Status Pendidikan Perempuan Indonesia, Lebih Banyak Tamatkan Perguruan Tinggi Daripada Laki-Laki

Memperoleh pendidikan dengan layak merupakan salah satu hak mutlak yang dimiliki oleh perempuan. Bagaimana gambaran status pendidikan perempuan di Indonesia?.

Status Pendidikan Perempuan Indonesia, Lebih Banyak Tamatkan Perguruan Tinggi Daripada Laki-Laki Mahasiswi menamatkan pendidikan jenjang perguruan tinggi | Odam Asdi Artosa/Shutterstock

Peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya menjadi momen penting pengakuan terhadap hak serta prestasi para perempuan di seluruh dunia. Pendidikan merupakan salah satu hak yang mutlak bagi perempuan.

Anggapan pada zaman dahulu menilai bahwa perempuan tidak memiliki kewajiban memperoleh pendidikan yang tinggi. Melawan stigma dan kesenjangan dalam masyarakat, kini perempuan dapat mengenyam bangku pendidikan dengan segala haknya yang setara dengan laki-laki.

Perempuan akan menjadi guru kehidupan pertama bagi anak. Pendidikan yang layak pada perempuan mendorong pengembangan karakter serta membuka kesempatan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk peran perempuan dalam pembangunan telah menjadi sasaran dalam rencana pembangunan pemerintah. Selain itu, sustainable development goals (SDGs) juga mendukung upaya memenuhi hak-hak perempuan, mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, serta memperkuat pengarusutamaan gender dalam pembangunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2021, jumlah penduduk Indonesia berkisar antara 271,58 juta jiwa, di mana jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan. Jumlah laki-laki di Indonesia ialah sebanyak 136,34 juta jiwa sementara perempuan sebanyak 135,24 juta jiwa.

Mayoritas penduduk Indonesia masuk dalam kelompok usia produktif yang memiliki rentang usia antara 15 hingga 64 tahun. Sebesar 68,52 persen perempuan di Indonesia merupakan kalangan usia produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan negara.

Berselisih tipis, status pendidikan perempuan di Indonesia nyaris sama dengan laki-laki

Berdasarkan data dari BPS, persentase penduduk perempuan berusia 5 tahun ke atas yang masih bersekolah mencapai 23,65 persen pada tahun 2021. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki persentase sebesar 23,95 persen.

Kemudian, sebesar 6,60 persen penduduk perempuan berusia 5 tahun ke atas belum pernah mengenyam bangku pendidikan di sekolah. Sementara itu, laki-laki berusia 5 tahun ke atas yang belum pernah sekolah lebih rendah daripada perempuan yakni sebesar 4,79 persen.

Namun, bila meninjau angka partisipasi sekolah, capaian perempuan sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada seluruh kelompok umur. Pada kelompok usia 7-12 tahun, angka partisipasi sekolah perempuan mencapai 99,28 persen.

Angka partisipasi sekolah laki-laki dan perempuan tahun 2021 | GoodStats

Kemudian pada kelompok usia 13-15 tahun, angka partisipasi sekolah perempuan mencapai 96,69 persen dan terakhir pada kelompok usia 16-18 tahun angka partisipasi sekolah perempuan mencapai 72,78 persen.

Di samping itu, angka partisipasi murni perempuan pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Angka partisipasi murni laki-laki dan perempuan tahun 2021 | GoodStats

Perbedaan antara angka partisipasi sekolah dengan angka partisipasi murni berada pada perbandingan usia dengan jenjang pendidikan. Angka partisipasi sekolah tidak memandang jenjang pendidikan yang sedang ditempuh terlepas sesuai atau tidak dengan kelompok usia seharusnya, berbanding terbalik dengan angka partisipasi murni.

Perempuan dominasi jumlah peraih ijazah perguruan tinggi di Indonesia

Menurut data BPS, persentase perempuan berusia 15 tahun ke atas yang berhasil memperoleh ijazah perguruan tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Perbandingan persentase peraih ijazah perguruan tinggi pada laki-laki dan perempuan tahun 2021 | GoodStats

Adapun persentase perempuan yang menamatkan jenjang perguruan tinggi mencapai 10,06 persen pada tahun 2021 sementara laki-laki memiliki persentase sebesar 9,28 persen. Artinya, hampir 10 dari 100 perempuan berusia 15 tahun ke atas di Indonesia berhasil meraih ijazah perguruan tinggi.

Bila dirinci, persentase perempuan berhasil memperoleh ijazah perguruan tinggi di perkotaan mencapai 13,51 persen sedangkan laki-laki sebesar 12,56 persen. Kemudian di perdesaan, sebesar 5,57 persen perempuan berhasil memperoleh ijazah perguruan tinggi, sementara laki-laki hanya mencapai 4,76 persen.

Namun di sisi lain, sebesar 16,09 persen perempuan berusia 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah. Artinya, hampir 2 dari 10 perempuan di Indonesia yang terhitung tidak memiliki ijazah. Sementara itu pula, tingkat buta huruf di Indonesia masih didominasi oleh kaum perempuan dengan persentase sebesar 5,35 persen.

Sistem pendidikan di Indonesia perlu terus dibenahi agar ke depannya penerapan hak-hak perempuan dalam bidang pendidikan yang sudah berjalan dengan baik dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Sama halnya dengan laki-laki, perempuan pun dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan negara melalui ilmu pengetahuan yang diperoleh dari bangku pendidikan tanpa terkecuali.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Mengukur Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia
Artikel Selanjutnya 5 Negara Terkecil di Dunia, Semuanya Lebih Kecil dari Wilayah Jakarta
Konten Terkait