7 Kilang Minyak Terbesar di Asia Tenggara, 2 dari Indonesia

Berdasarkan riset dari Oil and Gas Courses Singapura mendominasi peringkat 1 dan 2 sebagai kilang minyak terbesar di Asia Tenggara. Lalu Pertamina urut berapa?.

7 Kilang Minyak Terbesar di Asia Tenggara, 2 dari Indonesia Zona Industri Kilang Minyak | Rangsarit Chaiyakun/ Shutterstock

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2022 sebesar 113,50 dolar AS per barel. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 17,78 dolar AS per barel dari harga pada bulan sebelumnya senilai 95,72 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak mentah akhirnya berdampak juga pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski tren harga minyak mentah dunia terus meningkat, Pertamina tetap pastikan pasokan tetap terpenuhi. Pasalnya, Pertamina masuk dalam deretan kilang minyak terbesar di Asia Tenggara.

Kilang minyak adalah fasilitas pengolahan minyak mentah menjadi berbagai produk bahan bakar minyak, petrokimia, gasoline, dan minyak tanah atau kerosine.

Berdasarkan riset dari Oil and Gas Courses dua kilang minyak Pertamina masuk dalam 7 besar kilang minyak terbesar di Asia. Sementara itu, peringkat pertama dan kedua diisi oleh Singapura.

Daftar 7 kilang minyak terbesar di Asia Tenggara 2021 | GoodStats

1. Kilang Exxon Singapura

Kilang minyak terbesar di Asia Tenggara diisi oleh Singapura. Perusahaan kilang minyak milik ExxonMobil ini memiliki kapasitas 592.000 per hari. Secara global, kilang Exxon masuk dalam peringkat nomor 6 terbesar di dunia.

Kilang minyak ini merupakan gabungan perusahaan kilang minyak milik Mobil dan Esso, lalu kemudian bergabung menjadi ExxonMobil pada tahun 1999.

2. Kilang Shell Singapura

Kilang Royal Dutch Shell di Pulau Bukom, Singapura dapat memproduksi sebanyak 458.000 barel minyak per hari. Kilang minyak ini merupakan fasilitas penyulingan milik perusahaan Shell yang terbesar dan dimiliki sepenuhnya juga oleh Shell.

Shell juga telah menyelesaikan ekspansi pembangunan dua tangki minyak mentah besar untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 1,3 juta barel minyak per hari.

3. Kilang Pertamina Cilacap, Indonesia

Kilang minyak milik Pertamina terbesar di Asia Tenggara ini terletak di Cilacap, Indonesia dengan kapasitas produksi sebanyak 348.000 barel minyak per hari.

Dalam sejarahnya, kilang Pertamina terbesar di Asia Tenggara ini merupakan gabungan dari dua kilang minyak terbesari di Indonesia. Kilang minyak I dibangun pada tahun 1974 dengan kapasitas 100.000 barel minyak per hari. Namun, untuk memenuhi permintaan bahan bakar dan minyak pelumas yang terus meningkat, kilang I menjalani proyek Debottlenecking sehingga kapasitas minyaknya menjadi 218.000 barel per hari.

Sementara itu, kilang minyak II dibangun pada 1981. Berbeda dengan sebelumnya, kilang minyak ini memiliki kapasitas produksi sebesar 220.000 barel per hari dan mampu minyak mentah dari Indonesia dan Timur Tengah.

4. Kilang SRC Pulau Jurong, Singapura

Di peringkat 4 kilang minyak terbesar di Asia Tenggara diisi oleh Kilang minyak SRC milik perusahaan Chevron dan PetroChina dengan kapasitas produksi 285.000 barel minyak per hari. PetroChina resmi menjadi pemilik setelah membeli saham Keppel Corporation di kilang minyak ini pada tahun 2009.

Kilang SRC Pulau Jurong, Singapura dibangun pada 1979 untuk memproduksi 70.000 barel minyak per hari. Lalu kemudian ditingkatkan kembali menjadi 285.000 barel per hari.

5. Kilang PTT Rayong Thailand

Menurut sejarah kilang minyak ini dibangun pada tahun 1996. Berlokasi di Sritacha, Thailand. Perusahaan minyak ini dimiliki oleh PTT Aromatics and Refining Public Company setelah Shell International menjual 64 persen sahamnya di kilang minyak tersebut.

Kilang minyak nomor 5 terbesar di Asia Tenggara ini kemudian telah diperluas pada kapasitas pemisahan kondensat dan unit terhubung pada tahun 2009. Kini, kilang minyak tersebut berhasil memproduksi 280.000 barel minyak mentah per hari.

6. Kilang Thailand

Kilang minyak terbesar keenam di Asia Tenggara ini terletak di Sriracha, Thailand. Kilang minyak berkompleksitas tinggi ini mampu memproduksi 275.000 barel minyak per hari.

Mulanya, kilang ini hanya mampu memproduksi 35.000 barel minyak per hari pada tahun 1961. Kemudian mengalami beberapa ekspansi sehingga kini dapat meningkatkan kapasitas produksi minyak mentah hariannya.

7. Kilang Pertamina Balikpapan, Indonesia

Kilang minyak peringkat 7 terbesar di Asia Tenggara ini milik Pertamina yang berlokasi di Balikpapan, Indonesia. Dibangun sejak masa penjajahan Belanda yakni pada tahun 1922 oleh perusahaan Shell Transport and Trading. Pembangunan ini dilakukan setelah ditemukannya sumber minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur pada tahun 1897. Kilang Pertamina ini dinamakan Mathilda karena proses bor atau penggalian dilakukan oleh Mathilda Corporation.

Pada tahun 1966, Pertamina melakukan pembangunan untuk kemudian ditingkatkan kapasitas produksinya hingga 260.000 barel minyak per hari. Ekspansi masih terus dilakukan karena adanya rencana akan berkapasitas hingga 360.000 barel per hari.

Walaupun masuk dalam deretan pemilik kilang minyak terbesar di Asia Tenggara, Indonesia masih membutuhkan impor minyak mentah dari negara lain.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor minyak mentah Indonesia terbesar pada 2021 berasal dari Arab Saudi dengan volume mencapai 4,42 juta ton dengan nilai 2,27 miliar dolar AS. Volume tersebut mencapai 32,08 persen dari total impor minyak mentah Indonesia yang totalnya seberat 13,78 juta ton.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Analisis Anggaran Belanja DPR-RI
Artikel Selanjutnya Indonesia Peringkat 4 Pengguna Mata Uang Kripto Terbanyak di Dunia
Konten Terkait