5 Sektor dengan Konsumsi Energi Terbesar di Indonesia 2020–2024
Industri • 31 Januari 2026Sektor industri, konstruksi, dan pertambangan non migas konsisten menjadi penyerap energi terbesar di Indonesia
Sektor industri, konstruksi, dan pertambangan non migas konsisten menjadi penyerap energi terbesar di Indonesia
Pembangkit listrik Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil, terbesar dari batu bara
Realisasi konsumsi listrik pada 2025 mencapai 1.584 kWh per kapita, melampaui target 1.464 kWh
Pelanggan rumah tangga mendominasi penjualan listrik nasional pada 2024, dengan listrik yang disalurkan mencapai 130.433 GWh
Indonesia mengandalkan beberapa jenis pembangkit listrik, PLTU batu bara masih mendominasi
Indeks ketahanan energi Indonesia naik pada 2024 menjadi 6,69, masuk kategori tahan.
Amerika Serikat menempati posisi teratas pada tahun 2024, dengan kapasitas energi panas bumi sebesar 3.937 MW, diikuti oleh Indonesia dan Filipina.
China menjadi produsen energi terbarukan terbesar di dunia, produksinya mencapai 3.749 TWh per 2023
Politisi (40,5%) dan birokrat (25,9%) lebih mendominasi kursi komisaris BUMN di sektor energi daripada profesional (13,8%) dengan kompetensi dalam bidang energi
Menurut survei IKEA, 73% responden di Indonesia mengaku suka tidur, tertinggi dari negara lain dalam survei.
Pada tahun 2024, dukungan energi nuklir di kalangan publik ASEAN hanya sebesar 9,9%
Energi surya, hidro, dan angin dirasa paling cocok diimplementasikan di Asia Tenggara
Swasembada energi menjadi salah satu pilar strategis bagi ketahanan nasional Indonesia. Upaya menuju swasembada ini tercermin dalam kebijakan seperti RUPTL 202
Meski semakin berkurang, batu bara diproyeksikan masih menjadi sumber energi utama Indonesia pada 2034.
Danantara dan ACWA Power menjalin kemitraan strategis dengan investasi Rp162 triliun untuk mempercepat transisi energi hijau Indonesia.
Meski begitu pemerintah masih akan menggunakan pembangkit bertenaga energi fosil
Meski begitu, energi fosil masih tetap akan mendominasi
Pembangunan fasilitas pembangkit listrik akan dibagi ke dalam dua tahap, atau per lima tahun
Lebih dari 50% listrik dunia berasal dari batu bara dan gas bumi
Dalam satu dekade terakhir, produksi listrik dari tenaga surya bertumbuh 21-35% per tahun, untuk listrik dari tenaga surya tumbuh 7-18% per tahun
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook