Peluncuran Mitsubishi Destinator pada Juli 2025 jadi langkah penting bagi Mitsubishi Motors di pasar Indonesia. Bukan cuma karena model baru, tapi juga karena Indonesia dijadikan pasar pertama sekaligus basis produksinya.
Sepanjang tahun 2025, penjualannya terbilang cukup bagus. Hingga akhir tahun, Destinator berhasil mencatatkan 10.415 unit penjualan pabrik ke dealer (wholesales), angka yang menunjukkan respons pasar yang positif untuk pemain baru di segmen SUV.
Varian dan Harga Mitsubishi Destinator
Destinator hadir dengan pilihan yang cukup lengkap. Varian tertinggi Ultimate Premium dipasarkan di kisaran Rp512 juta (OTR Jabodetabek), disusul Ultimate di Rp482 juta. Di bawahnya ada Exceed dengan harga sekitar Rp422 juta, serta GLS sebagai varian termurah di angka Rp397 juta. Dengan rentang harga ini, Mitsubishi mencoba menjangkau konsumen dari kelas menengah hingga atas, tanpa meninggalkan opsi yang lebih terjangkau.
Sebagai informasi, dengan menambah sekitar Rp30 juta dari varian Ultimate ke Ultimate Premium, konsumen bisa mendapat tiga tambahan fitur canggih yakni hands free power tailgate yang memungkinkan bagasi dibuka hanya dengan lambaian kaki, power seat adjuster untuk mengatur posisi duduk secara mudah, dan dynamic sound Yamaha Premium yang memberikan pengalaman audio lebih berkesan dalam kabin.
Penjualan Mitsubishi Destinator Januari 2026
Masuk ke Januari 2026, penjualan Destinator langsung menunjukkan performa yang cukup kuat. Varian Ultimate menjadi yang paling laris dengan penjualan 634 unit dari pabrik ke dealer. Sementara itu, Ultimate Premium mencatatkan 314 unit, menunjukkan bahwa varian termahal tetap diminati.
Di sisi lain, Exceed terjual 215 unit dan GLS 151 unit. Secara keseluruhan, penjualan di bulan ini masih didominasi varian menengah ke atas.
Baca Juga: 10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Awal 2026
Penjualan Mitsubishi Destinator Februari 2026
Memasuki Februari 2026, penjualan mulai mengalami penyesuaian. Ultimate Premium justru naik menjadi 357 unit, menandakan minat pada varian tertinggi tetap stabil. Sebaliknya, Ultimate turun ke 289 unit. Exceed dan GLS juga ikut turun masing-masing menjadi 104 unit dan 71 unit. Penurunan ini cukup wajar, mengingat awal tahun biasanya pasar masih mencari ritme.
Jika dirangkum, total penjualan Januari mencapai 1.314 unit, lalu turun menjadi 821 unit pada Februari. Meski secara total menurun, varian atas seperti Ultimate dan Ultimate Premium tetap jadi penyumbang utama. Ini menunjukkan bahwa konsumen SUV di Indonesia mulai lebih mempertimbangkan fitur dan kenyamanan bukan cuma soal harga.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah tren ini akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Jika melihat pola awal tahun, bukan tidak mungkin varian flagship seperti Ultimate Premium akan semakin kuat posisinya, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap SUV dengan fitur lengkap.
Di sisi lain, varian entry seperti GLS tetap punya peran penting sebagai opsi yang lebih terjangkau, sehingga keseimbangan lini produk Destinator masih akan jadi kunci dalam menjaga performa penjualannya.
Baca Juga: 10 Mobil Plug-in Hybrid Terlaris di Indonesia Awal 2026
Sumber:
https://www.gaikindo.or.id/indonesian-automobile-industry-data/
https://www.mitsubishi-motors.co.id/our-cars/destinator
Penulis: izzul wafa
Editor: Editor