Kemana Saja Dana Anggaran Pendidikan 2024 Disalurkan? Cek Rinciannya!

Mengupas alokasi anggaran pendidikan TA 2024 dalam Perpres Nomor 76 Tahun 2023.

Kemana Saja Dana Anggaran Pendidikan 2024 Disalurkan? Cek Rinciannya! Siswa sedang belajar bersama | Foto: Jcomp/Freepik

Debat kelima pada rangkaian Pemilihan Presiden 2024 baru saja digelar pada Minggu (4/2/2024). Debat dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada pukul 19.00 WIB.

Pada debat kali ini, yang menjadi peserta debat adalah para calon presiden. Tema pada sesi ini adalah Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.

Pembahasan mengenai pendidikan juga tengah banyak dibicarakan oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena pada tahun ini, anggaran pendidikan menjadi sektor dengan alokasi dana tertinggi pada tahun 2024, yaitu Rp665 triliun.

Anggaran pendidikan berada di atas sektor perlindungan sosial (Rp496,8 triliun), serta sektor infrastruktur (Rp423,4 triliun).

Dengan begitu, APBN 2024 memprioritaskan anggarannya untuk peningkatan mutu pendidikan tanah air.

"Alokasi APBN 2024 turut memastikan komitmen dan keberpihakan pemerintah melalui penganggarkan Rp665 triliun untuk bidang pendidikan, yang akan dipakai untuk peningkatan akses dan kualitas pendidikan melalui penyaluran PIP, KIP Kuliah, BOS, BOP PAUD, sertifikasi dan beasiswa," tulis pemberitaan dari LPDP mengutip CNN Indonesia.

Mayoritas untuk pemerintah daerah

Rincian anggaran pendidikan di Indonesia untuk TA 2024 | GoodStats

Sebuah rilis dari akun media sosial Kemdikbudristek RI memuat mengenai rincian alokasi anggaran pendidikan untuk tahun anggaran 2024. Data ini disebut sudah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2023 mengenai Rincian APBN TA 2024, pada Lampiran VI.

Disebutkan bahwa dari anggaran pendidikan yang banyak tersebut, mayoritas dianggarkan untuk transfer ke daerah sebanyak Rp346,56 triliun. Itu berarti transfer ke daerah mencakup 52,1% dari anggaran pendidikan, atau 11% dari APBN secara keseluruhan.

Sementara itu, sebanyak Rp98,99 triliun dialokasikan untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, 14,9% dari anggaran pendidikan.

Dalam postingan instagram tersebut, disebut bahwa Kemendikbudristek hanya mengelola 3% dari keseluruhan APBN.

Sektor lainnya seperti untuk Kementerian Agama (Kemenag) RI dan kementerian atau lembaga lainnya menggunakan Rp95,16 triliun.

Selanjutnya, pembiayaan pendidikan termasuk dana abadi di bidang pendidikan memakan dana sekitar Rp77 triliun, atau 11,6% dari anggaran pendidikan 2024.

Terakhir, sektor belanja non kementerian dan lembaga memakai anggaran sebesar Rp47,31 triliun.

Komitmen penggunaan anggaran sebaik-baiknya

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan bahwa anggaran pendidikan sebesar itu akan dipergunakan untuk berbagai hal prioritas.

"Melalui Anggaran tersebut, Pemerintah juga berkomitmen untuk perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi," sebut Isa Rachmatarwata melansir CNBC Indonesia.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga selalu menekankan komitmen pemerintah untuk menyediakan anggaran besar untuk sektor pendidikan, dan menganggapnya sebagai sebuah investasi pemerintah.

“Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain dengan mendukung perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi," papar Joko Widodo di Gedung Nusantara, Rabu (16/8/2023) mengutip Kemendikbudristek.

Meskipun begitu, kritikan muncul dari pengamat pendidikan Doni Koesoema. Menurutnya, anggaran sebesar itu masih belum mampu memperbaiki kualitas pendidikan tanah air karena terlalu banyak terbagi.

"Anggaran kita yang 20 persen itu meleset tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan, ya karena dari 20 persen ini dibagi-bagi di banyak Kementerian," kritik Doni Koesoema melansir Medcom.

Penulis: Pierre Rainer
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Melihat Perkembangan Layanan Perbankan Digital di Indonesia, Mulai dari Uang Elektronik Hingga QRIS

Saat ini, perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah industri perbankan. Seiring berkembangnya intenet, layanan ini semakin diminati masyarakat.

Literasi Finansial Perempuan Naik, Sementara Inklusi Finansial Masih Didominasi oleh Laki-laki?

Literasi keuangan wanita tercatat meningkat per 2022 tetapi berbanding terbalik dengan aksesibilitas inklusi keuangan bagi wanita.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook