Negara-negara di kawasan Asia Tenggara terus menunjukkan perkembangan pesat dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk dalam kualitas sumber daya manusia. Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat gambaran kapasitas kognitif suatu populasi adalah Intelligence Quotient (IQ).
International IQ Test melakukan rekap data hasil tes IQ terhadap 1.212.714 orang di 137 negara pada 2025 untuk membandingkan kapasitas sumber daya manusia setiap negara. Menurut tes tersebut, di 84,8% negara dalam penelitian, rata-rata skor IQ berubah kurang dari 2 poin secara tahunan.
Di Asia Tenggara, Singapura menempati posisi tertinggi dengan skor 103,56. Angka ini menempatkan Singapura tidak hanya sebagai yang terbaik di ASEAN, tetapi juga tertinggi ketujuh di dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pendidikan yang sangat kompetitif, investasi besar dalam riset, serta kebijakan pembangunan manusia yang terencana dengan baik. Meski begitu, rata-rata skornya sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai 105,14.
Baca Juga: 10 Negara dengan Rata-Rata IQ Terendah 2026
Menyusul di posisi kedua, Vietnam mencatat skor 102,26 dari 14.915 orang yang mengikuti tes, sebuah capaian yang menarik karena menunjukkan bagaimana negara berkembang dapat mengejar ketertinggalan melalui fokus kuat pada pendidikan dasar dan menengah. Skor IQ Vietnam juga bertambah 2,14 poin dari tahun sebelumnya.
Di bawah kedua negara tersebut, terdapat kelompok negara dengan skor mendekati rata-rata global, seperti Tailan dengan 99,94 dari 16.622 sampel, Malaysia dengan 98,51 dari 19.346 sampel, serta Myanmar dengan 98,28 dari 340 sampel.
Negara-negara ini mencerminkan kondisi yang relatif stabil, di mana akses pendidikan sudah cukup luas meskipun masih menghadapi tantangan dalam pemerataan kualitas.
Lebih lanjut, Brunei Darussalam dan Filipina juga berada dalam kelompok yang sama, dengan skor masing-masing 96,54 dan 95,68, menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan dan akses layanan dasar memiliki kontribusi penting terhadap perkembangan kognitif masyarakat.
Sementara itu, bagian bawah daftar diisi oleh Kamboja dengan skor 93,12, Laos dengan 92,97, Indonesia dengan 89,96, dan Timor-Leste yang mencatat skor 86,7.
Posisi ini menggambarkan adanya tantangan struktural yang masih dihadapi, terutama terkait dengan kesenjangan akses pendidikan, kualitas infrastruktur, serta kondisi gizi dan kesehatan anak.
Dalam konteks Indonesia, misalnya, luas wilayah dan disparitas antar daerah menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas pendidikan dan perkembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Skor IQ Indonesia juga turun 3,22 dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, perlu diingat bahwa skor ini tidak mencerminkan IQ dari seluruh penduduk di masing-masing negara. Hanya mereka yang mengambil tes IQ yang nilainya masuk rekap data. Di Indonesia sendiri, terdapat 299.304 orang yang mengambil tes IQ pada 2025, jauh lebih banyak dari negara ASEAN lain, yang kemungkinan dapat memengaruhi skor rata-ratanya.
Sementara itu, secara global, Korea Selatan jadi negara dengan IQ tertinggi, mencapai 106,67 dari total 26.996 partisipan, naik 0,54 poin dari tahun lalu. China menyusul di urutan kedua dengan IQ 106,48 (dari 229.918 partisipan), sedangkan Jepang bertengger di peringkat ketiga dengan skor 106,3 (dari 55.994 partisipan).
Daftar lima besar ditutup oleh Iran dengan IQ 104,8 (dari 10.538 partisipan) dan Australia dengan 104,45 (dari 4.245 partisipan).
Baca Juga: Negara dengan IQ Tertinggi dan Terendah
Sumber:
https://international-iq-test.com/en/test/IQ_by_country
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor