Indeks Pekerja Perempuan Meningkat, G20 Prioritaskan Isu Kesetaraan Gender dalam Perekonomian

Indeks tenaga kerja profesional perempuan mengalami kenaikan di Indonesia. Perlu adanya per.

Indeks Pekerja Perempuan Meningkat, G20 Prioritaskan Isu Kesetaraan Gender dalam Perekonomian Ilustrasi pekerja wanita|George Milton/pexels

Isu kesetaraan gender menjadi salah satu dari empat prioritas isu yang diusung Women 20 (W20) dalam presidensi G20 Indonesia. Dikutip dari rilis G20, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (kemen PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan mendorong pertumbuhan ekonomi negara pasca pandemi.

Peran perempuan dalam perekonomian juga disebutkan kembali dalam tiga prioritas lainnya yakni, W20 ingin mewujudkan inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dikelola oleh perempuan, mengusung isu prioritas untuk meningkatkan ketahanan perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas, dan juga mengedepankan akses terhadap fasilitas kesehatan yang adil secara gender.

Program ini bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan,keamanan, kesejahteraan dengan menghapus diskriminasi dan ketimpangan yang menghambat partisipasi perempuan dalam kemajuan perekonomian.

Hal ini perlu didukung penuh karena Deklarasi W20 belum bisa masuk ke dalam deklarasi para pemimpin dunia. melihat data para pekerja di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan kenaikan indeks yang terus meningkat.

Indeks tenaga kerja profesional perempuan 2021 | GoodStats

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika dilihat berdasarkan jenis ragam pekerjaannya, persentase perempuan yang menjadi tenaga kerja profesional telah mencapai 49,99 persen pada 2021. Nilai tersebut naik 2,52 persen dari tahun sebelumnya sebesar 48,76 persen.

Indeks pada grafik memperlihatkan banyak peningkatan dan penurunan yang tidak signifikan. Tahun 2011 persentasenya tercatat sebesar 45,75 persen dan terus meningkat hingga sepuluh tahun setelahnya. Tren penurunan sempat terjadi pada tahun 2013 dengan jumlah 44,82 persen. Kemudian naik kembali hingga 47,59 persen pada tahun 2016. Sempat mengalami penurunan lagi pada tahun berikutnya menjadi 46,31 persen, lalu kemudian terus menunjukkan peningkatan signifikan hingga tahun 2021.

Tercatat provinsi Sumatra Barat menjadi provinsi yang memiliki persentase perempuan sebagai tenaga kerja profesional tertinggi, yakni 59,09 persen. Disusul oleh Gorontalo dan Sumatra Selatan dengan persentase masing-masing sebesar 57,78 persen dan 56,15 persen.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Universitas Terbuka Masuk 10 Besar Kampus Terbesar di Dunia
Artikel Selanjutnya Tingkat Korupsi Kala Pandemi, Meningkat atau Menurun?
Konten Terkait