Pasar keuangan Indonesia belakangan ini sedang ramai dibicarakan. Hal ini terjadi karena nilai rupiah terus bergerak naik turun dengan cepat (fluktuatif) dan cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Perubahan kurs yang cepat ini tentu membuat banyak pelaku ekonomi domestik khawatir, mulai dari pedagang kecil yang menjual barang impor hingga pengusaha besar yang bergantung pada pasokan global.
Berdasarkan pantauan data dari laman Google Finance, nilai rupiah pada pembukaan perdagangan hari Selasa, (9/6/2026) pukul 9.00 WIB masih bergerak direntang Rp18.000 hingga Rp18.500 per dolar AS.
Selain rupiah, nilai mata uang beberapa negara di Asia juga mengalami depresiasi. Ringgit Malaysia mengalami depresiasi 1,12%, baht Thailand melemah 0,24%, yen Jepang melemah 0,04%, yuan China terkoreksi 0,27%, dan dolar Hong Kong turun 0,03%.
Melemahnya mata uang di berbagai negara dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari konflik di Timur Tengah, menguatnya indeks dolar AS, hingga meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan domestik.
Baca Juga: Harga BBM Terkini per 5 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun
Nilai Rupiah Hari Ini, 9 Juni 2026
Memasuki pertengahan bulan Juni, pergerakan nilai rupiah menunjukkan arah yang sangat dinamis. Berdasarkan pantauan terbaru dari laman Google Finance pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB hari Selasa, (9/6/2026), nilai tukar rupiah berada di kisaran angka Rp18.124 per dolar AS.
Jika kita melihat posisi pada penutupan hari sebelumnya, yaitu Senin, (8/6/2026) yang sempat menyentuh Rp18.188, rupiah sebenarnya sempat mengalami penguatan tipis sebesar 64 poin.
Berikut tabel perbandingan nilai rupiah dengan penutupan perdagangan sepekan sebelumnya:
Meskipun pada pembukaan perdagangan hari ini menguat tipis, jika dibandingkan dengan satu minggu yang lalu pada (3/6/2026) rupiah berada di level Rp18.004, melemah sebesar 120 poin atau 0,67%. Artinya, dalam hitungan jam rupiah tampak sedikit membaik, tetapi dalam jangka waktu menengah nilai rupiah terus merosot.
Pergerakan Nilai Rupiah terhadap Dolar AS
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS selama periode 28 Mei–9 Juni 2026 menunjukkan tren pelemahan bertahap yang diselingi penguatan sesaat. Pada akhir Mei, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp17.816 hingga Rp17.840 per dolar AS.
Berikut merupakan grafik pergerakan nilai rupiah terhadap dolar AS:
Memasuki awal Juni, kurs berada di level Rp17.864 per dolar AS dan bergerak ke Rp17.858 pada penutupan perdagangan 2 Juni. Meski perubahan yang terjadi masih terbatas, arah pergerakan mulai menunjukkan kecenderungan pelemahan.
Tekanan signifikan terjadi pada 3 Juni, rupiah melemah hingga Rp18.004 per dolar AS. Ini menjadi kali pertama dalam sejarah rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Pada 4 Juni, rupiah sempat menguat tipis ke level Rp17.955 per dolar AS. Namun pemulihan tersebut tidak berlangsung lama. Tekanan kembali meningkat pada 5 Juni ketika kurs naik ke Rp18.088, kemudian berlanjut ke Rp18.095 pada 6 Juni.
Rupiah sempat membaik pada 7 Juni menguat tipis ke level Rp18.036 per dolar AS. Namun penguatan tersebut belum cukup untuk membalikkan tren pelemahan yang sedang berlangsung.
Tekanan terhadap rupiah berlanjut hingga 8 Juni, ketika kurs menyentuh Rp18.188 per dolar AS. Sampai pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa 9 Juni 2026, rupiah tercatat berada di level Rp18.124 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan adanya penguatan harian sebesar 64 poin dibandingkan hari sebelumnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan posisi pada 3 Juni 2026 yang berada di level Rp18.004 per dolar AS, rupiah masih melemah sebesar 120 poin atau sekitar 0,67% dalam sepekan.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Pimpinan BGN Baru, Ini Profil dan Rekam Jejak Mereka
Sumber:
https://www.google.com/finance/beta/quote/USD-IDR?sa=X&sqi=2&ved=2ahUKEwipjtK1-OyUAxXo3jgGHah4CNMQmY0JegQIDRAu
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira