Menilik Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Presiden Saat Ini

Mayoritas masyarakat saat ini cukup atau sangat puas dengan kinerja Joko Widodo sebagai Presiden

Menilik Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Presiden Saat Ini Potret Presiden RI ke-7, Joko Widodo | onyengradar/Shutterstock

Minggu lalu (26/3) lembaga survei ternama Indikator Politik Indonesia baru saja merilis laporan survei nasional terbarunya yang diberi tajuk "Dinamika Elektoral Capres dan Cawapres Pilihan Publik dalam Dua Surnas Terbaru". Survei ini melaporkan level dukungan dan tren dukungan pemilih terhadap dinamika elektoral capres dan cawapres RI terkini.

Tak hanya membahas mengenai dinamika elektoral capres dan cawapres serta kebutuhan Pemilu 2024 lainnya, Indikator juga turut membahas survei rutin mengenai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara, kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden, hingga perspektif masyarakat terhadap isu-isu terkini.

Secara umum survei nasional ini digarap dalam dua periode, yakni pada 9-16 Februari 2023 lalu dengan sampel sebanyak 1.220 orang dan pada 12-18 Maret 2023 lalu dengan jumlah sampel sebanyak 800 orang. Indikator mengeklaim, survei periode Februari memiliki tingkat toleransi kesalahan sekitar 2,9% sementara survei Maret memiliki toleransi kesalahan sebesar 3,5%.

Pada bagian kinerja pemerintah, Indikator turut membahas mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden. Survei ini dilakukan secara rutin dan berkala setidaknya sejak Januari 2015 lalu. Pada periode Maret 2023 ini, mayoritas masyarakat Indonesia masih menilai puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden | GoodStats

Hal tersebut dibuktikan dengan persentase masyarakat dominan yang mengaku sangat puas sebesar 13,4% dan cukup puas sebesar 59,7%. Sementara itu, persentase masyarakat yang kurang puas berada di angka 23,1% dan 2,8% untuk yang mengaku tidak puas sama sekali. 1,1% masyarakat sisanya memilih untuk tidak jawab atau menjawab tidak tahu.

"Mayoritas (masyarakat) cukup atau sangat puas dengan kinerja Joko Widodo sebagai Presiden. Warga yang cenderung puas terutama karena menilai Joko Widodo sering memberi bantuan kepada rakyat kecil dan membangun infrastruktur," kata Indikator Politik Indonesia dalam laporan surveinya.

"Sementara warga yang cenderung kurang puas karena menilai harga-harga kebutuhan pokok yang meningkat dan pembagian bantuan kurang merata. Mayoritas (juga) cukup/sangat puas atas kinerja Presiden di tiap basis demografi dan wilayah, kecuali kelompok etnis Minang," lanjut Indikator.

Masyarakat menyukai kinerja Jokowi karena memberi bantuan kepada rakyat kecil

Tak berhenti pada kepuasan masyarakat, Indikator Politik juga turut mengungkap alasan utama masyarakat menyukai kinerja Presiden Joko Widodo. Hasilnya, mayoritas masyarakat atau sekitar 39,6% mengaku menyukai kinerjanya karena suka memberi bantuan kepada rakyat kecil.

Alasan-alasan lain yang turut mendorong masyarakat menyukai kinerja Joko Widodo adalah terkait pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan lainnya (27,6%); kinerjanya sudah baik (5,7%); orangnya merakyat (5,4%); dapat mengendalikan harga kebutuhan pokok (3%);  orangnya baik (1,9%); hingga mengurangi kemiskinan (2,5%).

Sementara itu, mayoritas alasan masyarakat yang kurang dan tidak menyukai kinerja Joko Widodo antara lain karena harga-harga kebutuhan pokok meningkat, bantuan tidak merata, masalah lapangan kerja/pengangguran, kemiskinan tidak berkurang, kurang berpihak pada rakyat kecil, hingga dikendalikan oleh partai.

Tren kepuasan masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo dalam 10 survei terakhir

Dalam 10 edisi survei terakhir yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mengalami naik-turun yang tidak terlalu signifikan. Pada April 2022 lalu, tingkat kepuasan masyarakat berada pada angka 59,9% atau menjadi yang terendah.

Ketika survei kembali dilakukan pada Juni 2022, tingkat kepuasan mengalami peningkatan ke angka 67,5%, kemudian semakin naik ke 72,3% pada edisi Agustus 2022. Kemudian, persentase tersebut kembali turun ke angka 62,6% dan 67,2% pada edisi September dan kembali naik ke angka 70,5% pada Oktober 2022.

Tren kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden dalam 10 edisi terakhir | GoodStats

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Joko Widodo di 2022 ditutup dengan angka 71,3%, sebelum makin menignkat pada survei edisi Februari 2023 ke angka 64,4% sekaligus menjadi yang tertinggi dalam 12 edisi survei terakhir.

“Meskipun ada 73% masyarakat yang puas (terhadap kinerja presiden) di bulan Maret, tapi trennya sedikit turun dari bulan Februari,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi ketika merilis survei nasional ini melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia.

“Mungkin (karena) mulai naiknya beberapa harga (bahan) pokok, ya. Tetapi setidaknya masih aman, karena approval rating masih (berada pada angka) di atas 70%. Saya kira tidak terlalu berbeda dengan lembaga survei lain seperti Kompas dan SMRC yang barusan merilis survei juga,” lanjutnya.

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Bea Cukai Mendapatkan 705 Aduan dari Masyarakat Sepanjang Tahun 2023

Berbagai jenis aduan mulai dari pelanggaran bea cukai, hingga pelayanan yang dinilai kurang, menjadi sorotan untuk perbaikan sistem pelayanan bea cukai.

Indonesia Catat Jemaah Haji Paling Banyak Sepanjang Sejarah

Jumlah calon jemaah haji asal Indonesia tahun ini telah melampaui jumlah saat sebelum pandemi Covid-19. Bahkan, kali ini mencatat angka paling tinggi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X