IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Dunia di Level 3%, Bagaimana dengan Indonesia?

Dalam laporannya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada di level 3% pada tahun 2023 dan 2024 mendatang.

IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Dunia di Level 3%, Bagaimana dengan Indonesia? Ilustrasi pertumbuhan ekonomi | Mamewmy/Freepik

Baru-baru ini, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) merilis laporan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi global dalam World Economic Outlook (WEO) Edisi Juli 2023. Menurut laporannya, IMF memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia bisa mencapai level 3% di tahun ini.

IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2 poin di tahun 2023 dari sebelumnya yang hanya 2,8% pada perkiraan April. Lebih lanjut, IMF juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 masih berada di level 3%.

Melansir BBC News, kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF disebabkan oleh pulihnya sektor perjalanan wisata. Selain itu, solidnya pasar tenaga kerja dan tumbuhnya sektor jasa juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Meski demikian, kondisi meningkatnya suku bunga dan harga barang semakin membatasi pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia, seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan China.

“Di Amerika Serikat, ada kekhawatiran mengenai kredit yang lebih ketat. Sementara, pemulihan ekonomi China setelah kondisi lockdown akibat pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan pertumbuhan,” kata Kepala Ekonom IMF Pierre-Oliver Gourinchas seperti yang dilansir dari CNBC.com.

AS yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia, diproyeksikan akan tumbuh di level 1,8% pada tahun 2023 dan 1% pada 2024 mendatang. Sedangkan di China, produk domestik bruto negeri tirai bambu tersebut terlihat turun dari 5,2% pada tahun ini menjadi 4,5% di tahun 2024.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia berdasarkan kawasan menurut IMF pada tahun 2024 | Goodstats

Di sisi lain, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara berkembang di Asia berada pada level 5,3% di tahun ini dan 5% di tahun 2024. Adapun, pertumbuhan ekonomi negara-negara kawasan Eropa diproyeksikan berada di level 0,9% pada 2023 dan meningkat menjadi 1,5% di tahun 2024.

Sementara itu, IMF memperkirakan tingkat inflasi global pada tahun 2023 melambat menjadi 6,8% dari perkiraan sebesar 7% pada April lalu. Namun, IMF menaikkan proyeksi kenaikan biaya hidup menjadi 5,2% atau naik 0,3% pada tahun 2024 nanti.

“Ekonomi global terus pulih secara bertahap dari pandemi dan invasi Rusia ke Ukraina. Dalam waktu dekat, tanda-tanda kemajuan tidak bisa disangkal. Namun, ke depannya masih banyak tantangan yang akan kita hadapi.” Ujar Gourinchas dilansir dari CNBC.com.

Adapun, Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden ECB Christine Lagarde memperingatkan bahwa tingkat inflasi global masih terlalu tinggi. IMF mencatat bahwa perekonomian maju mendorong perlambatan pertumbuhan global dari 3,5% pada tahun lalu, disebabkan oleh layanan offser manufaktur yang lemah.

“Meski begitu, aktivitas di negara berkembang terlihat lebih stabil tahun ini dan tahun depan,” tutur Powell.

IMF prediksi pertumbuhan ekonomi RI tahun depan jadi 5%

Berdasarkan data IMF, Indonesia berhasil menjadi negara yang memiliki produk domestik bruto (PDB) tertinggi di antara negara-negara kawasan ASEAN lainnya, dengan nilai mencapai US$1,32 triliun pada 2022.

Sementara, Thailand berada di peringkat kedua dengan nilai PDB yang hanya setengah dari Indonesia, yaitu US$536,16 miliar. Selanjutnya, disusul oleh Singapura di posisi ketiga dengan total PDB sebesar US$466,79 miliar.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF pada 2022-2024 | Goodstats

Lebih lanjut, IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dilaporkan akan stabil di level 5% pada tahun 2023 dan 2024 mendatang. Adapun, proyeksi pertumbuhan ekonomi RI pada 2024 dipangkas sebesar 0,1% dari perkiraan sebelumnya.

Melansir Kontan.co.id, IMF tidak merinci alasan pemangkasan proyeksi pertumbuhan RI. Namun, penyesuaian tersebut selaras dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada negara-negara berkembang yang juga dipangkas.

Berdasarkan laporan IMF, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan berada di level 4,1% pada tahun 2024. Proyeksi ini tercatat lebih rendah 0,1% dari proyeksi sebelumnya, yaitu 4,2%.

Walau begitu, IMF memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia berpotensi tumbuh lebih pesat dari prediksi bila ada peningkatan ekspor neto ke China. Namun, hal tersebut kemungkinan bakal terjadi jika pemulihan ekonomi China lebih kuat.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Baru 57% Warga Jakarta Memiliki Tempat Tinggal Tetap, Pemerintah Keluarkan Kebijakan Tapera

Pro dan kontra terkait kebijakan Tapera, namun pada akhirnya disahkan demi kesejahteraan masyarakat. Lantas, apakah kamu bagian dari kelompok yang setuju?

Nilai Impor Indonesia Mengalami Penurunan di Maret 2024

BPS mencatat nilai impor Indonesia mencapai angka US$17,96 miliar pada 2024. Hal ini disebabkan dengan menurunnya impor nonmigas sebesar 5,34%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X