombang PHK Massal Startup
Artikel Selanjutnya Provinsi Peraih Gelar Puteri Indonesia Terbanyak, Bali Cetak Sejarah Baru
Konten Terkait