Bagaimana Publik Menilai Demokrasi Indonesia Saat Ini?

Menurut survei LSI, sebanyak 69,8% merasa puas dengan kondisi demokrasi saat ini. Meski demikian, tren kepuasan terhadap kinerja demokrasi mengalami penurunan.

Bagaimana Publik Menilai Demokrasi Indonesia Saat Ini? Ilustrasi Kebebasan Berpendapat | El Jusuf/Pexels
Ukuran Fon:

Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, suara dan keterlibatan publik Indonesia menjadi pilar utama yang memastikan kedaulatan masih berada di tangan rakyat sesuai amanat UUD (Undang-Undang Dasar). Dalam praktiknya, kualitas demokrasi tidak hanya diukur melalui prosedur elektoral, tetapi juga dari bagaimana publik merasakan dan menilai jalannya sistem tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pada 2025, indeks demokrasi Indonesia menurut The Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan tren yang melemah. Skor Indonesia tercatat di angka 6,73 poin, turun dari 6,44 poin pada tahun sebelumnya (2024). Penurunan ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 167 negara dalam kategori flawed democracy atau demokrasi yang terbatas.

EIU menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan ini mulai dari kebebasan pers yang dinilai belum optimal, partisipasi politik yang relatif rendah, hingga budaya politik yang belum sepenuhnya matang.

Berbeda dari gambaran besar tersebut, persepsi publik di tingkat akar rumput menunjukkan tren berlainan. Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencoba melihat bagaimana demokrasi dirasakan masyarakat dalam survei bertajuk Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila. Dalam survei yang dilakukan pada 1–12 Maret 2026 ini, tingkat kepuasan terhadap demokrasi menjadi salah satu komponen utama untuk membaca kualitas sistem yang berjalan.

Sebagai informasi, survei ini melibatkan 2.020 responden berusia di atas 17 tahun yang memiliki hak pilih. Pengambilan sampel dilakukan melalui multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,2%. Hasilnya menunjukkan, mayoritas publik masih memiliki pandangan relatif positif terhadap jalannya demokrasi di Indonesia.

60% Publik Merasa Puas dengan Demokrasi Saat Ini

Tingkat Kepuasan terhadap Jalannya Demokrasi Indonesia | GoodStats
Tingkat Kepuasan terhadap Jalannya Demokrasi Indonesia | GoodStats

Baca Juga: Masyarakat Takut Bicarakan Politik di Negara Demokrasi?

Sebanyak 69,8% responden mengaku puas terhadap kondisi demokrasi di Indonesia saat ini. Secara rinci, 60,3% menyatakan cukup puas dan 9,5% sangat puas. Sementara itu, 25,2% responden merasa kurang puas, 2,2% menyatakan tidak puas sama sekali, dan 2,8% tidak memberikan jawaban.

Angka ini menunjukkan bahwa persepsi publik masih cenderung optimis, meskipun masih ada suara kritis dari ketidakpuasan.

Meski demikian, jika ditarik ke tren waktu yang lebih panjang, tingkat kepuasan terhadap kinerja demokrasi di Indonesia memperlihatkan adanya penurunan.

Tingkat Kepuasan Ternyata Menurun

Tingkat Kepuasan terhadap Kinerja Demokrasi 2024-2026 | GoodStats
Tingkat Kepuasan terhadap Kinerja Demokrasi 2024-2026 | GoodStats

Dalam hasil analisis LSI bersama data milik Indikator dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), tingkat kepuasan terhadap kinerja demokrasi Indonesia mengalami penurunan pada Maret 2026 dibandingkan periode sebelumnya.

Pada Februari 2024, tingkat kepuasan demokrasi berada di angka 69,1%, kemudian meningkat menjadi 71,8% pada September 2024, dan kembali naik ke 73,6% pada Oktober 2024. Puncaknya terjadi pada Januari 2025 dengan 75,8% responden merasa puas.

Setelah itu, tren justru berbalik arah. Pada Maret 2026, tingkat kepuasan turun menjadi 70,9%. Penurunan ini diiringi dengan meningkatnya tingkat ketidakpuasan publik terhadap demokrasi, dari 18,5% pada Januari 2025 menjadi 26,3% pada Maret 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan persepsi yang cukup signifikan dalam waktu relatif singkat.

LSI sendiri menilai bahwa fondasi demokrasi Indonesia masih cukup kuat. Mayoritas masyarakat yang tetap menyatakan puas menunjukkan adanya kepercayaan terhadap sistem yang berjalan.

Di sisi lain, keberadaan suara-suara kritis dari kelompok yang merasa kurang puas justru menjadi indikator kesehatan demokrasi itu sendiri. Kritik dan ketidakpuasan menandakan bahwa ruang ekspresi masih terbuka, sekaligus menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan sistem yang statis.

Baca Juga: Indeks Kemerdekaan Pers Indonesia 2020-2025

Sumber:

https://www.lsi.or.id/post/rilis-lsi-12-april-2026

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Bukan Remote, 71% Gen Z Ternyata Lebih Pilih Hybrid Working System!

Survei menunjukkan Gen Z lebih memilih hybrid working system dibanding remote. Temukan alasannya di sini!

Bagaimana Publik Menilai Demokrasi Indonesia Saat Ini?

Menurut survei LSI, sebanyak 69,8% merasa puas dengan kondisi demokrasi saat ini. Meski demikian, tren kepuasan terhadap kinerja demokrasi mengalami penurunan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook