TOP Kendaraan Pilihan Gen Z, dari Beat hingga Brio

Sebagai generasi yang termasuk mendominasi total populasi Indonesia, generasi Z merupakan pasar yang potensial pada masa kini hingga masa yang akan datang.

TOP Kendaraan Pilihan Gen Z, dari Beat hingga Brio Ilustrasi gen Z mengendarai kendaraan | Odua Images/Shutterstock

Generasi Z menjadi pasar yang potensial di masa kini dan juga masa yang akan datang. Bagaimana tidak? Populasi Gen Z mencapai 29,23 persen dari total penduduk Indonesia, lebih dominan dibandingkan kalangan umur lainnya.

Generasi ini pun telah memasuki usia angkatan kerja dan ke depannya akan mengisi berbagai peran serta posisi penting di masyarakat. Gen Z merupakan generasi digital native pertama. Artinya, suara Gen Z di ranah online memiliki pengaruh yang kuat terhadap kesuksesan suatu merek dalam memasarkan produknya.

Marketeers dalam Youth Choice Award (YCA) 2022 memberikan apresiasi terhadap merek-merek pilihan Gen Z yang didasarkan pada online voting. Adapun periode voting diselenggarakan pada tanggal 4 Januari hingga 28 Februari 2022.

YCA 2022 menglasifikasikan penghargaan ke dalam beberapa segmen, salah satunya ialah kendaraan yang terdiri dari kategori motor matic, hatchback car, dan city car.

Pada kategori motor matic, Honda Beat berhasil memperoleh medali emas atau peringkat pertama kendaraan pilihan Gen Z. Honda Scoopy kemudian menyusul di posisi ke-2 dengan medali silver dan Yamaha Mio di posisi ke-3 dengan medali perunggu.

Sementara itu, pada kategori hatchback car, Toyota Yaris menempati peringkat pertama yang kemudian diikuti oleh Mazda 2 di posisi ke-2 dan Suzuki Baleno Hatchback di posisi ke-3. Terakhir pada kategori city car, Honda Brio berada di peringkat pertama, Daihatsu Sirion di posisi ke-2, dan Suzuki Ignis di posisi ke-3.

Iwan Setiawan selaku Chief Executive Officer (CEO) Marketeers mengungkapkan bahwa jika berbicara tentang segmen anak muda, maka kita berbicara tentang segmen Gen Z atau disebut juga dengan Centennial.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Gen Z sangat berbeda dengan Generasi Y atau Milenial. “Karena karakter kedua generasi ini berbeda, maka strategi pendekatannya juga berbeda.” pungkas Iwan Setiawan.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Kemenhub: 85,5 Juta Orang Akan Mudik, 47% Gunakan Kendaraan Pribadi
Artikel Selanjutnya Menilik Jiwa Wirausaha Perempuan Indonesia
Konten Terkait