Memperingati Hari Laut: Sampah di Lautan Indonesia Masih Jadi Fokus Utama

Hari Laut Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni. Namun, persoalan sampah di lautan Indonesia masih mengkhawatirkan sebab sampah plastik mendominasi lautan.

Memperingati Hari Laut: Sampah di Lautan Indonesia Masih Jadi Fokus Utama Laut yang tercemar sampah | chaiyapruek youprasert/Shutterstock

Hari Laut Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni. Tahun ini, tema Hari Laut Sedunia ialah Revitalisasi: aksi kolektif untuk laut. Memperingati hari laut sedunia ini diselenggarakan oleh Divisi Urusan Kelautan dan Hukum Laut dari Kantor Urusan Hukum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dimana peringatan tersebut dilaksanakan atas kontribusi besar dari organisasi nirlaba Oceanic Global.

Memperingati hari laut sedunia pertama kali di usulkan tahun 1992 di KTT Bumi, Rio de Janeiro. Hal itu direalisasikan agar setiap orang dapat membangun hubungan yang baik untuk menjaga kelestarian laut dan meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut.

Persoalan pencemaran laut dunia juga masih menjadi fokus. Hal itu berdasarkan laporan dari Condor Ferries, ada sekitar 12,7 juta ton sampah plastik di lautan setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,53 juta ton dengan persentase 29 persen sampah berasal dari Tiongkok.

Sementara, negara-negara wilayah Eropa menyumbangkan sebesar 19 persen sampah plastik di laut. Di antara wilayah Eropa tersebut, Irlandia dan Luksemburg paling banyak menghasilkan sampah plastik di laut.

Daftar jenis sampah di laut Indonesia, data terakhir dikeluarkan KLHK | GoodStats

Bila dilihat, pencemaran laut di Indonesia juga masih tinggi dan menjadi ancaman bagi laut Indonesia dengan segala potensinya. Terlebih lagi, Indonesia memiliki beragam pulau yang tersebar.

Dr. Nani Hendriati selaku pejabat di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi mengatakan setengah juta ton sampah masuk ke laut Indonesia. Menurut data yang dikeluarkan terakhir tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mencatat sekitar 1.772,7 gram sampah per meter persegi sudah mencemari lautan Indonesia.

Lebih lanjut, jenis sampah yang paling ditemukan di laut Indonesia ialah sampah plastik dengan besaran 627,80 g/m2 di mana dengan persentase 35,4 persen dari total sampah di laut Indonesia. Disusul sampah jenis kaca dan keramik dengan besaran 226,29 g/m2.

Lautan Indonesia yang luas dengan total 3,25 juta km2 dapat diperkirakan jumlah sampah di lautan Indonesia secara keseluruhan mencapai 5,75 juta ton.

Penulis: Naomi Adisty
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Melihat Jejak Mitch Evans, Si Raja Sirkuit Ancol
Artikel Selanjutnya Survei CSIS: Ridwan Kamil Jadi Tokoh Paling Strategis untuk Pimpin Jakarta
Konten Terkait