Negara yang Berganti Nama, Alasannya karena Mirip Nama Burung?

Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut, seperti perayaan merdeka dari kolonialisme hingga koersi yang dilakukan pemimpin diktator.

Negara yang Berganti Nama, Alasannya karena Mirip Nama Burung? Ilustrasi Bendera Negara. Photo by Vladislav Klapin from Unsplash

Berdirinya sebuah negara hingga diakui secara internasional tentu melalui sejarah yang panjang. Negara dapat melalui perang, pergantian pemimpin dan ideologi terlebih dahulu sebelum akhirnya merdeka dan menjadi negara yang berdaulat.

Tidak hanya itu, beberapa negara juga ada yang mengubah namanya hingga beberapa kali. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut, seperti perayaan merdeka dari kolonialisme hingga koersi yang dilakukan pemimpin diktator.

Berikut negara-negara yang pernah mengganti namanya. Negara apa saja?

1. Turkiye

Ilustrasi Turkiye. Photo by Oleksandr Ryzhkov from Freepik
Ilustrasi Turkiye. Photo by Oleksandr Ryzhkov from Freepik

Turkiye, negara yang terletak di Asia Barat dan bagian Eropa Tenggara merupakan satu dari sekian negara yang memutuskan untuk mengganti namanya. Sebelum mengganti nama secara resmi, negara dengan sistem pemerintahan republik ini memiliki nama “Turkey” dalam Bahasa Inggris.

Usut punya usut, rupanya Turki tidak serta-merta mengubah nama negara dengan yang baru. Pasalnya setelah deklarasi republik pada tanggal 29 Oktober 1923, nama ‘Turki’ sudah diadopsi dari nama resmi negara tersebut, Türkiye Cumhuriyeti. Dalam Bahasa Inggris, nama tersebut dikenal sebagai Republik Turki atau Turki. Barulah pada tahun 2021, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui Turki mengganti ejaan namanya menjadi Türkiye.

Salah satu alasan mengapa Turkiye mengubah namanya adalah asosiasi dengan burung kalkun yang identik dengan Natal, Tahun Baru, atau Thanksgiving di Amerika Serikat. Stasiun penyiaran negara bagian TRT menjelaskan hal tersebut, di mana pemerintah Turkiye keberatan dengan hasil pencarian burung kalkun ketika mengetik kata “Turkey” di mesin pencarian Google.

2. Thailand

Ilustrasi Thailand. Photo by tawatchai07 from Freepik
Ilustrasi Thailand. Photo by tawatchai07 from Freepik

Rupanya, Thailand dulunya sempat menggunakan nama “Siam” untuk negaranya. Hal ini dikarenakan Thailand dulunya diperintah oleh seorang raja yang dikenal dengan sebutan “Raja Siam”. Di bawah kepemimpinan Luang Phibunsongkhram atau kerap disebut “Phibun” sebagai diktator militer, ia mengubah nama “Siam” menjadi “Thailand” di tahun 1939.

Melansir History Today, perubahan nama ini merupakan bagian dari tekad Phibun untuk menggalakkan modernisasi terhadap bangsanya sekaligus ingin menunjukkan identitas unik mereka. Pengubahan nama tersebut juga bagian dari aksi anti etnis Tionghoa dan supremasi negara Barat, di mana Phibun mengurangi imigran dari Tiongkok, mendirikan bisnis-bisnis Thailand dan mengurangi penggunaan bahasa Mandarin di sekolah-sekolah Tiongkok hanya dua jam seminggu. Tidak hanya itu, Phibun turut mengadopsi kalender barat untuk Thailand dan menuntut warganya untuk mengenakan pakaian gaya barat, termasuk topi.

3. Myanmar

Ilustrasi Myanmar. Photo by Britannica
Ilustrasi Myanmar. Photo by Britannica

Selain Thailand, negara tetangga Indonesia lainnya, Myanmar juga pernah mengganti nama negaranya. Beberapa dekade ke belakang, negara ini akrab dengan sebutan “Burma”.

Di tahun 1989, Junta militer yang saat itu berkuasa mengubah nama negara yang awalnya dikenal sebagai “Burma” menjadi “Myanmar”. Namun, perubahan nama diakui oleh PBB dan akhirnya resmi digunakan untuk Negeri Pagoda Emas tersebut.

Sejarah turut mencatat alasan Junta militer saat itu mengubah nama negaranya. Rupanya, kata “Myanmar” sendiri berasal dari “Myanma”, yaitu nama resmi negara dalam bahasa Burma. Perubahan nama ini ditujukan untuk menyelaraskan nama negara baik dalam bahasa Inggris maupun Burma.

4. Kamboja

Ilustrasi Kamboja. Photo by tawatchai07 from Freepik
Ilustrasi Kamboja. Photo by tawatchai07 from Freepik

Tidak tertinggal, Kamboja sebagai sesama negara Asia Tenggara pun rupanya sempat mengganti nama negara.

Kerajaan Kamboja (Kingdom of Cambodia) sendiri adalah nama negara yang resmi tercatat oleh PBB pada tahun 1993 lalu. Sebelum itu, negara ini beberapa kali mengubah namanya sesuai pemimpin dan haluan politik. Misalnya, Kamboja sempat menggunakan nama “Kampuchea Demokratik” (Democratic Kampuchea) di bawah rezim komunis pada tahun 1975 hingga 1979. Nama “Republik Khmer” juga beberapa kali dikaitkan dengan Negara Angkor Wat ini.

Sumber lain menyebutkan bahwa pada tahun 1976, pemimpin partai komunis Khmer Merah, Saloth Sar atau lebih dikenal dengan panggilan Pol Pot, mengubah nama Kamboja menjadi Republik Rakyat Kamboja. Perubahan nama tersebut dapat dilakukan karena Pol Pot dan Khmer Merah berhasil memenangkan perang saudara.

5. Zimbabwe

Ilustrasi Zimbabwe. Photo by Britannica
Ilustrasi Zimbabwe. Photo by Britannica

Tidak hanya negara Asia Tenggara maupun Barat, Zimbabwe sebagai salah satu negara Afrika Selatan rupanya masuk ke dalam daftar negara yang pernah mengganti namanya.

Penggantian nama Zimbabwe berkaitan erat dengan kolonialisme yang mencekik negara tersebut. Zimbabwe sendiri merupakan negara bekas jajahan Inggris, di mana dulunya negara ini diberi nama Rhodesia. Meski tidak mendapatkan pengakuan internasional. Rhodesia merupakan sebuah negara berdaulat yang eksis dari tahun 1979 hingga 1980.

Sebelumnya, negara tersebut diberi nama Republik Rhodesia dan kadang disebut sebagai Rhodesia Selatan. Namun setelah diberikan kemerdekaan, negara Rhodesia berganti nama menjadi Republik Zimbabwe dan diakui secara internasional dalam Persemakmuran.

Penulis: Almas Taqiyya
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Daftar Peristiwa yang Buruk Bagi Iklim, Aktivitas Manusia Mendominasi

Perubahan pola konsumsi, penggunaan energi terbarukan, dan upaya konservasi lingkungan harus menjadi prioritas utama guna mengatasi tantangan perubahan iklim.

Kisah Viral Helen Young, Korban Penipuan 'Polisi' di China

Kisah Helen yang viral, diancam polisi palsu dengan ekstradisi ke sel penjara di Tiongkok, terpaksa menghabiskan seluruh tabungan hidupnya sebesar £29.000.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook