Wakil Amerika Latin Argentina akan kembali bertemu tim asal Eropa di babak semifinal Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Albiceleste itu dijadwalkan menghadapi Inggris pada Kamis (16/7) di Mercedes-Benz Arena, Atlanta (siaran langsung TVRI pukul 02.00 WIB).
Argentina lolos ke fase empat besar Piala Dunia 2026 usai menang atas Swiss dengan skor 3-1 lewat babak tambahan di babak perempat final. Sejak fase grup, tim juara dunia edisi 1978, 1986, dan 2022 itu mencatatkan enam kemenangan dalam enam pertandingannya.
Dua dari enam kemenangan Argentina didapatkan dengan susah payah. Lionel Messi dkk bermain sampai 120 menit alias menjalani babak tambahan waktu ketika menundukkan Cape Verde juga Swiss di fase 32 besar dan delapan besar Piala Dunia 2026 ini.
Sepanjang Piala Dunia kali ini, Argentina mencetak 17 gol. Kemudian lini belakang kampiun Copa America 16 kali itu kemasukan enam gol dalam enam pertandingannya di Piala Dunia 2026.
Kapten Argentina Lionel Messi menjadi pemain paling gacor dengan kontribusi delapan gol. Lautaro Martinez menyusul dengan catatan produktivitas sebanyak dua gol.
Lalu Lisandro Martinez, Cristian Romero, Enzo Fernandez, Giovani Lo Celso, Alexis Mac Allister, dan Julian Alvarez masing-masing mencetak satu gol. Di luar delapan nama di atas, satu pemain Cape Verde yaitu Diney menyumbang angka produktivitas buat Argentina dengan status gol bunuh diri ketika kedua tim bertemu di 32 besar.
Menilik periode produktivitas Argentina di Piala Dunia 2026, maka babak kedua menjadi waktu terbaik Argentina mencetak gol. Sebanyak tujuh dari 17 gol Argentina di Piala Dunia 2026 tercipta pada 45 menit kedua.
Sementara untuk waktu kebobolan, statistik menunjukkan kalau Argentina rapuh di babak kedua. Dari total enam gol yang bersarang ke gawang Emiliano Martinez, empat diantaranya terjadi di 45 menit kedua.
Interval 46-60 menit serta 61-75 menit jadi waktu paling krusial dan menguji soliditas lini belakang Argentina. Sebab dari enam laga Argentina di Piala Dunia 2026 ini, pada kurun waktu tersebut, anak asuh Lionel Scaloni itu jebol masing-masing dua kali.
Berikut detail periode produktivitas dan kebobolan Inggris di Piala Dunia 2026:
Periode Produktivitas (interval per 15 menit)
Babak 1 Babak 2
|
0-15 menit |
1 gol |
46-60 menit |
1 gol |
|
16-30 |
3 gol |
61-75 |
0 gol |
|
31-45 |
2 gol |
76-90 |
4 gol |
|
>45 |
0 gol |
>90 |
2 gol |
Babak tambahan waktu
|
90-105 menit |
1 gol |
|
106-120 |
2 gol |
|
>120 |
1 gol |
Periode Kebobolan (interval per 15 menit)
Babak 1 Babak 2
|
0-15 menit |
1 gol |
46-60 menit |
2 gol |
|
16-30 |
0 gol |
61-75 |
2 gol |
|
31-45 |
0 gol |
76-90 |
0 gol |
|
>45 |
0 gol |
>90 |
0 gol |
Babak tambahan waktu
|
90-105 menit |
1 gol |
|
106-120 |
0 gol |
|
>120 |
0 gol |