Piala Dunia FIFA merupakan kompetisi sepak bola internasional empat tahunan yang mempertemukan tim nasional dari berbagai belahan dunia. Sebagai panggung olahraga paling bergengsi di planet ini, turnamen ini memegang rekor penonton global yang luar biasa.
Berdasarkan data resmi FIFA, edisi terakhir di Piala Dunia Qatar 2022 ditonton oleh total lebih dari tiga juta orang yang hadir langsung di stadion selama turnamen. di mana laga finalnya saja disaksikan secara langsung oleh 1,5 miliar penonton di seluruh dunia.
Selain persaingan sengit para bintang sepak bola, Piala Dunia periode ini juga memecahkan rekor di sektor perputaran judi. Turnamen ini diproyeksikan menjadi ajang taruhan terbesar sejauh ini, memicu perputaran dana yang masif di pasar global dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
Judi Piala Dunia Melonjak 43% dari Edisi Sebelumnya
Baca Juga: Inilah 5 Besar Top Skor Piala Dunia Sepanjang Masa, Kini Lionel Messi Tergacor Dalam Sejarah
Analisis dari Macquarie, Chad Beynon, memproyeksikan total taruhan yang ditempatkan selama turnamen ini akan menembus angka US$50 miliar atau setara dengan Rp892 triliun (kurs Rp17.858). Angka ini resmi menobatkan Piala Dunia 2026 sebagai ajang taruhan terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia.
Jika nilai tersebut dibagi rata ke dalam seluruh rangkaian turnamen, para pencinta bola dan pemasang taruhan menggelontorkan sekitar US$500 juta (Rp8,9 triliun) hanya dalam satu pertandingan saja. Perputaran uang taruhan tahun ini mengalami kenaikan masif hampir 43% dibandingkan edisi Piala Dunia Qatar 2022 lalu yang mandek di angka US$35 miliar.
Faktor utamanya bersumber dari langkah FIFA yang melakukan ekspansi besar-besaran pada jumlah tim peserta, dari yang semula 32 tim menjadi 48 tim. Perubahan format ini otomatis membuat jumlah pertandingan meroket tajam dari 64 laga menjadi 104 pertandingan dalam durasi kompetisi selama enam minggu.
Selain jumlah laga yang lebih banyak, letak geografis tiga negara tuan rumah sangat menguntungkan dari segi zona waktu. Jam tayang pertandingan dinilai sangat bersahabat bagi penonton serta pasar taruhan raksasa yang berada di wilayah Eropa, Amerika Latin, hingga Afrika.
Pasar Taruhan Amerika Serikat yang Kini Legal
Lebih lanjut, Piala Dunia digelar saat mayoritas warga Amerika Serikat (AS) sudah bisa bertaruh secara legal. Sebagai informasi, persentase populasi AS yang memiliki akses judi olahraga melonjak tajam hingga 65%, naik signifikan dari yang hanya 40% beberapa tahun lalu.
Deutsche Bank mengestimasi khusus di pasar domestik AS saja, turnamen ini akan menghasilkan perputaran uang taruhan sekitar US$3,3 miliar. Dengan rincian FanDuel sebesar US$1,3 miliar, DraftKings meraup US$1,1 miliar, dan BetMGM meraup US$250 juta.
Macquarie mengekspektasikan momentum ini akan memberikan suntikan pendapatan (EBITDA) sebesar 2% hingga 5% bagi para operator judi global pada tahun 2027, terutama bagi perusahaan dengan basis audiens sepak bola yang kuat seperti Flutter Entertainment (induk FanDuel) yang memiliki jaringan kuat hingga ke Brasil.
Lahirnya Tren Platform Prediksi
Tak hanya itu, Piala Dunia tahun ini juga menandai pergeseran tren taruhan ke arah platform prediksi seperti Kalshidan Polymarket yang formatnya dikemas mirip dengan perdagangan pasar keuangan. Analis Piper Sandler mencatat volume perdagangan di platform ini tumbuh 13% week-over-week hingga menyentuh rekor volume US$7 miliar.
Kalshi bahkan menawarkan hampir 500 pasar unik yang terkait dengan turnamen ini, di mana volume perdagangan tertinggi terfokus pada laga final 19 Juli mendatang dengan Spanyol dan Prancis memimpin probabilitas juara. Berdasarkan survei SEON, kaum milenial menjadi motor penggerak utama tren ini, dengan 65% milenial menyatakan tertarik bertaruh.
Namun, masifnya perputaran ini memicu alarm bahaya dari para advokat perjudian bertanggung jawab. Durasi turnamen yang panjang dengan jadwal pertandingan padat setiap hari dikhawatirkan akan mengubah perilaku taruhan musiman menjadi adiksi yang biasa bagi industri judi.
Metodologi
Metodologi analis Macquarie menggabungkan pendekatan top-down dan bottom-up untuk membedah tren makro global hingga ke level pangsa pasar mikro, lalu mengombinasikannya dengan analisis multiplier berbasis data historis guna mengukur dampak dari variabel baru seperti lonjakan jumlah pertandingan. Proyeksi tersebut kemudian diperkuat dengan estimasi TAM (Total Addressable Market) untuk menghitung potensi perluasan jangkauan pasar yang legal.
Baca Juga: Hampir 5 dari 100 Penduduk Indonesia Main Judi Online
Sumber:
https://www.cnbc.com/video/2026/06/10/world-cup-kicks-off-tomorrow-heres-the-impact-on-sports-betting.html
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor