Harga emas Antam hari ini kembali menjadi perhatian masyarakat yang memantau perkembangan instrumen investasi logam mulia. Melansir dari Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram pada Jumat, 5 Juni 2026 berada di level Rp2.770.000 sebelum pajak, sementara harga setelah PPh 0,25 persen mencapai Rp2.776.925 per gram.
Pergerakan harga emas masih menjadi salah satu indikator yang banyak dicermati investor, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan nilai tukar mata uang. Selain digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang, emas juga kerap dipilih sebagai aset lindung nilai saat kondisi pasar keuangan bergejolak.
Baca Juga: Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?
Harga Emas Antam Hari Ini, 5 Juni 2026
Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.30 WIB, emas Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Untuk ukuran terkecil, yakni 0,5 gram, harga dasar tercatat Rp1.435.000. Untuk harga per 1 gram di angka Sementara itu, emas Antam ukuran 5 gram dijual seharga Rp13.625.000 dan ukuran 10 gram berada di level Rp27.195.000.
Bagi investor yang memilih ukuran lebih besar, emas Antam 25 gram dipasarkan dengan harga Rp67.862.000, sedangkan ukuran 50 gram mencapai Rp135.645.000. Adapun emas Antam ukuran 100 gram dibanderol Rp271.212.000.
Untuk ukuran investasi jumbo, harga emas Antam 250 gram tercatat Rp677.765.000. Sementara ukuran 500 gram dijual Rp1.355.320.000 dan ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2.710.600.000 sebelum pajak.
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar dan kebijakan yang berlaku. Oleh karena itu, calon pembeli maupun investor disarankan untuk rutin memantau pembaruan harga sebelum melakukan transaksi.
Penyebab Naik Turunnya Harga Emas
Harga emas tidak bergerak secara acak tanpa adanya faktor yang jelas. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan maupun penurunannya, baik dari dalam maupun luar negeri.
- Ketidakpastian Kondisi Global
Saat dunia menghadapi ketidakstabilan ekonomi, konflik geopolitik, atau ancaman resesi, investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman. Emas menjadi salah satu pilihan utama karena dikenal sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian.
- Penawaran dan Permintaan
Seperti komoditas lainnya, harga emas juga dipengaruhi oleh hukum supply dan demand. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga emas biasanya naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih besar dibanding permintaan, harga dapat mengalami penurunan.
- Kebijakan Suku Bunga The Fed
Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed turut memengaruhi harga emas global. Saat suku bunga diturunkan, daya tarik dolar AS biasanya melemah sehingga investor lebih tertarik menempatkan dana mereka pada emas. Kondisi ini dapat mendorong kenaikan harga logam mulia.
- Inflasi
Inflasi yang tinggi menyebabkan nilai uang menurun. Dalam situasi tersebut, emas sering dipilih sebagai sarana penyimpan nilai karena cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang.
- Nilai Tukar Dolar AS
Pergerakan kurs dolar terhadap rupiah juga berpengaruh terhadap harga emas di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, harga emas dalam negeri umumnya ikut meningkat. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat memberikan tekanan terhadap harga emas domestik.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas Antam berpotensi mengalami perubahan setiap hari. Karena itu, memantau perkembangan harga secara berkala menjadi langkah penting bagi masyarakat yang ingin membeli ataupun menambah portofolio investasi logam mulia.
Baca Juga: Investasi Jangka Panjang untuk Gen Z, Emas Jadi Pilihan Terpopuler
Sumber:
https://www.logammulia.com/id/harga-emas-hari-ini
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh