Kemasan Daging Kurban Jadi Perhatian Umat Muslim Indonesia

Meski sepele, kemasan daging kurban nyatanya memiliki perhatian khusus di mata umat Muslim Indonesia. Mayoritas menggunakan plastik dan daun pisang.

Kemasan Daging Kurban Jadi Perhatian Umat Muslim Indonesia Ilustrasi Daging Dibungkus Plastik | Adobe Stock

Menjelang perayaan Iduladha 1445 Hijriah yang jatuh pada Senin (17/6/2024) mendatang, sejumlah persiapan telah dilakukan, tak terkecuali terkait hewan kurban. Berkurban menjadi identik dengan perayaan Iduladha di seluruh dunia, dilakukan sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Adapun menurut survei Eid Al-adha Preparation and Celebration yang diusung Jajak Pendapat (JakPat), hewan kurban paling populer di Indonesia adalah kambing dan sapi. Hanya segelintir yang menggunakan domba, kerbau, dan unta.

Menariknya, dari 1.383 responden yang menerima hewan kurban, 90% mengaku menerimanya dalam kemasan plastik.

9 dari 10 orang Indonesia menerima daging kurban dalam kemasan plastik.
9 dari 10 orang Indonesia menerima daging kurban dalam kemasan plastik | GoodStats

Umat Muslim tanah air menaruh perhatian tidak hanya pada daging kurban, melainkan juga pada kemasannya. Kemasan plastik masih menjadi pilihan populer, totalnya mencapai 60%. Pilihan populer lainnya adalah menggunakan daun pisang.

Meski begitu, jika dilihat per kelompok generasi, maka Gen X lebih memilih kemasan yang eco-friendly. Alih-alih menggunakan plastik, responden Gen X memilih menggunakan daun plastik.

Berbeda dengan Gen X, Gen Z memilih kemasan yang ramah lingkungan, yakni dengan membawa wadah sendiri dari rumah.

Hal tersebut menunjukkan kesamaan karakteristik antara Gen X dengan Gen Z, yang mana kedua kelompok generasi tersebut masih keras dalam menyuarakan perubahan lingkungan, terutama dalam pengurangan penggunaan wadah plastik sekali pakai yang sangat berbahaya.

Selain pilihan kemasan tersebut, responden juga ada yang memilih menggunakan besek dan kotak plastik. Besek sendiri merupakan keranjang yang dibuat dari anyaman bambu, banyak ditemukan di daerah Jawa dan biasa dipakai untuk membawa makanan.

Lebih lanjut, pemilihan jenis kemasan tersebut didasarkan pada beberapa faktor. Alasan utamanya adalah dari kemudahan penggunaan dan juga faktor kebersihan.

Kebersihan dan kemudahan penggunaan jadi faktor utama pemilihan kemasan daging kurban.
Kebersihan dan kemudahan penggunaan jadi faktor utama pemilihan kemasan daging kurban | GoodStats

Secara khusus, Gen X lebih peduli terhadap masalah bakteri dan kebersihan dibandingkan kelompok generasi lainnya. Sebanyak 60% responden menginginkan kemasan yang mudah dipakai, dengan rincian 55% dari Gen Z, 61% dari Milenial, dan 61% dari Gen X.

Selanjutnya, 55% responden memilih kemasan yang aman dari bakteri, dengan rincian 56% dari Gen Z, 53% dari Milenial, dan 59% dari Gen X.

Selain masalah kemudahan dan kebersihan, masalah lingkungan juga menjadi pertimbangan ketika memilih kemasan daging kurban. 52% responden memilih kemasan yang ramah lingkungan, mayoritas didominasi oleh Milenial.

Sate Jadi Hidangan Olahan Kurban Favorit

Sebanyak 62% responden memilih untuk langsung memasak daging kurbannya, sedangkan 64% memilih untuk menyimpannya dahulu. Adapun beberapa hidangan populer olahan daging kurban tersebut antara lain adalah sate, rendang, gulai, bakso, sup, semur, hingga tongseng.

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Ada Berapa Kasus “Pegi Perong” di Indonesia?

Salah tangkap maupun salah prosedur, hal ini jadi bukti kelalaian Kepolisian Republik Indonesia.

Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

Deforestasi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, apakah ini sinyal akan terjadinya konflik manusia dan satwa yang lebih masif?

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook