UN Peacekeeping 2021: Indonesia Kirim 2.804 Pasukan Perdamaian PBB

UN Peacekeeping merupakan salah satu program yang menjalankan misi perdamaian dunia di bawah Department of Peace Operations milik PBB yang diikuti 121 negara.

UN Peacekeeping 2021: Indonesia Kirim 2.804 Pasukan Perdamaian PBB Pasukan UN peacekeepers dari Indonesia | Rizki Julianda Putera Bun/Shutterstock

United Nations (UN) Peacekeeping merupakan sebuah peran kerjasama global yang berada di bawah Department of Peace Operations milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). UN Peacekeeping bertujuan untuk memelihara perdamaian di dunia dengan membantu mengarahkan jalan bagi negara-negara yang sedang mengalami konflik menuju perdamaian.

Sejak tahun 1948 hingga sekarang, PBB telah menjalankan 71 operasi perdamaian dunia dan saat ini PBB memiliki 12 operasi perdamaian dunia aktif yang tersebar di beberapa negara.

Adapun total personel yang berkontribusi dalam seluruh operasi ini mencapai 87.572 jiwa pada tahun 2021, terdiri dari 121 negara di seluruh dunia. Rinciannya, sebanyak 63.889 jiwa merupakan pasukan kontingen, 1.101 jiwa pengamat militer, 7.266 jiwa polisi, 2.073 jiwa pegawai staf, 11.996 jiwa personel sipil, dan 1.247 jiwa lagi merupakan relawan PBB.

Negara-negara Asia Tenggara turut menunjukkan kontribusinya dalam UN Peacekeeping dengan mengirimkan sejumlah pasukan penjaga perdamaian. Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara dengan kontribusi pasukan penjaga perdamaian dunia terbanyak yakni 2.804 jiwa per 31 Desember 2021.

Jumlah pasukan penjaga perdamaian dunia PBB negara-negara Asia Tenggara tahun 2021 | GoodStats

Malaysia menempati posisi ke-2 dengan total 846 pasukan penjaga perdamaian dunia. Posisi ke-3 diraih oleh Kamboja dengan 766 pasukan penjaga perdamaian dunia. Thailand menyusul di posisi ke-4 dengan total pasukan sebanyak 288 jiwa dan Vietnam di posisi ke-5 dengan 76 pasukan.

Secara berurutan di posisi ke-6 hingga 8 ialah Brunei Darussalam di posisi ke-6 dengan total 30 pasukan penjaga perdamaian dunia, Filipina di posisi ke-7 dengan 8 pasukan, dan terakhir Timor Leste dengan jumlah 1 pasukan.

Beberapa operasi yang masih berjalan hingga saat ini di antaranya UN Truce Supervision Organization (UNTSO), UN Military Observer Group in India and Pakistan (UNMOGIP), UN Peacekeeping Force in Cyprus (UNFICYP), dan sebagainya.

Adapun total anggaran dalam pelaksanaan seluruh operasi UN Peacekeeping mencapai 6,3 miliar dolar AS untuk periode 1 Juli 2021 hingga 30 Juni 2022.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Indonesia peringkat 2 Pemilik Rekening Bank Digital Terbanyak di Dunia 2021
Artikel Selanjutnya Masyarakat Jogja dan Jateng Paling Gemar Membaca Sepanjang 2021
Konten Terkait