Jenis Kanker dengan Kasus Tertinggi di Indonesia

Meskipun angka kematian kanker paru-paru lebih tinggi, namun ternyata kanker payudara lebih banyak terjadi di Indonesia

Jenis Kanker dengan Kasus Tertinggi di Indonesia Vaksin untuk pencegahan penyakit kanker. (Sumber: Shutterstock)

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi kematian utama di seluruh dunia selain stroke dan serangan jantung. Kematian akibat kanker di dunia diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada 2030.

Kanker disebabkan karenan kemunculan sel abnormal di dalam tubuh dan menyerang bagian tubuh manapun. Kanker menjadi sangat berbahaya dan mematikan karena penyakit kanker tidak menimbulkan gejala pada fase awal dan baru terdeteksi setelah mencapai stadium lanjut.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan kanker ini muncul, diantaranya adanya keturunan atau riwayat penderita kanker di keluarganya, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) menyebutkan total kasus kanker di Indonesia mencapai 396.914 kasus pada tahun 2020, dengan total kasus kematian sebesar 234.511 orang.

Terdapat berbagai jenis kanker yang menyerang tubuh, yang paling umum diderita oleh pria adalah kanker paru, prostat, kolorektal, perut, dan hati. Sedangkan pada wanita umumnya kanker payudara, kolorektal, paru-paru, serviks, dan tiroid.

Secara keseluruhan, jenis kanker yang paling tinggi terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, pasalnya sebanyak 16,6 persen dari total 396.914 kasus di Indonesia mengalami kanker payudara. Diikuti oleh kanker serviks di urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus.

Selain itu, kasus kanker paru-paru juga menunjukkan total kasus yang besar diantara jenis kanker yang lainnya, sebanyak 34.783 kasus atau 8,8 persen dari total keseluruhan. Meskipun jika ditinjau dari kasus kematiannya, jenis kanker tertinggi terjadi pada kanker paru-paru dengan total kematian mencapai 30.843 orang. Karena menurut WHO, merokok menjadi faktor risiko utama penyebab kanker paru-paru di Indonesia.

Saat ini, antara 30-50 persen kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan melakukan deteksi dini kanker dan pengobatan serta perawatan yang tepat bagi pasien yang mengidap kanker. Sebab, banyak kanker yang memiliki peluang sembuh yang tinggi jika ditemukan di awal dan diobati dengan cara yang tepat.

Penulis: Adel Andila Putri
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Pasca Lebaran 2024, Jakarta Diprediksi Bakal Sepi Pendatang

Tahun ini, Dukcapil DKI Jakarta memperkirakan jumlah pendatang baru di Jakarta usai Lebaran hanya mencapai 15 ribu hingga 20 ribu orang.

Memantau Keakraban Anak Indonesia dan Internet

Dengan internet yang semakin akrab dengan anak-anak Indonesia, pengawasan dari semua pihak sangat dibutuhkan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X