Gelombang elektrifikasi di industri otomotif Indonesia mulai terasa semakin seru untuk diikuti. Beragam teknologi kendaraan ramah lingkungan mulai dari mobil listrik murni hingga hybrid kini semakin lazim menghiasi jalanan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, awal 2026 menjadi periode menarik untuk melihat bagaimana tiga jenis mobil elektrifikasi berkembang di pasar nasional: battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda dalam mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi. BEV sepenuhnya digerakkan motor listrik dengan tenaga dari baterai. HEV mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik tanpa perlu pengisian eksternal. Sementara PHEV berada di tengah-tengah di mana baterainya bisa diisi listrik seperti mobil listrik, tetapi tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan.
Data distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) pada Januari 2026 memperlihatkan peta persaingan yang cukup kontras di antara ketiga teknologi tersebut.
BEV: Mobil Listrik Murni Kian Ramai, China Mendominasi
Segmen mobil listrik murni atau BEV menjadi salah satu yang paling dinamis. Pada Januari 2026, distribusinya mencapai 10.211 unit secara nasional.
Menariknya, daftar mobil listrik terlaris hampir sepenuhnya diisi oleh pabrikan asal China. Model dengan distribusi tertinggi adalah BYD Atto 1 Dynamic yang mencatat 2.891 unit dalam satu bulan. Angka tersebut membuatnya menjadi mobil listrik paling banyak dikirim ke dealer pada awal tahun ini.
Di posisi berikutnya ada Jaecoo J5 BEV dengan 1.942 unit, disusul Wuling Darion EV EX sebanyak 717 unit.
Dominasi BYD juga terlihat jelas lewat beberapa model lain yang masuk daftar, seperti BYD Sealion 7 (542 unit) dan BYD Atto 1 Premium (470 unit). Bahkan sub-brand premiumnya, Denza D9, ikut menyumbang 392 unit.
Komposisi ini memperlihatkan bagaimana produsen China kini menjadi motor utama pertumbuhan mobil listrik di Indonesia.
Baca Juga: 10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Awal 2026
HEV: Hybrid Masih Jadi Kandang Pabrikan Jepang
Jika mobil listrik murni didominasi pemain baru, cerita berbeda terlihat di segmen hybrid konvensional.
Pasar HEV pada Januari 2026 masih sangat kuat dikuasai pabrikan Jepang. Toyota memimpin dengan distribusi 2.584 unit, setara sekitar 61,6% pangsa pasar.
Kontributor utamanya adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV, yang mencatat 2.143 unit. MPV hybrid ini praktis menjadi tulang punggung penjualan mobil elektrifikasi Toyota di Indonesia.
Di belakangnya ada Suzuki dengan 1.043 unit, didorong oleh Suzuki XL7 Hybrid (629 unit) serta Suzuki Fronx (344 unit).
Sementara itu Honda berada di posisi ketiga dengan 255 unit, sebagian besar berasal dari Honda HR-V Hybrid.
Dominasi Jepang di segmen ini bukan hal mengejutkan. Teknologi hybrid sudah lama menjadi keunggulan mereka, sekaligus menawarkan transisi elektrifikasi yang lebih mudah bagi konsumen.
Baca Juga: 10 Mobil Hybrid Terlaris di Indonesia Awal 2026
PHEV: Pasar Masih Kecil, China Kembali Unggul
Berbeda dengan dua segmen sebelumnya, pasar PHEV di Indonesia masih relatif kecil. Pada Januari 2026, total distribusinya hanya 502 unit.
Meski volumenya kecil, persaingan di segmen ini cukup menarik karena kembali didominasi pabrikan China. Chery menjadi pemain utama dengan beberapa model sekaligus.
Model terlarisnya adalah Chery Tiggo 8 CSH FWD Premium yang mencatat 172 unit. Posisi berikutnya diisi Geely Starray EM-I Pro (78 unit), Wuling Darion PHEV EX (57 unit), dan Jaecoo J7 SHS 4X2 Turbo (51 unit).
Beberapa model premium non-China seperti Volvo XC90 Plug-in Hybrid dan Mazda CX-80 PHEV juga hadir, tetapi volumenya masih sangat terbatas.
Baca Juga: 10 Mobil Plug-in Hybrid Terlaris di Indonesia Awal 2026
Peta Persaingan Elektrifikasi di Indonesia
Jika ditarik garis besar, awal 2026 memperlihatkan peta persaingan yang cukup jelas. Pabrikan China semakin agresif di mobil listrik murni dan PHEV, menghadirkan banyak model baru dengan harga kompetitif.
Di sisi lain, pabrikan Jepang masih kokoh di segmen hybrid, terutama karena pengalaman panjang serta fokus mereka dalam mengembangkan teknologi ini.
Dari sisi volume pasar, mobil listrik murni tampak mulai mengambil momentum dengan distribusi lebih dari 10 ribu unit. Namun hybrid tetap memiliki basis konsumen yang kuat karena menawarkan efisiensi tanpa perubahan kebiasaan berkendara.
Dengan kata lain, pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia saat ini masih bergerak dalam beberapa jalur sekaligus yang masing-masing punya pangsa dan strategi berbeda.
Sumber:
https://www.gaikindo.or.id/indonesian-automobile-industry-data/
Penulis: izzul wafa
Editor: Editor